
Ray berkemas-kemas di dalam kamarnya sambil menelpon seseorang.
" Aku akan sampai di Jakarta pukul 19.00, tunggu aku di Bandara. "
Ray meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada Ny.Rosefa dan pergi dengan supir menuju Changi Airport .
.
.
.
Ternyata orang yang Ray telepon saat Ia di Singapura adalah Dev.
tampak Dev dengan setelan celana Jeans ponggol yang dipadukan dengan kaus oblong berwarna biru sedang menggeret sebuah koper. sementara itu Ray dengan jaket jeans nya berjalan didepan Dev.
Dev menyetir dengan santai menuju Villa pribadi Ray.
" Kita tidaj usah ke Villa Dev! "
" Lalu kita kemana Tuan? "
" Kerumah mu saja! " jawab Ray santai.
" Tapi ..... " kata-kat Dev terputus. tampak keraguan menyelimuti wajahnya.
Ray mengernyitkan dahi melihat ke arah Dev.
Dev yang tau sedang di lihati oleh Ray,akhirnya tak bisa membantah dan memberikan alasan yang sesungguhnya Ia keberatan atas permintaan Ray.
" Baiklah Tuan .." jawab Dev pada akhirnya.
...***...
Shiera sedang berbelanja dengan suaminya, Rifan.
setelah mereka mengantarkan Fero dan Miko ke bimbingan belajar, mereka pun pergi menuju supermarket.
saat sedang dalam perjalanan, Rifan buka suara.
" Sayang .. kemarin Miko ada cerita ke Aku. " ucap Rifan.
" Cerita apa sayang?! "
" Hmm.. tapi kamu jangan marah ya. "
__ADS_1
" kenapa harus marah? " tanya Shiera penasaran.
" Sebab ini tentang Ayah kandung Miko.Ray. Miko bilang, Ayah kandung nya datang waktu kalian pergi berbelanja bersama Arin ke Mall. kamu sudah cerita ke Miko yang sebenarnya? "
" jantung Shiera seperti berhenti mendadak mendengar Rifan membahas kejadian yang sengaja Ia tutupi niat untuk menjaga perasaan Rifan. "
" Maaf Fan ... Aku takut kamu salah paham. Aku ... Aku tidak bermaksud memberitahunya,tapi pada saat itu Arin berang dan memukuli Ray karena Arin pikir Dia pelaku pelecehan seksual." Shiera menunduk menjelaskan.
Rifan mengelus rambut Shiera, lalu menggenggam tangan nya.
" Sudah sejauh ini lika liku yang silih berganti dalam pernikahan kita, namun kamu mampu bertahan denganku, tetap sama Aku. disitu Aku sudah bersyukur sekali. masa begitu saja Aku harus salah paham dengan kamu sayang. cuma memang Aku cemburu saat kamu dipeluk olehnya."
" Maaf ... itu terjadi dengan tiba-tiba saja Fan ...
ak.. aku udah mencoba melepaskan diri. makanya Miko sempat juga tuh gigit tangan Ray.
" Iya .. iya aku tau kok sayang. Arin juga sudah jelaskan semuanya. jangan khawatir. "
" Terimakasih Fan ... tapi ada hal yang Aku takutkan sebenarnya. dari dulu ini selalu menghantuiku. "
" Apa itu sayang? " tanya Rifan penasaran.
" Aku takut Ray, takut suatu saat Miko di ambil olehnya. " ucap shiera lirih.
" Amin ya allah ... "
...***...
Pak Hendi sedang menyirami tanaman bersama Arin dan Lila. mereka berkebun untuk menumbuhkan bibit bunga matahari yang di minta oleh Fero.sebagai Kakek sambung, meskipun bukan cucu kandungnya, Pak Hendi amat sayang kepada Fero tanpa membeda-bedakan dengan Miko.
Saat sedang Asyik berkebun, tiba-tiba mobil Maserati Granturismo memasuki gerbang rumah dan berhenti di perkarangan rumah Pak Hendi.
Tampak dua orang pria turun dari mobil itu.mereka adalah Ray dan Dev.
Lila mencibir,
" Ngapain pula nih para bujang lapuk datang kemari?? "
Arin menyikut Lila sebagai kode untuk menjaga lisannya.
" Apaan sih mbak, kan bener... "
" Hussst... kalian lanjutkan lah, Bapak mau terima tamu kita dulu. " ucap Pak Hendi.
" Baik Tuan .."
__ADS_1
" Baik Pak .." ucap mereka bersamaan.
Ray mendatangi Pak Hendi dan menjabat tangan Pak Hendi, sedangkan Dev membungkuk memberi salam dari kejauhan.
" Ayo masuk Ray ..."
Ray mengikuti Pak Hendi memasuki rumah yang kini sudah terasa asing Ia masuki, namun kini dengan suasana yang berbeda sebab nuansa rumah sudah berubah total dari biasanya.
dulu rumah itu terasa suram bercat abu-abu tanpa sentuhan warna. sekarang warna hijau tosca berpadu dengan warna putih menghiasi dinding, belum lagi tanaman-tanaman hidup yang tumbuh di sudut-sudut rumah.
" Suasana nya menjadi berbeda ya Pa setelah lama Ray tidak berkunjung. "
" Iya ... Papa juga rasa begitu. sebab ini ulah dari anak Papa yang dulu papa cari-cari . "
" Adiknya indah ya pa? "
" Ray, yang kamu harus tau , Indah bukan lah anak kandung Papa. Anak kandung Papa bernama Shiera. "
" Shiera? " celetuk Ray.
Pak Hendi mengangguk.
Ray bertanya- tanya dalam hati,
" Sebenarnya ada berapa orang didunia ini yang bernama Shiera? begitu pasaran kah nama itu? "
Melihat raut wajah Ray penuh kebingungan, Pak Hendi mengambil 1 figura di sudut dekat TV dan memberikannya pada Ray.
Sebuah foto keluarga bahagia terdiri dari seorang kakek dengan dua orang cucu dan sepasang anak menantunya.
" Itulah keluargaku yang sebenarnya! " ucap Pak Hendi dengan bangga.
" Pa ... Shiera ini? " Ray menunjuk wajah Shiera memberitahukan pada Pak Hendi.
Pak Hendi mengangguk. lalu Ia menjelaskan panjang lebar semuanya pada Ray bahwa Indah adalah anak yang Ia besarkan dan bukan anak kandung,namun Shiera yang selama ini menghilang, itulah anak kandungnya. dan yang membuat Ray tercengang, Pak Hendi sudah mengetahui segalanya bahwa Ray adalah ayah kandung dari Miko.
" Namun Ray, Aku tidak menyalahkanmu atas kejadian di masa lalu yang kamu menelantarkan Shiera dan Miko. yang Papa minta sekarang, kamu cukup tau diri saja untuk tidak lagi mengusik kedamaian rumah tangga mereka. Shiera dan Rifan sudah cukup menderita selama ini. "
" Pa ... kalau papa tau ini, kenapa Papa tidak pernah bilang pada Ray? jujur ... Ray menyesal Pa .. Ray banyak salah dan ada niat memperbaiki dengan Shiera. "
" Ray ... kamu harus memiliki hati yang besar untuk orang yang kamu sayangi. dan kamu harus tau, Rifan dan cuma Rifan yang akan aku anggap menantuku satu-satu nya ."
Muka Ray memerah, Ia begitu diselimuti rasa yang campur aduk.
Ia pun pada akhirnya pamit berjalan lunglai dengan mata berkaca-kaca masuk kedalam mobil.
__ADS_1