Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 26. Mencari Rahayu


__ADS_3

Soraya dan Tegar pagi itu bersiap pergi ke kantor bersama-sama, ketika hendak pergi, Soraya bertemu dengan Amanda yang terlihat baru saja bangun tidur.


"Apa Tegar juga pergi ke kantor?" tanya Amanda.


"Iya"


"Boleh aku ikut?" tanya Amanda.


Soraya menatap ke arah Tegar dan melihat Tegar menggeleng lemah.


"Maaf tapi pagi ini ada rapat, mungkin kamu akan bosan nanti!" jawab Soraya.


"O_ ya sudah lain kali saja! ingat kalian jangan dekat-dekat!" pesan Amanda.


"Iya" jawab Soraya, Amanda benar-benar sudah berani menunjukan rasa tidak sukanya pada Soraya, bahkan di hadapan kedua orang tua Tegar.


Karin pun merasakan hal itu, Karin menjadi sedikit tidak menyukai Amanda, begitu Amanda duduk di kursi makan, Karin langsung pamit pergi.


"Tidak sopan sekali anak itu!" ucap Amanda.


"Sarapannya sudah selesai" ucap Ayah Tegar.


"O_" jawab Amanda, sambil tersenyum kecil pada Ayah Tegar.


"Fernando mana?" tanya Amanda, mengalihkan perhatian.


"Dia sedang bertugas keluar kota, nanti sore juga pulang" jelas Ayah Tegar.


Sedangkan Ibu Tegar hanya mendengarkan, dia merasa tidak nyaman bersama Amanda, tapi karena Amanda adalah pilihan Tegar, dia merasa tidak bisa berbuat apapun, dia tak ingin memaksakan kehendaknya lagi pada Tegar.


***


Tegar dan Soraya tiba di kantor, mereka langsung bekerja seperti biasanya, menjelang istirahat mereka berdua pergi ke luar, mereka berencana pergi ke rumah orang tua Rahayu saat itu juga, mereka tak boleh membuang waktu lebih banyak lagi, selama hampir dua jam akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, Soraya segera turun dari mobil di susul oleh Tegar, Soraya menghampiri penjaga rumah yang sedang tertidur di dalam sebuah pos yang nyaman.


"Pak, bisa ketemu pemilik rumah?" tanya Soraya.


"Maksud nona siapa?"


"Nona Rahayu?"


"Neng Rahayu, tidak tinggal di sini lagi, dia tinggal bersama suami nya di Jerman" ucap penjaga itu.


Soraya menoleh ke arah Tegar, Tegar membisikkan sesuatu pada telinga Soraya.


"Tapi nona Rahayu katanya sedang ada di Indonesia!"


"Iya non itu benar, tapi kemarin dia sudah kembali ke sana"

__ADS_1


Soraya menoleh lagi ke arah Tegar, meminta pendapat Tegar, Tegar hanya mengangkat kedua bahunya. Soraya pun akhirnya pamit pada satpam tersebut.


"Bagaimana ini, dia sudah di Jerman saat ini!" ucap Soraya.


Tegar diam seribu bahasa diapun tak tahu harus bagaimana, sekarang apakah dirinya masih mempunyai waktu yang cukup untuk mencari cinta sejatinya.


"Apa kita perlu menyusul Rahayu ke Jerman?" tanya Soraya lagi.


"Tidak perlu, dia bukan cinta sejati ku, aku tahu itu!"


Soraya terdiam, mungkin benar apa yang dikatakan oleh Tegar, Rahayu kemungkinan besar bukan cinta sejati Tegar, karena Rahayu sudah menikah dengan pria lain.


"Coba kamu pikirkan siapa lagi wanita yang dekat dengan mu" Tegar menggeleng lemah, Tegar memang pernah dekat dengan beberapa wanita, tapi mereka pasti bukan cinta sejatinya.


"Coba kamu sebutkan wanita yang berada dekat denganmu, walau pun dia tidak dekat di hatimu" lanjut Soraya.


Tegar mengkerut kan keningnya, lalu menyebut nama wanita itu satu persatu.


"Amanda"


"Karin!" sebut Tegar, menyebabkan Soraya menjatuhkan sebuah cubitan di paha Tegar.


"Aaw! sakit!" teriak Tegar.


"Salah sendiri ngomong asal, Karin di bawa-bawa!" omel Soraya.


"Terserah kamu!" ucap Soraya kesal.


"Soraya!" ucap Tegar, membuat Soraya mematung namanya di sebut Tegar, benar juga kalau dirinya adalah salah satu wanita yang ada di dekat Tegar.


Soraya menatap Tegar, tak mungkin dirinya cinta sejati Tegar, karena mereka berdua tak punya rasa satu sama lain.


"Apa kamu menyukaiku?" tembak Tegar.


Soraya menatap tajam Tegar, lalu tersenyum dan mengangguk pelan "tentu saja aku menyukai kamu, kamu itu ibarat gula, manis rasanya" jawab Soraya.


