Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
Bab 25. Bersama mencari cinta sejati.


__ADS_3

Tegar mencoba bangun dari duduknya, lalu berjalan perlahan sambil menenangkan hatinya, apakah dia harus melakukan apa yang gadis itu katakan, tapi yang benar saat ini, yang Tegar ketahui adalah Amanda memang bukan cinta sejatinya, karena jika Amanda cinta sejatinya dia tak mungkin mengkhianati dirinya walau apapun yang terjadi.


Tegar pulang ke rumahnya, Tegar melihat Soraya sudah ada di rumah, dia sedang bermain dengan Karin, dengan lesu dia menghampiri Soraya.


Soraya yang mengetahui kedatangan Tegar, melihat ke arah Tegar, Soraya melihat wajah Tegar saat ini terlihat begitu sedih, hingga membuat Soraya menghampirinya.


"Karin, kamu main sama ayah Tegar dulu yah, Kaka mau bicara dengan ka Tegar!" ucapnya.


Ayah Tegar yang mendengar itu, langsung bereaksi dengan memanggil Karin.


"Iya Karin, ke marilah main sama Ayah!" teriak Ayah Tegar, Soraya tersenyum pada Ayah Tegar.


Setelah melihat Karin berlari ke arah Ayah Tegar, Soraya lalu mendekati Tegar yang sedang terduduk lemas.


"Ayo kita ke kamar!!" ajak Soraya sambil menarik tangan Tegar, agar mengikuti langkahnya.


Tegar dengan pelan mengikuti Soraya, ketika Sampai di dalam kamar, Soraya menarik Tegar agar duduk di sofa yang ada di sana.


"Ada apa?" tanya Soraya, mereka duduk berhadap-hadapan.


"Aku harus segera mencari dan menemukan cinta sejati ku, kalau tidak aku akan segera mati!" ucap Tegar dengan sedih.


"Bohong! kata siapa?!" sentak Soraya.


"Aku bertemu gadis hantu di hotel itu lagi, tadi!" jawab Tegar.


"Tapi dia sudah berbohong tentang ciuman itu!!"


"Mungkin?!" jawab Tegar sedih mengingat Amanda.


"Apa maksud kamu dengan mungkin? buktinya Amanda tak bisa membuat kamu sadar!"


"Karena dia bukan cinta sejati ku!" jawab Tegar lagi.


"Apa maksud kamu?!dia calon istri kamu!"


Tegar menatap ke arah Soraya dengan tajam, lalu berdiri sambil terus menatap tajam ke arah Soraya, terlihat kemarahan di sana.


"Kamu tak perlu tahu! pokoknya dia bukan cinta sejati ku!" sentak Tegar kesal dan marah, lalu pergi meninggalkan Soraya.


Soraya terdiam terpaku, lalu mengejar Tegar, tapi langkahnya berhenti saat melihat Fernando berjalan ke arahnya, Tegar menghentikan langkahnya, saat merasa Soraya menghentikan langkahnya, Tegar melihat Soraya perhatian nya ke arah Fernando yang sedang berjalan ke arahnya, Tegar mendengus kesal juga marah, lalu meninggalkan Soraya, Soraya menengok ke arah Tegar dan menatap kepergian Tegar dengan sedih.


"Kenapa sedih?" tanya Fernando saat tiba di depan Soraya, melihat ekspresi wajah Soraya.

__ADS_1


"Tidak!" jawab Soraya, langsung mengganti ekspresi wajahnya.


"Kita makan di luar, hari ini kita libur, ajak Karin" ucap Fernando, Fernando sekarang sudah tak canggung lagi untuk mengajak Soraya pergi bersamanya, setelah selama ini Soraya tak pernah menolak ajakannya.


"Maaf, aku tak bisa hari ini!" jawab Soraya.


"Kenapa, kamu ada acara? aku akan mengantar kamu!" lanjut Fernando yang tak ingin melewatkan untuk terus berduaan bersama Soraya hari ini.


"Tidak! tapi aku sedang tak ingin kemana pun!" jawab Soraya, mendengar itu Fernando menarik nafas panjang, melepas rasa kecewanya.


"Maaf yah!" ulang Soraya, melihat ekspresi yang di tunjukan oleh Fernando.


"Tak apa, kamu pasti ingin istirahat, setelah seminggu sibuk bekerja!" balas Fernando.


"Aku senang kamu pengertian" Fernando tersenyum, lalu pergi meninggalkan Soraya, dengan langkah yang berat.


Soraya menatap ke arah kemana tadi Tegar melangkah, lalu berjalan ke arah tersebut setelah Fernando tidak kelihatan lagi.


Soraya menemukan Tegar sedang berdiri sendirian di taman belakang, Soraya menepuk bahu Tegar pelan.


Tegar menatap tajam ke arah Soraya "sudah beres urusannya dengan Fernando?!" tanya Tegar sinis.


"Aku tak pernah punya urusan dengan nya" jawab Soraya


"Terserah kamu lah!" jawab Tegar, lalu memalingkan kembali pandangannya dari Soraya, ke arah taman yang ada di hadapannya.


