Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 36. Kegalauan Tegar


__ADS_3

"Neng mau ke mana?" tanya sopir taksi, membuat Soraya tersadar, dari lamunannya sejak tadi, Soraya pun bingung mau ke mana? Soraya ingat rumah peninggalan kedua orang tuanya, sebulan ini Soraya belum ke sana, Soraya segera meminta sopir taksi itu menuju alamat yang di sebut olehnya, tapi sebelumnya dia menjemput Karin di rumah Tegar.


Sekitar satu jam lamanya akhirnya Soraya tiba di rumahnya, rumahnya kini sudah banyak perbaikan, karena selama Soraya bekerja dengan Tegar, Soraya selalu menyimpan uangnya untuk memperbaiki rumahnya sedikit demi sedikit.


"Ini rumah kita ka?" tanya Karin


"Iya" jawab Soraya yang tersenyum lebar melihat ekspresi wajah Karin yang terlihat sangat terkejut melihat rumahnya yang sekarang.


Soraya memutar kunci rumahnya perlahan, sejak rumah ini rampung di perbaiki Soraya belum kemari untuk melihatnya.


Soraya dan Karin masuk perlahan ke dalam rumah mereka, rumah mereka sekarang banyak berubah dan itu membuat Soraya dan Karin tersenyum lebar, rumah kuno mereka yang dulu hilang, kini berganti dengan rumah bergaya minimalis yang cantik.


"Ayah, ibu aku sudah memperbaiki rumah kita" ucap Soraya.


"Aku tinggal mengisinya dengan barang barang baru, lalu aku akan membawa Karin kembali tinggal di sini, di rumah kita"


"Aku mau ka!" seru Karin, Soraya memeluk adiknya erat, mendengar jawaban dari Karin, ternyata Karin masih mau tinggal di sini bersamanya, setelah sekian lam tinggal di rumah Tegar yang serba mewah itu.


Soraya dan Karin mendatangi rumah bibinya, lalu mengobrol di sana, sampai sebuah panggilan dari handphone nya terdengar.


"Kamu di mana?"


"Aku di rumah bibi ku, sepertinya aku akan menginap di sini, sampaikan sama ayah dan ibu Tegar" jawab Soraya lalu memutuskan sambungan telepon dari Fernando.


***


Tegar yang sejak tadi sibuk mengatur ruangannya, terkejut saat seorang office boy menghampiri nya lalu berkata "ruangan Bu Soraya sudah beres kami rapihkan, pak!"


"Katakan itu pada Bu Soraya, bukankah dia sejak tadi bersama kalian?"


"Maaf pak, Bu Soraya tidak ada di tempat, dari kami mulai memindah kan meja dari ruangan ini"

__ADS_1


"Deg!" jantung Tegar serasa berhenti mendengar itu, Tegar bertanya dalam hatinya kemana Soraya pergi?.


"Bukan urusanku!!" bathin Tegar yang lainnya yang ternyata masih kesal dengan Soraya, mencoba untuk menolak mengkhawatirkan Soraya.


Tegar pulang ke rumah tanpa Soraya, seperti saat tadi Tegar pergi ke kantor.


"Dia pasti sudah ada di rumah sekarang!" ucap Tegar pelan.


Tegar turun dari mobilnya lalu berjalan cepat ke arah pintu, seperti tidak sabar ingin bertemu dengan seseorang Tegar berjalan dengan cepat, Tegar terkejut saat melihat Amanda datang menyambut nya dengan sebuah pelukan erat.


Tegar membalas pelukan dari. Amanda tapi matanya terlihat ke sana kemari, seperti mencari seseorang.


"Kenapa rumah sepi sekali?" tanya Tegar, sambil melepaskan pelukan Amanda dari nya.


"Aku juga enggak tahu, Ayah dan ibu kamu seperti nya ada di kamar mereka, Fernando dan Soraya belum pulang kerja" jelas Amanda.


Tepat saat itu Fernando pun baru tiba, Tegar dan Amanda melihat ke arahnya, Fernando datang sendiri, di mana Soraya?.


"Katakan pada Om dan Tante, Soraya menginap di rumah tantenya" ujar Fernando, saat berhenti sebentar ketika dirinya sudah berada di dekat Tegar dan Amanda, lalu melanjutkan langkahnya, meninggalkan Tegar dan Amanda.


Sedangkan Tegar terpaku di tempatnya mendengar kabar dari Fernando, rumah tantenya?? di mana itu?? Tegar merasa panik kerena dirinya tak mengingat apapun tentang Soraya saat ini.


"Aku harus bertemu dengan Ayah dan Ibu!!" ucap Tegar dengan tergesa-gesa.


Amanda kebingungan dengan reaksi yang di tunjukan oleh Tegar, yang kebingungan saat mendengar tentang Soraya.


