Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 14. Tegar dan Soraya


__ADS_3

"Berikan handphone ku!" ucap Soraya.


Orang itu terkejut saat melihat Soraya, menatap tajam ke arah Soraya, dan segera mendorong Soraya hingga jatuh, Tegar dan Fernando yang melihat itu langsung bergerak, Fernando memukul orang yang mendorong Soraya,


"Itu handphone ku!" seru Soraya dengan berani menghadang jalan pemuda yang memegang handphone nya.


"jangan sembarang mba! banyak handphone yang sama di dunia ini!" sentak pemuda itu.


"Aku tahu, tapi itu adalah handphone ku, berikan atau aku teriak, copet!" ancam Soraya membuat pemuda itu sedikit terlihat ketakutan.


"Berikan!! atau aku teriak sekarang" ucap Soraya seraya membuka mulutnya bersiap mengeluarkan suaranya.


"Tunggu!!" seru pemuda itu, lalu menyerahkan handphone Soraya.


"Dompetnya mana?" tanya Soraya lagi, pemuda itu menatap Soraya tajam, tapi dia mengeluarkan sesuatu di dalam kantongnya, lalu menyerahkan dompet milik Soraya, Soraya tersenyum lebar.


"Terimakasih! lain kali kalau mau mencopet selidiki dulu sasaran nya!" pesan Soraya, seraya meninggalkan pencopet itu dalam kebingungan, bagaimana wanita itu bisa tahu kalau dirinya yang mencopet, padahal tadi dia memakai topeng saat beraksi.


Bukan hanya pencopet itu yang kebingungan, Fernando juga berdiri terpaku di tempatnya melihat aksi dari Soraya barusan, bagaimana Soraya yakin dia itu pencopet yang tadi mengambil tas nya, padahal Fernando sempat melihat pencopet itu menutupi wajahnya dengan topeng.


"Jangan bingung, Ka Soraya hebat kan!?" seru Karin pada Fernando, Fernando menganggukan kepala nya perlahan, baru kali ini dia melihat kejadian aneh tapi nyata di depan matanya, Fernando pulang masih dalam posisi kebingungan, hingga sepanjang jalan hanya terdiam, sambil sesekali melirik ke arah Soraya.


Tegar yang melihat itu, tersenyum lebar, Tegar yakin setelah ini Fernando, pasti akan berfikir beribu kali untuk mendekati Soraya yang aneh itu.


Tegar tahu siapa itu Fernando tidak suka dengan wanita yang aneh, karena Fernando yakin itu akan membuatnya repot akhirnya.


Fernando menahan tangan Soraya yang akan masuk ke dalam rumah menyusul Karin yang sudah masuk terlebih dahulu, Fernando merasa harus berbicara dengan Soraya, Soraya menatap ke arah Fernando.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Soraya.


"Apa kamu indigo atau semacam cenayang gitu?" tanya Fernando langsung.


"Apa itu indigo?" tanya balik Soraya. Membuat Tegar tertawa keras mendengar kepolosan pertanyaan Soraya pada Fernando, Soraya mendelik ke arah Tegar, Tegar langsung terdiam, tapi Fernando bergidik ngeri melihat Soraya tiba-tiba mendelik ke arah yang tidak ada siapapun.Tegar tertawa terbahak-bahak lagi mengetahui hal itu kepolosan Soraya, membuat Fernando ketakutan, Soraya yang mengetahui Fernando ketakutan melihat tingkahnya, tersenyum lalu meninggalkan Fernando, begitu saja dalam kebingungan dan ketakutan.


"Dia aneh kan?" tanya Tegar pada Fernando, sambil tersenyum puas dengan begitu Fernando pasti akan melupakan untuk mendekati Soraya, Tegar meniup kuping Fernando, Fernando mengusap kupingnya, yang tiba-tiba menjadi agak dingin, Fernando bergidik ketakutan sekali lagi.


Tegar pun meninggalkan Fernando menyusul Soraya masuk ke dalam rumah, Fernando terdiam terpaku di tempatnya, melihat ke sekeliling halaman rumah, meraba tekuk lehernya yang tiba-tiba merinding, lalu berlari masuk ke dalam rumah langsung menuju kamarnya.


Fernando menatap kamarnya yang luas, lalu segera naik ke atas tempat tidurnya, menutup tubuhnya dengan selimut rapat-rapat dan memejamkan matanya.


