Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 42. Keputusan Soraya


__ADS_3

Soraya seketika menjadi kaku, seperti patung melihat cahaya itu, cahaya itu sedang menuju ke arahnya, apa yang di kejar oleh cahaya itu sekarang adalah dirinya? itu tidak mungkin? bagaimana dengan Karin?.


"Tidakkkk!" teriak Soraya ketakutan sambil menutup telinganya, Tegar amat terkejut mendengarnya hingga kemudi di tangannya agak sedikit oleng.


Tegar segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan, Tegar melihat Soraya meringkuk di dalam mobilnya sambil ketakutan dan bergetar hebat.


Tegar yang kebingungan langsung melihat ke arah tadi Soraya melihat, memastikan apa yang telah Soraya lihat, hingga dia ketakutan seperti itu. Tapi Tegar tak melihat apapun, Tegar menoleh lagi ke arah Soraya yang masih dalam posisi ketakutan, Tegar memeluk punggung Soraya, sambil berbisik "jangan takut ada aku!" untuk beberapa saat lamanya tubuh Soraya masih bergetar, tapi perlahan Tegar rasakan getaran itu pun hilang, setelah getaran itu hilang Tegar melepaskan pelukannya dari Soraya, Tegar menatap wajah Soraya yang kini sudah terlihat, agak tenang, Tegar membantu Soraya agar bangun, Soraya melihat ke sekeliling nya, memastikan apa yang dilihat nya tadi sudah tidak ada.


Soraya duduk sambil menyandarkan punggungnya di jok mobil, dadanya masih berdebar dengan kuat, air matanya tak terasa keluar dengan sendirinya, membayangkan hal yang akan terjadi padanya nanti. Tegar yang melihat air mata Soraya menjadi lebih bingung, karena tak tahu harus bagaimana, sebenarnya apa yang terjadi pada Soraya? apalagi sekarang wajah Soraya memperlihat kesedihan yang amat sangat.


"Ada apa?" tanya Tegar kebingungan.


Soraya yang mendengar pertanyaan Tegar menoleh ke arah Tegar.


"Aku akan meninggalkan mu!" jawab Soraya lirih.


Tegar terdiam apa maksud dari ucapan Soraya, Tegar membalas tatapan mata Soraya dan terkejut saat tiba-tiba Soraya memeluknya erat, bahkan seperti tak ingin terlepas lagi, Tegar dapat merasakan ketakutan dalam hati Soraya, yang Soraya perlihatkan dalam pelukan yang Soraya lakukan padanya.


"Jaga dirimu baik-baik, jika aku telah pergi!"


"Memangnya kamu akan pergi kemana?"


"Ketempat yang jauh, yang tak akan pernah mau kamu kunjungi" jawab Soraya.


"Aku titip Karin!" lanjut Soraya, apa maksud Soraya mengatakan semua itu? apa Soraya mau pergi sendiri? bahkan Soraya menitipkan Karin padanya, apa maksud Soraya dia akan pergi jauh seorang diri?" hati Tegar bertanya-tanya.


Soraya melepaskan pelukannya pada Tegar lalu mengusap air matanya,melihat dirinya di cermin, lalu segera menoleh kembali ke arah Tegar.


"Maafkan aku! ayo berangkat, aku takut nanti terlambat sampai di kantor" ucap Soraya, dengan ekspresi wajah normal.


Tegar menatap ke arah Soraya dengan tajam, bingung dengan apa yang terjadi pada Soraya barusan, Tegar merasakan bulu kuduknya berdiri, setelah semalam bermimpi aneh dan sekarang melihat tingkah aneh Soraya, menimbulkan perasaan yang tidak enak pada hatinya.

__ADS_1


"Ayo jalan!" ucap Soraya tanpa melihat ke arah Tegar, karena Soraya tahu kalau Tegar sedang menatap ke arahnya, rasanya mulai sekarang dirinya tak akan pernah bisa lagi menatap Tegar, Soraya merasa dirinya harus sedikit menjauh dari Tegar, agar dirinya tidak terlalu berat saat nanti mereka akan berpisah.


Tegar mengalihkan pandangan ke arah kemudi lalu menyalakan mesin mobil walau dalam benaknya masih banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Soraya.


Tepat jam kantor di mulai Tegar dan Soraya baru saja tiba, Soraya langsung berjalan perlahan tanpa menunggu Tegar, yang sedang menyerahkan kunci mobilnya pada satpam. Tegar melihat kepergian Soraya dengan ekspresi yang tidak dapat di ungkapkan, Tegar mengejar langkah Soraya namun terhenti saat melihat Fernando lebih dahulu menghampiri Soraya, mereka berdua masuk ke dalam lift, Tegar hanya terpaku di tempatnya hanya melihat lift itu membawa Soraya dan Fernando pergi, ada perasaan yang ganjil di hatinya, hatinya seperti kosong, Tegar teringat mimpi nya semalam tentang cinta sejatinya yang akan hilang jika dirinya tak mengingat dia secepatnya.


