
Tegar menatap pria dan wanita yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam, terlihat ada kemarahan yang sangat dalam di kedua mata Tegar.
"Pak Tegar!!" ucap sang. wanita sambil berdiri ketakutan, begitupula dengan prianya, wajah mereka terlihat sangat pucat melihat Tegar ada dihadapan mereka saat ini.
"Apa yang kalian lakukan di sini?!" sentak Tegar.
"Kami hanya makan dan minum pak!" jawab sang pria dengan cepat.
"Hanya berduaan?" tanya Tegar dengan tatapan curiga.
"Ingat peraturan sesama staf kantor tidak boleh pacaran" ucap Tegar mengingatkan.
"Iya pak kami tahu!" jawab mereka bersamaan masih dengan wajah pucat mereka, sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap Tegar.
"Sudahlah, kalian pulang dan ingat jangan punya hubungan! atau kalian tahu sendiri resikonya!"
"Iya pak!!" jawab mereka sambil segera melarikan diri dari Tegar dengan cepat.
Tegar menarik nafasnya panjang, selama ini memang dirinya yang menetapkan aturan tak boleh ada suami dan istri atau pacaran sesama staf di kantornya, Tegar tak ingin kinerja mereka berantakan jika sepasang suami istri atau kekasih bertengkar dan bekerja dalam satu kantor.
__ADS_1
Tegar akhirnya keluar dari kadai tersebut, berniat pulang kembali ke rumah saat itu juga walau Tegar belum berhasil menemukan Soraya. Tegar masih mengendarai mobilnya secara perlahan berharap akan bertemu Soraya, sampai akhirnya Tegar sampai juga di depan pintu gerbangnya, begitu gerbang di buka Tegar terkejut melihat Soraya turun dari mobil Fernando, Tegar memegang kuat setir mobilnya, kenapa Soraya bisa bersama Fernando? apa semalaman mereka berduaan? Tegar segera turun dari mobilnya, lalu segera menghampiri Soraya dan menarik tangan Soraya untuk segera masuk ke dalam rumah, Soraya dengan terpaksa mengikuti Tegar, dan meninggalkan Fernando seorang diri.
Tegar membawa Soraya masuk ke dalam kamarnya, lalu mendorong Soraya hingga jatuh di atas tempat tidurnya.
"Apa yang kalian lakukan semalaman?" sentak Tegar.
"Tidak ada"
"Jadi kamu pergi menemui nya?"
"Tidak"
"Bukan urusan kamu!" jawab Soraya kesal karena Tegar telah mendorongnya.
Tegar menatap tajam ke arah Soraya, ternyata Soraya tidak takut padanya, Tegar berjalan mendekati Soraya yang saat ini sedang duduk di tepi tempat tidurnya, dia mendorong Soraya lagi ke atas tempat tidurnya hingga posisi Soraya tertidur dan dirinya berada di atas tubuh Soraya.
"Kamu mau apa?" tanya Soraya panik, menyadari posisi Tegar berada di atas tubuhnya.
"Aku mau periksa kamu!" jawab Tegar dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
"Periksa, apa maksud kamu?!" ucap Soraya marah
"Kamu berduaan dengan Fernando semalaman, pasti kalian melakukan hal itu!" lanjut Tegar, tanpa melepaskan pandangan matanya dari Soraya.
"Melakukan itu, apa maksud kamu?" tanya Soraya dengan nada agak lebih tinggi sambil berusaha mendorong tubuh Tegar, tapi tenaga Tegar lebih kuat jadi percuma malah Soraya yang kembali jatuh tertidur di atas tempat tidur Tegar, Tegar kian merapat posisinya dengan Soraya, hingga tubuh Tegar kini benar-benar menindih tubuh Soraya.
"Memeriksa apa kamu masih perawan atau tidak" bisik Tegar sinis. Membuat Soraya menatap nya tajam dengan penuh rasa marah, Tegar tahu jika Soraya pasti tersinggung dengan ucapannya, tapi Tegar merasa marah sekali melihat Soraya ternyata pergi bersama Fernando malam ini.
Soraya hanya menatap tajam ke arah Tegar, karena Soraya tahu itu akan percuma karena tenaganya kalah jauh dengan tenaga Tegar, Soraya menunggu Tegar melepaskan dirinya walau sebenarnya dalam hatinya dia teramat marah pada Tegar mendengar ucapan Tegar barusan.
