
Jawaban Soraya membuat Fernando terdiam lalu mengerutkan keningnya, apa maksud Soraya dan Tegar mengenal saat Tegar tidur dalam komanya? bagaimana itu bisa terjadi? Fernando datang ke rumah Tegar karena mendengar Tegar jatuh koma cukup lama, Fernando merasa kesempatannya untuk mengambil perusahaan Tegar sudah datang, karena Fernando tahu Tegar adalah pewaris utama dari perusahaan keluarga itu tidak ada yang lain, jadi selama Tegar koma Fernando akan merebut perusahaan itu, tapi kenyataannya saat sampai di rumah Tegar, perusahaan Tegar sudah dalam kendali Soraya, Soraya sangat mirip dengan Tegar dalam memimpin perusahaan bahkan dalam menangani klien dan sebuah proyek Soraya bersikap seperti Tegar, Soraya benar-benar seperti fotocopy nya Tegar, hingga membuat Fernando sulit untuk bergerak di dalam perusahaan Tegar, Soraya menangani dan mengawasi setiap proyek dengan baik seperti Tegar mereka memiliki ketelitian yang sama.
Fernando mencurigai sesuatu di sini, saat rekannya mengatakan jika di samping Soraya ada halus halus yang tidak terlihat dan sering membantu Soraya, Fernando pun saat pertama kali bertemu dengan Soraya sering melihat Soraya bicara sendiri dan bersikap aneh, seperti ada orang di sampingnya, tapi anehnya setelah Tegar bangun dari komanya hal itu hilang dari Soraya, Fernando mengerutkan keningnya, di sini Fernando mengambil kesimpulan.
"Apa Tegar dalam komanya selalu bersama Soraya?" Fernando berdiri lalu berjalan menjauh dari Soraya, Fernando masih memikirkan hal yang tidak masuk akal itu.
Fernando akhirnya berniat meninggalkan pesta lamaran Tegar dan Soraya terlebih dahulu, namun saat sampai di mobil , Fernando terkejut saat melihat di depannya ada seorang wanita yang sangat dia kenal, wanita itu menatap ke arah rumah Soraya dengan tatapan aneh, kemudian tak lama wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
"Laras!" ucap Fernando pelan, untuk pertama kalinya setelah sekian lama dirinya baru melihat Laras lagi.
Laras adalah masa lalu Tegar yang kurang menyenangkan, Laras teman kecil Tegar yang telah lama menghilang karena sakit hati pada Tegar.
Tegar yang dulu dingin memang sering pergi dengan berganti-ganti pasangan namun tak satupun yang menjadi kekasihnya, itu juga yang di alami Laras.
Laras yang saat itu sudah merasa menjadi kekasih Tegar, merasa kecewa saat Tegar jalan dengan wanita lain, Laras yang sakit hati memutuskan untuk pergi dari Tegar, bahkan Laras sampai mengganti wajahnya melalui operasi plastik, dan Tegar tak perduli akan hal itu.
"Mau apa Laras ke rumah Soraya? Apa dia tahu tentang pernikahan Tegar ini?" tanya Fernando dalam hatinya.
***
Laras terkejut saat mendengar Tegar sedang melamar seorang gadis, malam ini.
Laras mengepalkan tangannya, Laras teringat perkataan Tegar dulu padanya, saat itu Laras dalam keadaan kecewa pada Tegar, Tegar dengan angkuhnya berkata tak akan pernah jatuh cinta pada wanita manapun, walaupun dia menikah suatu saat nanti itu pasti karena terpaksa.
Laras penasaran dengan wanita yang akan menjadi istri Tegar itu, Laras sedikit terkejut melihat wanita yang akan di nikahi Tegar.
Tapi Laras lebih terkejut melihat sikap Tegar pada calon istrinya, Tegar terlihat sangat hangat dan ekspresi wajah Tegar sekarang sangat berbeda dengan ekspresi wajah Tegar dahulu yang sangat kaku pada wanita.
Tegar pun sepertinya sangat menurut pada wanita itu, Laras tadi sempat melihat Tegar dengan cekatan membantu Soraya melayani para tamu undangan.
