
Selama dua bulan menjalani terapi dalam 15 kali pertemuan dengan psikolog, Shiera sudah mulai memberikan kemajuan. Ia sudah mulai ingin berbicara walaupun pembawaannya masih begitu dingin kepada orang orang sekitar. namun tak mengurangi rasa syukur Rifan terhadap sang pencipta.
Maka dari itu atas rasa syukurnya, Rifan segera melakukan reservasi makan malam romantis di Singapore Flyer yang menyajikan tak hanya dari segi makanan nya, Rifan juga ingin memberikan pemandangan malam yang indah Singapura dari ketinggian menatap lampu-lampu kota dan gemerlap bintang di langit.
Shiera mengenakan gaun semiformal berwarna navy tanpa lengan dan panjang hingga ke betis yang terbuat dari bahan beludru. meski tanpa lengan,Shiera menutupi nya dengan cardigan bulu berwarna putih.
tak lupa stiletto putih dari brand dior menghiasi bagian kaki shiera.
Rifan datang dengan setelan tuxedo nya yang juga berwarna navy agar senada dengan gaun yang di pakai Shiera. Ia membawa bucket bunga mawar merah dan memberikannya kepada Shiera.
Pipi Shiera memerah, dan Rifan tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Ia mengecup kening Shiera.
Mereka pun segera masuk ke dalam private capsule untuk menikmati makan malam dengan pemandangan 3 negara sekaligus.
...***...
Hari ini waktunya Shiera dan Rifan pulang ke Ibukota setelah kurang lebih sebulan menetap full di Singapore.
Mereka diantar oleh mobil hotel ke pesawat, kebetulan pesawat mengalami jadwal delay hingga 30 menit lamanya.
Shiera dan Rifan duduk bersampingan dengan bergandeng tangan di dalam pesawat.
__ADS_1
" Kenapa kamu gak mau duduk didekat jendela sayang ?" tanya Rifan.
Shiera hanya menggeleng. lalu Ia menyandarkan kepalanya pada dada Rifan.
" Para penumpang pesawat yang terhormat, selamat datang di Penerbangan 245A dengan destinasi dari Singapore ke Indonesia(Jakarta). Saat ini kami berada di urutan ketiga untuk lepas landas dan diperkirakan akan mengudara dalam waktu sekitar 10 menit. "
Suara pramugari terdengar bergema di area kabin sebagai informasi pada para penumpang untuk bersiap-siap.
" Fan ... mendadak Aku ingin pergi ke toilet, mau pipis..."
" Yaudah ayok, aku temenin!! "
Shiera segera pergi ke kamar kecil yang berada di balik tirai berwarna hijau setelah Ia izin kepada pramugari agar diperbolehkan ke kamar kecil di menit-menit pesawat mau mengudara.
Tidak sampai 5 menit, Shiera sudah berjalan kembali ketempat duduknya, namun tiba-tiba sebuah koper penumpang terjatuh dari bagasi atas yang berada di atas tempat duduk penumpang.
Hampir saja peristiwa naas itu menimpa Shiera kalau tidak ada seorang pria yang melindungi Shiera dalam dekapan pria itu.
Alhasil punggung si pria yang terkena hantaman koper yang lumayan kecil namun padat berisi.
Insiden itu begitu sangat mencuri perhatian hampir seluruh penumpang tak terkecuali Rifan yang baru saja mengetahui kalau wanita yang hampir tertimpa koper itu adalah istrinya.
__ADS_1
Rifan buru-buru mendatangi kerumunan.
" Kamu tidak apa-apa kan ? " Tanya pria itu pada Shiera yang sedang dibantu berdiri oleh salah satu pramugari.
" Tidak, tidak apa-apa, terima ka .... (ucapan Shiera terputus saat iya menoleh ke arah pria yang menolongnya itu)
Ekspresi pria tersebut berubah datar,membatu memandang Shiera.
" Ray ..." ucap Shiera dan kebetulan Rifan disamping Shiera mendengar Ia menyebut nama Ray.
" Shiera ..." Ray sontak ingin memeluk Shiera,tapi di tepis kan oleh Rifan.
Rifan membawa Shiera ke tempat duduk mereka,sementara Ray di arahkan oleh seorang pramugari berjalan ke arah bisnis class.
Setelah kejadian itu, wajah ketiga nya Rifan,Shiera dan Ray tampak berekspresi datar namun di dalam hati dan pikiran berkecambuk.
Shiera : Ternyata Dia sudah bebas ...
Rifan : Kenapa Dia harus datang kembali disaat hubunganku dengan Shiera membaik dan kesehatan Shiera baru saja pulih..
Ray : *Shiera-ku ... A*ku akan membawamu dan anak kita kembali bersatu. aku merindukanmu Shiera...
__ADS_1