
Diffa membaca tanpa ada yang terlewat sekata pun,bahkan se huruf pun,setelah membacannya ia terjatuh dan menunduk tidak percaya
"bagaimana bisaa?" tanya Diffa dengan pelan,namun isi ruangan itu tetap mendengar,Diffa pun pinsan dan langsung diangkat oleh Daffa ke ranjannya
Cahaya landung berdiru dari tempat duduknya dan mengambil surat itu lalu membacanya
"tidakk aku tidakk percayaa" kata Cahaya dengan sangat tak berdaya,dan Cahaya pun ikut pinsan,lalu Hero segera mengangkatnya ke ranjang kamar Cahaya,
Adam ikut membaca dan ia tersungkur tak berdaya,hanya Daffa yang kini kuat menghadapi masalah itu dan berani menuju kamar Bundanya
Tok tok tok
"masuklah sayang..." kata Bunda
Daffa pun masuk ke kamar Ortunya itu
"Bun...apa masalah Bunda dengan Papi?" tanya Daffa
"Bunda dengan Papi baik baik saja,oya kata oelayang tadi ada laki laki,siapa dia?" tanya Bunda
"jawab pertanyaan ku dulu,kenapa Bunda 2 hari pisah rumah dengan Papi buka karna pekerjaan kan?" tanya Daffa
"jawab Bunda dulu donk sayang..." minta Bunda
"oke akan ku jawab,lelaki di loteng 2 tadi,dia adalah calon Kak Cahaya,mereka akan menikah 1 minggu yang akan datang" jelas Daffa
__ADS_1
Bunda pun langsung terduduk di pinggi ranjang
"katakan Bun....Aoa yang terjadii??,aku ini sudah besar Bun..." kata Daffa
"Ayah mu sudah berselingkuh dengan asistennya di kantor" jawab Bunda
"Apa??!!!" tanya Daffa"
"I do not believe Mother...,Papi is not possible...impossible Papi had an affair!!![Saya tidak percaya Bunda...,Papi tidak mungkin...mustahil Papi berselingkuh!!!]" kata Daffa
"But that is the reality dear...whatever Papi promised was FAKE" teriak Bunda sampai terdengar Adam yang ada di ruansn tengah,Adam segera lari menuju kamar Bunda
"Mother...,say all this is Fake,please[Bunda...,toling katakan semua ini palsu]"minta Adam
" Sayang...bagaimana keadaan Kakak dan Adik kalian??"tanya Bunda
"yasudahh,biar Bunda temani dek Diffa" kata Bunda
"tidakk perlu" cegah Daffa
"kenaa??" tanya Bunda
"Diffa maybe some days mon't to meet with Mother[Mungkin Diffa beberapa hari tidak mau bertemu dengan Bunda]" kata Daffa
"iyaa kenapaa??" bentak Bunda
__ADS_1
"Maybe she's disappointed with Mother...I'll try to calm her down for a few days[Mungkin dia kecewa dengan Bunda....aku akan menciba menenangkannya selama beberapa hari]" jawab Adam,dan Adam meninggalkan Daffa dan Bunda di kamar
"kenapa Bunda tidak cerita padaku??" tanya Daffa
"apa perlu cerita oada anak gentang masalah orang tua??" tanya Bunda
"maafkan aku,aku juga sedang tidak percaya semua ini,AKU BENCI PAPI!!!,AKU JUGA BENCI ASISTEN ITU!!!,DAN AKU kecewa denganmu Bunda..." tiba tiba nadanya rendah karena mengatakan kecewa padanya,Daffa langsung pergi dari kamar itu dan kekamar Cahaya
Kamar Diffa
"bangunlahhh Diffa yang ku....bangunnn" kata Hanna dengan penuh harap"badan mu sangat panas,aku akan merawatmu "kata Hanna yang langsung mengompres jidat Diffa
Kamar Cahaya
" Kak Her,Kak Cahaya tidak panas seperti Diffa kan??"Daffa langsung memegang tangan kiri Cahaya,karna tangan kanannya dipegang oleh Hero
"tidakk,dia hanya syok" jawab santainya
"bagaimana kau tauu???" tanya Daffa
"hey,aku ini dokter" kata Hero
"kalo kau Dokter kenapa tidak bilang???,cepat periksa juga adek ku" mintanya
"jaga Cahaya kalo begitu" perintah Hero
__ADS_1
"pastiu" jawab Daffa
Bersambungπππππππ