
Soraya membuka pintu kamarnya perlahan, memberanikan diri mengintip siapa yang ada di balik pintu, melalui jendela rumahnya.
"Cepat buka!!" teriak Tegar saat melihat Soraya keluar dari kamarnya.
Soraya membuka matanya lebar-lebar tak percaya dengan suara yang di dengarnya, suara yang sangat tidak asing di telinganya. Soraya melihat Tegar berdiri di depan pintu rumahnya melalui jendela. Soraya dengan tergesa-gesa segera membuka pintu rumahnya untuk Tegar dan langsung segera berlari masuk ke dalam pelukan Tegar, Soraya memeluk Tegar erat-erat, seperti tak ingin di lepaskan.
Tegar merasa kan tubuh Soraya bergetar kuat, lalu melemas tak berdaya hingga hampir terjatuh jika Tegar tidak cepat tanggap untuk menahan Soraya, Tegar menggendong Soraya ke masuk ke dalam rumah.
Tegar masih bingung dengan apa yang telah terjadi pada Soraya, tapi Tegar merasa bersyukur karena dirinya malam ini datang ke rumah Soraya. Saat Soraya mengirim lokasi di mana rumahnya, Tegar yang memang sudah di dalam mobil langsung meluncur menuju rumah ini, dan benar saja di rumah ini pasti telah terjadi sesuatu yang menyebabkan Soraya sampai pingsan seperti ini, Tegar menatap wajah Soraya yang sedang pingsan, lalu Tegar teringat Karin, Tegar langsung mencari Karin, Tegar bernafas lega saat melihat Karin tertidur nyenyak di atas kasur, Tegar segera menghampiri Soraya lagi, yang belum sadar dari pingsannya.
Tegar mengelus pipi putih Soraya dengan lembut, hatinya merasa tenang melihat Soraya ada di depan matanya, Tegar mengangkat tangan Soraya lalu menggenggam nya erat, Tegar merasa aneh, bagaimana dirinya bisa merasa sangat dekat dengan Soraya, sedangkan dirinya tak mengenal siapa Soraya, tapi Soraya seperti selalu di hatinya, bahkan menggeser nama Amanda yang telah lama terukir indah di dalam hatinya, hal itu membuat Tegar menjadi lebih penasaran pada Soraya, dan membuat Tegar menjadi ingin lebih dekat lagi dengan Soraya.
Tegar penasaran dengan sosok Soraya yang memegang handphone miliknya, padahal handphone itu hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya, Soraya bukan hanya mengetahuinya tapi juga menyimpannya, Tegar terkejut saat melihat handphone nya berada di tangan Soraya saat itu, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, sedangkan Handphone itu selalu tersimpan rapih di lacinya.
Rasa penasaran Tegar terhadap Soraya makin membesar karenanya.
Soraya perlahan membuka matanya, dan melihat di depannya ada Tegar, Soraya langsung terbangun dan memeluk Tegar erat-erat.
"Brakk!!" pintu rumah Soraya di buka paksa dari luar, Soraya dan Tegar menatap ke arah pintu, di sana berdiri beberapa pria yang Soraya kenal sebagai tetangga nya.
"Lihat apa yang mereka lakukan!!" teriak Risman sambil menunjuk ke arah Soraya dan Tegar yang sedang duduk rapat berduaan, sambil berpelukan.
Risman menarik kuat Tegar agar menjauh dari Soraya, Soraya yang terkejut langsung berdiri.
"Stop!! jangan pukul dia, jika kamu berani pukul dia aku akan melaporkan kamu ke polisi, karena pernah mencoba memperkosa ku!!" cegah Soraya.
__ADS_1
Risman menghentikan tangannya yang tinggal beberapa senti saja mengenai tubuh wajah Tegar.
Sedangkan semua yang ada di sana menatap ke arah Risman.
"Dia bohong, dia yang menggodaku!!" tuduh balik Risman.
"Aku menggoda kamu, bagaimana caranya? Maaf kamu bukan level Aku!! " lanjut Soraya.
