Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
31. Hubungan Tegar dan Soraya


__ADS_3

"Bukan urusan kamu!" jawab Soraya, ketus. Soraya merasa Tegar menjadi orang yang sangat menyebalkan hari ini.


Tegar, Soraya dan Fernando menunggu tukang pijat yang di jemput oleh sopir datang, duduk di sofa bertiga, tanpa bicara satu lain karena situasi kikuk telah terjadi di antara mereka, hanya tatapan mata mereka yang sesekali saling menyapa.


Sekitar tiga puluh menit, tukang pijat pun datang, dan segera menghampiri Soraya dan memeriksa kakinya.


Soraya begitu di pegang kakinya, secara spontan meraih tangan Fernando yang ada di sampingnya, Tegar yang melihat itu menatap tajam ke arah Soraya, tapi Soraya sepertinya tidak perduli, karena Soraya sedang menahan rasa sakit yang di rasakan oleh kakinya.


"Sudah neng!" ucap tukang pijat itu.


"Su_sudah ya, pak?" tanya balik Soraya sambil memutarkan kakinya ke kanan dan ke kiri, benar yang dikatakan oleh tukang pijat itu, kakinya sudah tidak sakit lagi.


"Sudah tidak sakit lagi bukan? atau mau pura-pura masih sakit? tangan masih gandengan gitu!!" ucap Tegar.


Soraya dan Fernando saling pandang lalu menatap Tegar, Soraya segera melepaskan tangannya dari tangan Fernando, Tegar mendengus kesal.


"Ada apa dengan dirinya?" tanya Fernando, yang melihat Tegar sejak tadi bawaan nya emosi saja.


"Sedang datang bulan barangkali" bisik Soraya, membuat Fernando seketika.


Mendengar Fernando tertawa keras, Tegar menoleh ke arah Fernando dan Soraya, terlihat bibir Tegar komat-kamit tak jelas.


Tegar naik ke atas untuk menemui Amanda yang tidak turun makan malam.


"Kenapa dia tidak turun makan?" tanya Tegar penasaran.


Tegar mengetuk pintu kamar Amanda, tapi tak ada jawaban dari dalam kamar.


"Jam segini sudah tidur!" ucap Tegar, lalu pergi meninggalkan kamar Amanda, masuk ke dalam kamar nya. Tegar terkejut saat melihat Amanda ternyata berada di dalam kamarnya tertidur pulas, tak ingin mengganggu Amanda, Tegar pun keluar dari kamarnya, lalu turun dan melihat Soraya dan Fernando masih di tempat yang sama, entah apa yang sedang mereka bicarakan, Soraya melihat kedatangan Tegar begitu pula Fernando yang akhirnya terpaksa memanggil Tegar untuk bergabung.


Tapi Tegar menolaknya, Tegar mencari ayahnya, ada sesuatu yang hendak Tegar tanyakan pada Ayahnya.


Soraya sedih merasa Tegar, menghindarinya. Fernando melihat itu, sedikit ragu Fernando menyentuh tangan Soraya, dan menariknya ke atas pangkuannya.


"Mungkin Tegar tak bisa mengingat kamu, karena kamu hadir dalam hidupnya ketika dia koma, jadi mulai sekarang kamu harus bisa belajar untuk melupakan nya, minimal merelakannya" ucap Fernando dengan suara yang lembut.


"Bisa saja Tegar mengingat kamu suatu saat, tapi itu memakan waktu yang lama" lanjut Fernando, Soraya menatap Fernando, lalu mengangguk pelan.


"Aku tahu" ucap Soraya dengan wajah sedih, Fernando menarik Soraya masuk ke dalam pelukannya, memeluknya erat, sedih rasanya melihat orang yang kita cinta menangisi orang lain, Fernando mempererat pelukannya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya...


Seperti biasa Tegar dan Soraya berangkat bersama, Tegar dan Soraya masih bekerja di ruangan yang sama, Tegar sengaja tidak memindahkan Soraya ke tempat lain, walau sebenarnya Tegar tidak suka bekerja dalam satu ruangan bersama yang lain.


"Besok kita harus pergi ke Cirebon, mungkin selama dua hari!" ucap Tegar.


"Baiklah"


"Kamu persiapkan berkas-berkas yang harus di bawa jangan sampai ketinggalan!" pesan Tegar.


"Siap pak!!"