Tegar yang melihat semua yang di lakukan Fernando tertawa terbahak-bahak, Tegar baru tahu kalau Fernando si preman kampus ternyata penakut.


Tegar keluar dari kamar Fernando, setelah tahu Fernando telah tertidur dengan pulas saat ini.


Kedua kaki yang jenjang terlihat jelas, membuat Tegar menelan ludahnya sendiri. Soraya yang baru tersadar jika Tegar ada di dekatnya, langsung berteriak histeris, Tegar yang ketakutan segera melarikan diri dari tempat itu, tanpa buang waktu lagi.


Soraya sendiri segera memakai bajunya, lalu keluar dari kamar mencari Tegar, yang sudah sembarangan masuk kamar orang tanpa permisi, Soraya berlari kecil mencari Tegar di setiap sudut rumah itu.


"Cari siapa?Karin sama ayah Tegar" ucap ibu Tegar menahan langkah Soraya, Soraya menggeleng lemah.


"Lalu cari siapa?" tanya ibu Tegar penasaran, karena ia tadi melihat dengan jelas Soraya pontang panting ke sana ke mari, dengan wajah marah seperti mencari seseorang.


"Tegar! dia masuk kamar aku, tanpa permisi, melihat aku habis mandi!" jawab Soraya marah, ibu Tegar menutup mulutnya, sebentar lalu tertawa, dia membayangkan bagaimana kejadian itu terjadi, pasti lucu.


"Ibu kenapa tertawa?" protes Soraya.

__ADS_1


"Tidak! hanya membayangkan saja, kamu pasti malu yah?" tanya ibu.


"Bukan hanya malu tapi juga marah!" jawab Soraya kesal.


Ibu mendengar itu malah tertawa lagi, membuat Soraya tambah kesal, Soraya pergi meninggalkan ibu Tegar, yang masih tertawa panjang.


Tegar yang berada di dalam kamarnya, berdiri di balik pintu, saat gagang pintu kamarnya di buka dari luar, Tegar tahu siapa yang membuka pintu kamarnya.


Soraya masuk ke dalam kamar Tegar, memeriksa keadaan jasad Tegar yang sedang berbaring lemah di tempat tidur.


"Aku akan menggelitik kamu!" ancam Soraya, Tegar mendengar itu menjadi pucat.


Soraya yang bersiap menyentuh bagian telapak kaki Tegar, Tegar pun menunjukkan dirinya.


"Stop!!" seru Tegar, Soraya terdiam lalu tersenyum lebar. Usahanya berhasil juga membuat Tegar keluar dari persembunyiannya.


Soraya menoleh ke arah suara Tegar berasal, tapi Soraya tidak bisa melihat Tegar, Soraya tersenyum sinis, Soraya bersiap lagi untuk menjalankan aksinya menggelitik telapak kaki Tegar, namun Tegar membuat Soraya terkejut dengan tiba-tiba muncul di hadapan Soraya, hingga Soraya mundur kebelakang, tapi karena posisi Soraya sedang dalam keadaan tidak seimbang, Soraya terpeleset


"aaaaa!!" teriak Soraya spontan menutup matanya, pasrah jatuh mengenai lantai tapi ternyata hal itu tidak terjadi, karena dengan sigap Tegar menangkap lalu menahan tangan Soraya, hingga Soraya tidak jadi terjatuh, Soraya jatuh dalam pelukan Tegar yang hangat.


Soraya menengadahkan wajahnya melihat wajah Tegar, dengan seksama.


Tegar pun melihat ke arah Soraya yang sekarang tepat berada di atas wajah Soraya yang cantik, bahkan bibir yang berwarna pink itu sangat dekat dengannya, Tegar menelan ludahnya sendiri, jika dulu posisi Tegar seperti sekarang, pasti tanpa ragu akan ******* pemilik bibir itu, tapi terhadap Soraya, Tegar ragu.


Tegar takut jika dia sampai melakukan hal itu, dia akan kehilangan Soraya untuk selamanya. Tegar merasa Soraya begitu berarti buatnya saat ini, karena hidupnya bergantung pada Soraya. Tegar harus bisa menahan dirinya, agar tidak membuat marah dan kesal Soraya, Soraya terdiam melihat Tegar melamun.


Soraya memencet hidung Tegar, kuat-kuat.

__ADS_1


__ADS_2