"Tidak lucu!"sentak Tegar.


"Siapa suruh pikir yang aneh-aneh!" balas Soraya.


"Siapa tahu kan?" tanya Tegar lagi, membuat Soraya terdiam lalu berkata "apa kamu juga menyukaiku?" tanya Soraya balik pada Tegar.


"Tentu saja, kamu itu ibarat kucing bagiku, lucu!" balas Tegar.


Soraya tertawa kecil mendengar itu begitu juga Tegar, mereka terlihat sangat bahagia saat itu.


"Aku tak menyangka kita saling menyukai" ucap Soraya di sela tawanya.

__ADS_1


"Apa kita perlu berciuman untuk membuktikan, apakah kamu cinta sejatiku atau bukan?" ucap Tegar tiba-tiba, Soraya seketika mematung kembali sambil menatap tajam ke arah Tegar.


"Kenapa? bukankah katamu kamu akan melakukan apapun untuk mencari cinta sejati ku!" lanjut Tegar.


Soraya tersenyum lebar, mendekatkan wajahnya pada Tegar, "ayo kita lakukan!" jawab Soraya, Tegar terkejut mendengar jawaban Soraya.


Wajah Soraya di depan matanya bahkan satu Senti lagi bibir mereka akan beradu, membuat Tegar menjadi tegang begitu pula Soraya, mereka saling menatap satu sama lain untuk sekian lama, tak ada yang berani memulai.


"Apa kita akan melakukan nya sekarang dan ditempat ini?" tanya Soraya, merusak suasana yang sedang terjadi di antara mereka berdua.


Tegar baru menyadari mereka berada sedang berada di luar ruangan, Tegar mendorong Soraya agar menjauh darinya.


Tegar lalu menarik tangan Soraya agar pergi dari tempat itu.


Soraya mengikuti langkah kaki Tegar, entah berapa lama mereka berjalan sambil bergandengan tangan, karena kejadian tadi, Tegar menjadi serba salah dan mengajak Soraya berjalan tanpa arah.


Soraya menghentikan langkahnya membuat Tegar menghentikan langkahnya juga Tegar menoleh ke arah Soraya dan bertanya "ada apa?"


"Aku capek! lagi pula kamu mau bawa aku ke mana? dari tadi kita hanya mengelilingi taman ini" jawab Soraya.


Tegar melepaskan tangannya dari tangan Soraya, "maaf" ucap nya, Tegar menggaruk kepalanya yang tidak gatal menyadari kebodohan nya.


"Kita pulang, aku lelah, kakiku pegal terus berjalan menggunakan sepatu ini" lanjut Soraya, Tegar mengangguk.


Di dalam mobil keduanya lebih banyak diam, kedua nya menjadi kikuk satu sama lain.


"Bisa kita mencoba nya di sini?" tanya Tegar tiba-tiba, membuat Soraya menoleh ke arahnya, melirik ke arah Sopir sebentar lalu mengangguk.


Kini giliran Tegar yang mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Soraya, Tegar melihat ke arah bibir tipis yang berwarna merah muda milik Soraya, bibirnya sedikit gemetar begitu pula dengan bibir Soraya, Tegar bergerak lebih maju hingga bibir mereka mulai bertemu.


"Citttttt!" tiba-tiba mobil berhenti mendadak, membuat posisi Tegar dan Soraya terdorong hingga membentur bangku di depannya.


"Ada apa pak?!" tanya Soraya terkejut.


"Maaf neng, ada kucing lewat di depan!" jawab sang supir.


Soraya melihat ke arah Tegar "seperti aku bukan cinta sejati kamu!" ucap Soraya.


Tegar terkekeh mendengarnya, "kamu betul mana mungkin kamu cinta sejati ku" balas Tegar, senyum Soraya langsung hilang seketika mendengar itu.


"Hati-hati, pak!" seru Soraya pada sopir.


"Iya, neng" jawab sang supir, Soraya menggeser duduknya menjauh dari Tegar, Tegar memang benar tak mungkin dirinya cinta sejati Tegar, Soraya merasa dirinya bermimpi terlalu tinggi, Soraya jadi ingat dari mana dia berasal, posisi sekarang dia dapat karena Tegar, tetap saja dirinya bawahan Tegar, jadi jangan pernah bermimpi jadi nyonya Tegar, Soraya menarik nafas nya dalam-dalam, tiba-tiba Soraya merasa udara dalam mobil ini sedikit dan dadanya terasa sesak, Soraya membuka kaca mobil sedikit lalu memandang keluar, membalikkan badan membelakangi Tegar, dan posisi itu tidak berubah hingga mereka tiba di rumah.


Soraya pun langsung turun dari mobil, lalu berjalan terus tanpa melihat ke arah Tegar lagi.


Langkah Soraya terhenti saat seseorang menghadangnya dari depan dan menarik dirinya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Tegar pun terdiam di tempat melihat adegan yang sedang terjadi di depan matanya...


__ADS_2