__ADS_1
Hal yang tak mungkin Tegar lakukan dulu, Tegar dulu lebih suka berdiam diri menatap kosong ke depan tanpa memperdulikan orang di sekitarnya sibuk atau tidak, bahkan i keramaian Tegar tidak suka berbaur dengan yang lain, dia selalu menyendiri dalam keramaian.
Tapi malam ini senyum lebar selalu terlihat dari bibirnya, bahkan sesekali Tegar menggoda calon istrinya itu.
Tak tahan melihat adegan demi adegan antara Soraya dan Tegar, akhirnya Laras keluar kembali ke mobilnya.
"Aku harus bisa benar-benar memisahkan mereka berdua sekarang!!" ucap Laras di dalam mobil.
***
Tegar dan Soraya pergi ke kantor bersama-sama, mereka terlihat sangat serasi, seluruh kantor sudah mendengar tentang pernikahan mereka.
Tegar dan Soraya masuk ke dalam ruangan masing-masing, Soraya terkejut saat melihat Tegar ada di dalam ruangannya.
Tegar dengan cepat menarik tangan Soraya agar masuk ke dalam ruangannya.
Tegar dan Soraya berbincang, tapi tak lama karena Soraya dan Tegar mendengar suara Fernando memanggil Soraya.
Soraya membenarkan perkataan Tegar, Soraya dan Tegar melihat Fernando dari balik jendela tanpa Fernando sadari, Fernando menunggu Soraya sebentar namun setelah sekian lama Fernando bangun dari duduknya lalu mengetuk pintu toilet.
"Soraya apa kamu di dalam!" panggil Fernando.
Tak ada jawaban dari dalam Fernandi memutar handle pintu kamar mandi, ternyata tidak di kunci dan kamar mandi itu kosong.
"Ternyata dia tak ada di sini, tapi tadi sekertaris nya bilang Soraya ada di dalam, kemana dia?" tanya Fernando pada dirinya sendiri.
Soraya melihat kebingungan di wajah Fernando bergerak hendak keluar dari ruangan Tegar, namun di tahan oleh Tegar.
"Lihatlah!" ucap Tegar, Soraya mengerutkan keningnya lalu menatap ke arah Fernando yang ternyata tetap berada di ruangannya, Fernando duduk di kursi Soraya.
__ADS_1
"Harusnya bangku ini, untukku!" ucap Fernando.
Fernando membuka laci meja milik Soraya, lalu mencari sesuatu di laci itu.
Soraya menatap Tegar, Tegar tersenyum "kita lihat saja apa yang di lakukan oleh Fernando di ruangan kamu" ucap Tegar.
Tegar dan Soraya, terdiam dan terpaku melihat apa yang sedang di lakukan Fernando di ruangan Soraya.
"Apa yang Fernando cari?" tanya Soraya, Tegar menggeleng pelan, matanya tak lepas melihat ke arah Fernando. Tegar mengerutkan keningnya menerka apa yang sebenarnya sedang Fernando cari di ruangan Soraya.
"Apa dia sedang mencari dokumen itu?" ucap Tegar.
Tegar melihat Fernando keluar dari ruangan Soraya.
Soraya menatap ke arah Tegar, Soraya melihat Tegar tahu apa yang sedang di cari Fernando.
"Apa yang Fernando cari?" tanya Soraya.
"Surat wasiat nenek tentang perusahaan ini" jawab Tegar.
"Kenapa Fernando mencari surat itu?" tanya Soraya penasaran.
Tegar tidak segera menjawab pertanyaan Soraya, Tegar meminta Soraya duduk di sofa bersamanya, lalu mulai bercerita tentang surat wasiat yang di cari Fernando.
"Jadi orang tua Fernando tidak percaya dengan adanya surat itu?"
"Iya, sebenarnya kakek kami sebelum meninggal meminta Ayahku untuk menunjukan surat itu, tapi Ayahku melarang karena isi surat itu sebenarnya menyerahkan semuanya pada Ayahku, yang merupakan anak kandung.
"Jadi maksud kamu ayah Fernando bukan anak kandung kakek dan nenek kamu?"
__ADS_1
"Begitulah, tapi ayahku tak ingin Ayah Fernando tahu tentang hal itu, Ayah tak ingin kakaknya bersedih tahu hal ini"
Soraya menarik nafas panjang, mendengar cerita Tegar, tapi jika surat wasiat itu tidak di tunjukkan kesalahpahaman ini tak akan selesai.