Tegar mendekatkan wajahnya pada wajah Soraya, Tegar melihat Soraya hanya diam, dia memberanikan diri menyentuh rambut Soraya perlahan, kening Soraya pun di usapnya lembut lalu jari telunjuknya menelusuri hidung Soraya yang mancung secara perlahan, setelah puas menatap hidung Soraya, di awali dengan sentuhan jari telunjuknya di bibir Soraya, arah pandangan Tegar pun akhirnya jatuh ke arah bibir yang berwarna pink itu, jari telunjuk Tegar bermain di atas bibir Soraya, Soraya menatap Tegar tajam, wajahnya memerah saat merasakan sentuhan jari lembut Tegar di atas bibirnya, walaupun bibirnya sudah tidak perawan tapi posisi seperti sekarang baru kali ini Soraya rasakan, Soraya terkejut saat matanya bertemu dengan mata Tegar yang tiba-tiba menatapnya, sesaat mereka beradu pandang tapi akhirnya Soraya yang memutuskan tatapan mereka terlebih dahulu dengan memalingkan wajahnya ke arah lain, rasanya Soraya ingin sekali menutup wajahnya yang sekarang pasti sudah berubah warna, Tegar pasti sudah melihat hal itu.
Tegar tersenyum kecil melihat perubahan warna di wajah Soraya, tanpa Soraya sadari Tegar mendekatkan bibir nya dengan bibir Soraya, hingga Soraya bisa merasakan bibir kenyal milik tegar menyentuh ujung bibirnya, membuat Soraya secara spontan menoleh hingga bibir mereka akhirnya bertemu secara penuh, tanpa membuang waktu lagi, Tegar segera ******* bibir Soraya lembut dan perlahan, ada perasaan aneh menjalar dalam tubuh Tegar, Tegar menutup matanya ingin lebih merasakan rasa yang aneh, namun membuat dirinya nyaman dan tenang itu, Tegar memperkuat ciumannya di atas bibir Soraya, sebuah bayangan tiba-tiba muncul di kepala Tegar, bayangan di mana dirinya sedang mencium seseorang juga seperti saat ini dia lakukan pada Soraya, Tegar berusaha melihat siapa yang di ciumnya, namun Tegar tak juga bisa melihatnya siapa yang sedang berciuman dengan nya, Tegar membuka matanya, untuk sesaat Tegar menghentikan ciumannya di atas bibir Soraya, Soraya yang menyadari jika Tegar sedang melamun segera mendorong Tegar hingga akhirnya dia berhasil bebas dari Tegar dan segera keluar dari kamar Tegar.Soraya segera berlari masuk ke dalam kamarnya. Fernando yang sejak tadi berada di luar kamar Tegar terlihat kesal karena Soraya keluar dari kamar Tegar dan berlari masuk ke kamarnya tanpa melihat dirinya yang sejak tadi menunggu Soraya.
"Apa yang terjadi di antara mereka berdua??!" umpatnya kesal.
Fernando merasa kesabaran nya sudah melebihi batasnya, melihat kejadian ini, Tegar tadi melihat bagaimana Soraya terlihat malu-malu keluar dari kamar Tegar, sebenarnya apa yang terjadi tadi di dalam kamar tersebut? dari tadi sebenarnya Fernando ingin mengetuk pintu kamar Tegar yang telah membawa Soraya seenaknya dari dirinya yang telah membawa Soraya pulang.
Malam tadi, Fernando yang baru saja pulang dari rumah kerabatnya, terkejut saat melihat Soraya keluar dari gerbang rumah Tegar dengan menggunakan motor malam-malam sendirian, Fernando dengan rasa penasaran yang dia miliki, akhirnya memutuskan untuk mengikuti Soraya, berputar Jakarta malam itu, sampai akhirnya mengikuti Soraya masuk ke dalam sebuah kedai, di sana Fernando tidak langsung menemui Soraya, agak lama dia memperhatikan Soraya dari jauh, Fernando dapat melihat jika saat itu Soraya sedang dalam keadaan bersedih, dengan rasa iba yang di punya Fernando, akhirnya Fernando memutuskan untuk menemui Soraya, Fernando sangat ingat bagaimana terkejutnya Soraya melihat dirinya berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa ada di sini??" tanya Soraya .