Hari itu Tegar dan Soraya benar-benar serius bekerja, tak ada waktu untuk bersantai, hingga tak terasa jam pulang pun tiba, Soraya bersiap akan pulang, Fernando yang berdiri di depan pintu ruangan Soraya , tersenyum menyambut Soraya keluar.


"Kita bisa berangkat sekarang?" tanya Fernando pada Soraya.


"Tentu saja!" jawab Soraya, lalu mengikuti Fernando.


Tegar terpaku di tempatnya melihat Soraya meninggalkan, dirinya tanpa berkata apapun.


***


"Jam segini belum pulang!"


"Siapa?" tanya Ayah Tegar.


"Amanda" jawab Tegar.


"O_sia sudah biasa pulang malam, jangan terlalu khawatir!"


"Apa Amanda sering pulang malam?" tanya Tegar tak percaya, Amanda adalah orang asing di kota Jakarta ini, kemana Amanda pergi, sampai malam-malam begini?


Tepat jam sebelas malam, suara mobil masuk ke dalam garasi terdengar, Tegar pun segera berdiri dari duduknya, terlihat Tegar menghembuskan nafas panjang melihat siapa yang datang.


"Sayang, kamu menunggu aku yah?" tanya Amanda dengan suara manjanya.


Tegar menganggukkan kepalanya, Amanda yang melihat Tegar menganggukkan kepalanya, Amanda tersenyum lebar, tanpa segan Amanda mengalungkan tangan nya di leher Tegar, hendak mencium Tegar tapi langsung Tegar mengelak.

__ADS_1


"Ada ayah, jaga kelakuan kamu!" bisik Tegar.


Amanda mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Tegar, lalu menoleh ke arah Tegar yang sedang menatap ke arah mereka, Amanda tersenyum saat mata nya bertemu dengan mata Ayah Tegar.


"Ayo sayang kita ke kamar!" ajak Amanda sambil menggandeng Tegar, tapi kaki Tegar seperti terpatri di tepatnya tidak bergerak sama sekali, Tegar merasa hati nya belum tenang, padahal Amanda sudah pulang, Tegar melirik jam di tangannya sekali lagi, hampir jam dua belas malam, tapi Soraya belum pulang juga.


"Ayo sayang!" ajak Amanda lagi.


Melihat Tegar tak kunjung bergerak juga, Amanda menjadi kesal, sebenarnya siapa yang di tunggu Tegar, karena mata Tegar terus tertuju pada pintu masuk.


"Kamu menunggu aku atau ada orang lain lagi yang kamu tunggu?" tanya Amanda.


"Soraya belum pulang!" jawab Tegar.


Amanda mendengus kesal ternyata Tegar tak menunggu dirinya, tapi menunggu Soraya.


"Jadi kamu menunggu Soraya bukan aku?" protes Amanda dengan kesal.


Tegar menoleh ke arah Amanda, Tegar baru menyadari bahwa perkataan telah menyinggung Amanda, Tegar merasa bersalah karenanya, dengan suara lembut Tegar berkata pada Amanda.


"Besok aku dan Soraya harus pergi ke Cirebon pagi-pagi, aku takut besok dia terlambat bangun pagi, pertemuan di Cirebon amat penting!" jelas Tegar.


Amanda menatap Tegar, dengan kesal lalu bertanya "kalian hanya berdua pergi ke Cirebon?"


"Iya


"Aku tidak bohong kan, kalau ini perjalanan bisnis?" tanya Amanda curiga.


"Apa maksud kamu?"


"Kalian di sana bukan untuk berkencan kan?"


"Tentu saja tidak, kalau kamu tak percaya, kamu bisa ikut kami!" ajak Tegar.


Amanda terdiam, besok dia ada janji dengan Sopyan, pasti Sopyan mengajaknya bersenang-senang, tapi apakah aman membiarkan Tegar dan Soraya berduaan? Amanda menatap Tegar, bagaimanapun Amanda tak ingin kehilangan Tegar.


"Apa aku bisa memegang ucapan kamu, bahwa kamu di sana bersama Soraya hanya bekerja?" tanya Amanda, Tegar melihat rasa cemburu dan khawatir di mata Amanda, Tegar tersenyum lalu menarik Amanda agar lebih dekat dengannya, lalu berkata.


"Tentu saja! kamu kan calon istriku dan aku hanya mencintai kamu" ucap Tegar sambil mencubit pipi Amanda dengan gemas, saat itu tepat pintu di buka oleh Soraya, Soraya terdiam di tempat melihat yang adegan yang terjadi tepat di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2