Mendengar perkataan Soraya, Risman naik pitam, Risman mendekati Soraya, namun langkahnya terhenti saat Tegar menghadangnya "cukup sekali kamu menyentuh dia, tak ada kata dua kali selama masih ada aku! kamu masih ingin merasakan pukulan yang sama seperti kemarin!" ucap Tegar.
Risman melihat ke arah Tegar, kapan Tegar memukul dia, bertemu pun belum pernah pikir Risman, Risman menatap tajam ke arah Tegar dan Soraya.
"Kalian telah mengotori kampung ini, kalian harus bertanggung jawab"
"Kalau kalian tidak percaya, lihat saja pintu nya, apa ada yang rusak, karena tadi saya lihat dia sedang mencongkel pintu saya, saya ketakutan lalu menelepon dia!" jelas Soraya sambil menunjuk ke arah Tegar.
Semua yang ada di sana, langsung berlari ke arah pintu, memang ada bekas yang menunjukan pintu atau jendela hendak di buka paksa dari luar, semua akhirnya menatap ke arah Risman, Risman tak habis akal, dia berkata "aku terbiasa tidur di sini, tapi baru malam ini kuncinya tidak tergantung di luar, saya tidak tahu ada orang di dalamnya, jadi saya tadi coba mencungkil" jelas Risman.
Semua menatap Risman sekali lagi setelah mendengar ucapan Risman. Risman menutup mulutnya sendiri karena telah salah bicara, Risman menoleh ke arah Tegar dan Soraya, lalu berkata "apa yang kalian lakukan malam-malam begini?!" tanya Risman mencoba mengalihkan permasalahan.
"Sepertinya kalian ingin berbuat hal yang tidak pantas di rumah ini!" tuduh Risman.
"Lebih baik kita bawa mereka ke ketua RT" lanjut Risman lagi.
Tegar dan Soraya saling bertatapan tak percaya, apa yang di bilang Risman, membawa mereka menemui pak RT, bisa rumit urusannya kalau seperti ini, pikir Soraya dan Tegar.
__ADS_1
Tegar dan Soraya dengan terpaksa ikut permintaan warga agar masalah ini di selesaikan di depan kepala RT.
Di sana Soraya mengatakan yang sebenarnya tapi tetap saja, mereka menuntut Tegar dan Soraya menikah, Tegar dan Soraya kebingungan bagaimana ini?
Tegar menelepon orang tuanya, malam itu juga, mereka terkejut melihat Tegar ada di rumah Soraya.
"Apa yang terjadi?" tanya ibu Tegar.
Soraya menjelaskan secara terperinci tentang apa yang terjadi, Ayah dan Ibu Tegar tersenyum lebar, mendengar hal ini, membuat Soraya dan Tegar saling pandang.
"Kumohon katakan pada mereka bahwa dia adalah bos aku" ucap Soraya.
"Katakan yang sebenarnya ibu, ku mohon" ucap Tegar.
Malam itu Tegar dan Soraya boleh pulang karena ayah dan ibu Tegar mengatakan jika Tegar adalah Bos nya Soraya, dan Soraya sudah di anggap anak oleh mereka, Tegar menyusul ke rumah Soraya atas perintah mereka.
Ayah dan ibu Tegar terus tertawa tak percaya dengan apa yang menimpa Tegar dan Soraya malam ini, di giring warga atas tuduhan mesum.
"Lagi pula kenapa bisa kamu ada di sini?" tanya Ayah kepada Tegar, Tegar diam dia sendiri tak mengerti mengapa dia harus ke sini menyusul Soraya. Ayah Tegar melirik ke arah ibu, mereka tersenyum lebar.
"Baru di tinggal sehari oleh kamu, dia sudah kelimpungan Soraya!" ledek ibu.
"Bukan begitu, tapi aku punya firasat buruk mengenai rumah ini!" jelas Tegar
Soraya menatap ke arah Tegar , Soraya teringat Tegar pernah membantunya terlepas dari pemerkosaan yang akan di lakukan Risman, mungkin itu yang menimbulkan firasat buruk pada diri Tegar, Soraya melebarkan kedua matanya menatap Tegar, apa Tegar ingat peristiwa itu? Soraya tersenyum lebar, lalu menghamburkan diri ke dalam pelukan Tegar, Tegar yang terkejut berdiri seperti patung.
__ADS_1