"Ada apa sayang?" tanya Amanda, sambil menahan kepergian Tegar, Tegar menatap wajah Amanda, Tegar lupa jika dia sekarang bersama Amanda, tapi dia malah mengkhawatirkan Soraya, Tegar melihat ekspresi sedih dan kesal dari wajah Amanda, Tegar secara tiba-tiba menarik Amanda masuk ke dalam pelukannya, ada rasa bersalah yang amat sangat karena mengkhawatirkan wanita lain dengan jelas di depan Amanda.


Tegar sendiri selalu bingung dan merasa aneh dengan dirinya sendiri, belakangan ini yang Tegar ingat kalau dirinya memang mencintai Amanda tapi jauh di lubuk hatinya yang terdalam entah mengapa Tegar merasa tertarik dengan Soraya bahkan merasa Soraya sebenarnya adalah miliknya.


"Kamu masih sayang aku kan?" tanya Amanda, Tegar terdiam Tegar bingung harus mengatakan apa, dalam ingatannya memang Amanda yang dia cintai olehnya, tapi kenapa hatinya terus mengingat tentang Soraya.

__ADS_1


"Iya" jawab Tegar pelan, mendengar itu Amanda lebih mengeratkan pelukannya.


"Maaf kan aku, jika aku membuat kamu bingung, aku seperti orang lain belakang ini" lanjut Tegar.


"Itu wajar sayang, ingat kamu baru sadar dari koma!" ucap Amanda menenangkan Tegar, walaupun hatinya kesal dan marah sekaligus khawatir Tegar akan mengingat tentang siapa Soraya, walaupun dokter pernah mengatakan hal itu tak mungkin terjadi, karena Soraya hadir saat Tegar koma, bahkan mereka tak pernah saling berjumpa, atau bertemu Tegar pasti.lupa dengan Soraya, tapi ada yang dokter tidak tahu, jika Soraya dan Tegar pernah bertemu dan selalu bersama selama ini, bahkan terlalu dekat, itu yang di khawatir kan oleh Amanda, karena sekarangpun walau Tegar melupakan siapa Soraya, tapi hatinya telah terpaut pada Soraya, dan Amanda melihat itu semua dalam diri Tegar.


"Sepertinya aku harus segera menyingkir kan Soraya dari hidup Tegar" ucap Amanda dari dalam hatinya.


Tegar malam ini tidak dapat memejamkan matanya, tubuhnya bulak balik tidak jelas, tak ada posisinya yang nyaman dia rasakan di atas tempat tidurnya, yang akhirnya membuat Tegar terpaksa turun dari tempat tidurnya, Tegar melihat jam di dindingnya, sudah jam dua malam


"apa yang dia lakukan di sana?" ucap Tegar.


"Apa aku harus menyusulnya kesana, kenapa aku punya firasat buruk tentang tempat itu!"


"Tapi aku tidak tahu di mana rumahnya!" Tegar mengacak-acak rambutnya, bingung kenapa di kepalanya yang ada hanya wajah Soraya, padahal Soraya baru malam ini tidak tidur di rumah.


"Sepertinya aku benar-benar harus menemuinya!" ujar Tegar kesal.


Tegar keluar dari kamarnya, lalu masuk ke dalam kamar Soraya yang tidak terkunci, Tegar mencari handphonenya yang di pegang oleh Soraya, Tegar membuka laci meja Soraya, dan benar handphone itu ada di sana, ⅔


Tegar duduk di tepi tempat tidur Soraya, bau tubuh Soraya tercium oleh hidung Tegar, bau yang tidak aneh tercium olehnya, Tegar membuka handphonenya lalu mencari nomor telepon Soraya.


"Halo!"


"Alamat kamu di mana?" tanya Tegar.


"A_aku di"


"Share location, cepat! Aku kesana sekarang" potong Tegar.


Soraya menarik nafasnya dalam-dalam, dia bingung apa dia harus mengirimnya atau tidak, tiba-tiba Soraya mendengar seseorang sedang mencoba membuka pintu rumahnya, Soraya memberanikan diri untuk melihatnya, Soraya sangat terkejut saat melihat kedua mata Risman yang lebar tengah melihat dirinya dari balik kaca jendela, Soraya ketakutan lalu masuk kembali ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Soraya menahan nafas saat telinganya masih mendengar suara pintu rumahnya masih di coba di buka oleh Risman, Soraya melihat ke arah Karin yang tertidur nyenyak, lalu terkejut lagi saat mendengar pintu rumahnya sedang di ketuk seseorang.


Soraya yang awalnya tak berani keluar dari kamarnya, terpaksa memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi, karena suara ketukan itu makin keras saja, Risman tak mungkin melakukan hal itu, apa ada orang lain? Risman membawa temannya! pikiran Aneh mulai menyerang Soraya, yang tentu saja membuat tubuh Soraya bergetar ketakutan.


__ADS_2