"Pagi pak!!" sapa salah seorang staf nya membuat Tegar terlepas dari lamunannya.


"Pagi!" balas Tegar dengan ramah, Tegar akhirnya masuk ke dalam lift.


Tegar langsung masuk ke dalam ruangan, lalu membuka laci mejanya, mengambil sebuah alat yang ada di sana, Tegar mengambil sebuah alat yang seperti remote televisi, Kemudian menekannya perlahan dan terlihat di sana di sebuah dinding ruangannya, sebuah foto besar bergeser dengan perlahan.


Tegar duduk di kursinya, lalu menatap ke arah Foto tersebut, tak lama sebuah jendela kaca terlihat, ekspresi wajah Tegar mulai terlihat berubah, Tegar merasa terkejut saat melihat pemandangan di balik jendela tersebut, tangannya mencengkram erat kursi tempat duduknya.


"Kenapa dia ada di sana!"


Tegar melihat Fernando sedang berada di ruangan Tegar, Tegar melihat Fernando sedang melihat ke arah Soraya dengan pandangan yang aneh dan mencurigakan. Tegar terus memperhatikan bagaimana tatapan Fernando pada Soraya yang sedang melihat beberapa dokumen di atas mejanya.


"Ada apa?"tanya Soraya yang melihat Fernando bengong.


"Tidak" jawab Fernando, sedangkan di ruangan lain ada yang melihat adegan itu mengeram kesal.


"Cepat angkat teleponnya, gadis bodoh!!" umpatnya kesal. tapi seperti terdengar oleh Soraya, Soraya pun segera mengangkat telepon yang ada di sampingnya.


"Halo"


"Halo!!" ucap Soraya begitu mengangkat telepon dari Tegar.


"Cepat kamu kemari!" jawab Tegar cepat tanpa basa-basi.


"Baik"

__ADS_1


Soraya terlihat sedikit berbincang dengan Fernando lalu keluar dari ruangannya menuju ruangan Tegar. Tegar segera menutup jendela rahasianya, melihat Soraya keluar dari ruangannya.


"Ada apa pak?" tanya Soraya begitu ada di dalam ruangan Tegar.


"Duduk di sana!" jawab Tegar, sambil menunjuk ke arah Sofa, Soraya mengikuti permintaan Tegar, tak lama setelah melihat Soraya sudah nyaman duduk di sofa,Tegar berdiri dan berjalan ke arah Soraya. Mata mereka saling bertemu karena saat ini mereka sedang saling pandang .


"Apa yang sedang kamu lakukan di ruangan baru kamu?" tanya Tegar.


"Aku sedang menandatangani beberapa berkas yang di bawa Fernando"


"Apa kamu tahu apa yang Fernando lakukan selama kamu memeriksa berkas itu?" tanya Tegar lagi.


"Apa maksud bapak?" kali ini Soraya tidak menjawab pertanyaan Tegar tapi malah membalikkan pertanyaan Tegar.


"Kamu tidak sadar jika dia melihat ke arah kamu terus saat itu!" jawab Tegar.


Soraya terkejut, lalu tertawa kecil, "wajarlah pak, dia kan sedang menunggu berkas itu! " Soraya merespon ucapan Tegar.


"Itu tidak wajar!!" sentak Tegar.


Soraya terdiam karena terkejut, melihat wajah Tegar yang serius Soraya tak berani .


menatap Tegar yang sepertinya sedang marah padanya.


"Lihat aku!!" pinta Tegar, yang melihat Soraya tertunduk di depannya. Soraya mengangkat kepalanya lalu menoleh ke arah Tegar yang ternyata sedang menatapnya Tajam, masih ada kemarahan di mata Tegar, entah apa kesalahan yang telah di lakukan oleh Soraya? hingga Tegar semarah itu padanya.


"Dia menyukai kamu!"


Soraya yang mendengar ucapan Tegar tertawa kecil.


"Aku sudah tahu!" jawab Soraya dengan nada biasa, membuat mata Tegar membesar dua kali lipat.

__ADS_1


Soraya ingat Fernando memang pernah mengungkapkan isi hatinya, tapi di tolak oleh dirinya, karena Soraya saat itu tak mau Fernando sampai tahu tentang Tegar yang saat itu sedang berada di dunia lain, Soraya berpikir jika dirinya dekat dengan Fernando keberadaan Tegar akan mudah ketahui oleh Fernando yang saat itu sudah sering melihat dirinya bicara sendiri.


__ADS_2