"Aku harus segera mencari cinta sejati ku, atau aku harus benar-benar meninggalkan dunia ini" jelas Tegar.


"Tapi bagaimana?"


"Itu yang sedang aku pikirkan, hantu gadis itu mengatakan kalau aku harus mencari cinta sejatiku dengan hati" jelas Tegar.


Soraya terdiam, mengerutkan keningnya berpikir sesuatu "apa ada wanita lain yang dekat atau pernah dekat denganmu, selain Amanda?" tanya Soraya.


"Ada, dulu tapi sekarang sudah menikah dengan temanku!" ucap Tegar.


Tegar kemudian menceritakan tentang Rahayu, Soraya mendengarkan dengan seksama cerita Tegar tentang Rahayu.


"Bagaimana kalau kita temui dia?!" usul Soraya dengan semangat.


Tegar menghela nafas berat, tak mungkin Rahayu cinta sejatinya, tapi dia tetap mengangguk menerima ajakan Soraya.


"Apa kamu punya no telepon nya?" tanya Soraya, menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


"Ada di handphone ku!" jawab Tegar.


Soraya bergegas ke kamar untuk mengambil handphone milik Tegar, tapi langkahnya berhenti saat namanya di panggil oleh Amanda.


"Soraya katakan padaku, apa Tegar hari ini ikut denganku?" tanya Amanda, Soraya menoleh ke arah Tegar, dan melihat Tegar menggeleng, Soraya mengumpat dalam hati "Tegar pasti ingin aku di marahi Amanda lagi!" Soraya menarik nafasnya dalam-dalam.


"Tidak, dia tadi ikut ke kantor bersamaku, ada yang perlu di tanda tanganinya" jawab Soraya


Mendengar jawaban Soraya, Amanda tersenyum lebar. Lalu menatap tajam ke arah Soraya dan berkata "jika kalian akan pergi ke kantor berdua, seharusnya izin dulu sama aku!" ucap Amanda ketus, lalu berlalu dari hadapan Soraya, Soraya menghembuskan nafas, mendengar perkataan dari Amanda. Sedangkan Tegar menatap kepergian Amanda, dia menahan rasa marahnya dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Bahkan dia tidak menanyakan keberadaan aku!!" ucap Tegar dengan penuh kebencian.


"Bukankah tadi kamu juga pergi mengikuti Amanda?" tanya Soraya, membuat Tegar terkejut, kepalan tangan Tegar sedikit mengendur.


"Kenapa tidak kamu katakan yang sebenarnya, jadi dia tak marah seperti itu!" lanjut Soraya.


"Lupakan saja dia, cepat kamu ambil handphone ku!" ucap Tegar pelan setelah bisa meredakan rasa amarah dalam hatinya.


Soraya dengan langkah kaki cepat, menuju kamarnya mengambil handphone milik Tegar, setelah itu mencari nama Rahayu di handphone Tegar.


"Ketemu!" seru Soraya, lalu segera menelepon Rahayu, tapi setelah beberapa lamanya telepon berdering, tidak juga di angkat oleh orang yang di tuju.


"Mungkin dia sedang bersama suami nya" ucap Tegar.


"Kamu tahu alamatnya?" tanya Soraya lagi.


Rumah kedua orang tuanya aku tahu, tapi rumah Rahayu yang sekarang aku tidak tahu" jelas Tegar.


Soraya tersenyum, jika telepon ini tidak menyambung juga hingga esok harinya, Soraya berencana akan pergi ke rumah orang tua Rahayu dan menanyakan alamat Rahayu.


Soraya melirik ke arah Tegar gurat sedih masih sangat terlihat di wajah Tegar, Soraya menepuk pundak Tegar pelan, Soraya menyentuh tangan Tegar.


"Tenanglah kamu tidak akan meninggal, sebelum itu terjadi aku akan pastikan kamu akan kembali ke raga kamu dan menemukan cinta sejati kamu!"


"Kamu pasti akan sangat bahagia setelah itu!" ucap Soraya.


Tegar tersenyum kecil, Tegar menatap wajah Soraya, menyentuh pipi Soraya dengan pelan, pipi Soraya terasa hangat di lengan Tegar, tersenyum kecil lalu menarik Soraya dalam pelukannya.


Untuk pertama kalinya, Tegar merasa beruntung bertemu dengan Soraya.


"Aku pasti akan selalu membantu kamu mencari cinta sejati kamu!" bisik Soraya, Tegar mengangguk pelan.


"Makasih ya! aku sangat beruntung bertemu denganmu dan Karin" ucap Tegar pelan.

__ADS_1


Soraya tersenyum lebar mendengar perkataan Tegar.


"Aku pun sama, beruntung bertemu denganmu dan keluarga kamu, aku jadi merasa punya keluarga yang utuh, terutama Karin, dia terlihat lebih bahagia dengan kasih sayang yang ibu dan Ayah kamu berikan padanya" ucap Soraya, mereka pun saling lebih mempererat pelukan mereka, satu sama lain.


__ADS_2