
Tegar membuka matanya lebar-lebar, tak percaya dengan apa yang di lihatnya barusan, benarkah semua itu.
"Aku harus pergi, waktuku bersama kamu telah habis, kalau tidak percaya dengan apa yang kamu lihat sendiri, cobalah cari bukti,tapi jangan lama-lama"
Tegar terbangun dan terkejut mendapati dirinya sedang berada di sebuah pesta, Tegar menatap ke arah Amanda yang berdiri tak jauh di depannya. Tegar berjalan mendekati Amanda yang terlihat sangat cantik malam ini, Tegar menarik Amanda mendekat padanya dengan kuat, Soraya melihat adegan itu pergi ke tempat lain, agar hatinya tidak terlalu sakit. Amanda yang awalnya tersenyum lebar, karena mendapat perlakuan manis dari Tegar kini meringis kesakitan saat merasa Tegar bukan lagi memeluknya saat ini tapi menekan dirinya erat hingga Amanda merasa sesak di buatnya.
Amanda menatap Tegar, .sambil menahan Tegar agar tidak menekan dirinya lagi, tapi Tegar seperti tidak memperdulikan keadaan Amanda.
"Tegar tolong lepaskan aku!" ucap Amanda terbata-bata.
Tegar terkejut, dia menatap Amanda lalu segera melepaskan Amanda setelah itu pergi meninggalkan Amanda, Amanda pun segera mengejar Tegar, namun Tegar telah menghilang dengan cepat dan Amanda kehilangan jejaknya, Amanda kembali ke ruangan pesta, mencoba bersikap seperti tidak terjadi apapun.
***
Tegar masuk ke dalam mobilnya lalu pergi keluar meninggalkan pesta pertunangannya, dalam perjalanan yang entah akan kemana Tegar mengingat sesuatu, sesuatu yang menurutnya penting.
"Gadis bergelang pink!" seru Tegar.
"Sepertinya aku harus mencari gadis itu dengan segera, persetan dengan Amanda!" maki Tegar.
Tegar setelah merasa tenang pulang kembali ke rumahnya, yang malam itu telah sepi, karena pestanya pasti sudah berakhir.
"Dari mana kamu?!" tanya Amanda yang sejak tadi menunggu kedatangan Tegar.
Tegar menatap Amanda sebentar, lalu meneruskan langkahnya menuju kamarnya, Amanda menarik tangan Tegar menghentikan langkah Tegar.
"Ada apa denganmu?!" tanya Amanda lagi.
Tegar tidak menjawab namun menatap Amanda dengan tajam dan penuh rasa marah, membuat Amanda sedikit gemetar.
"Apa yang telah terjadi?" tanya Amanda dengan suara yang parau.
Tegar melepaskan tatapannya dari Amanda, lalu meninggalkan Amanda tanpa jawaban apapun, membuat Amanda kebingungan sekaligus ketakutan. Apa yang terjadi pada Tegar? Amanda mengejar Tegar.
"Tunggu!" seru Amanda.
"Katakan padaku apa yang terjadi, mengapa kamu seperti ini?" tanya Amanda.
Tegar menatap Amanda lalu tersenyum kecil menunjukkan wajah ramah.
"Maafkan aku membuat mu khawatir, tidak terjadi apa-apa, tadi ada sedikit berita buruk yang membuatku sedikit emosi" jelas Tegar, berusaha menahan perasaan pada Amanda, Tegar merasa harus mencari bukti dahulu baru memutuskan Amanda.
__ADS_1
Tegar sebenarnya belum sepenuhnya percaya Amanda melakukan hal ini di belakangnya, namun bayangan itu dengan jelas memperlihatkan apa yang telah di lakukan Amanda, namun tak mungkin Tegar memutuskan Amanda berdasar bayangan tersebut, Tegar harus mempunyai bukti kongrit dan nyata.
"Aku capek, aku mau tidur!" pamit Tegar.
Amanda seperti memaksakan sebuah senyuman hadir di bibirnya karena Amanda masih merasakan hal yang aneh dari sikap Tegar padanya.
***
"Pagi!" sapa Soraya yang hari ini menggunakan baju berwarna peach, membuat auranya bersinar membuat semua yang ada di sana memandang ke arahnya, begitu juga Tegar dan Fernando.
"Cantik sekali, apa ada acara?" ucap ibu Tegar.
Soraya pagi ini akan ikut bibinya untuk ikut dalam rombongan pengantin, sepupunya akan menikah hari ini.
"Kakak!!" seru Karin datang dengan pakaian yang berwarna sama.
"Kamu sudah siap?" tanya Soraya.
"Iya"
"Sini sarapan dulu!" ucap ibu Tegar.
Mata Tegar tak pernah lepas dari Soraya pagi itu, rasanya tak ingin melepaskan Soraya pergi sendirian, dengan penampilannya sekarang.
Mendengar itu Tegar langsung mengepalkan tangannya.
"Bukankah pagi ini kamu ada pertemuan dengan klien?" tanya Tegar cepat.
"Masih sempat!" Jawab Fernando.
Tegar menghela nafasnya, karena gagal membuat Fernando tidak jadi mengantar Soraya. Pagi itu Tegar di paksa melihat pemandangan yang menghancurkan mood hatinya.
Soraya dan Karin sudah berada di dalam mobil Fernando, Soraya melambaikan tangannya, Tegar terkejut saat melihat yang menghiasi lengan Soraya pagi itu, di tangan Soraya ada sebuah gelang, gelang yang selalu mencuri perhatiannya selama ini.
Gelang berwarna merah muda dengan hiasan seekor burung bergelantung di pergelangan tangan Soraya,Tegar terpaku di tempatnya, tak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya.
Tegar bersandar di tembok rumahnya, tubuhnya terasa lemas, jadi wanita yang selama ini di carinya adalah Soraya.
"Sayang kamu kenapa?" Amanda merasa khawatir melihat wajah Tegar yang pucat. Tegar menatap Amanda tanpa menjawab, Tegar meninggalkan Amanda begitu saja.
Amanda menjadi kesal dan marah, dengan sikap Tegar beberapa hari ini, padahal mereka telah bertunangan tapi sikap Tegar malah bertambah dingin padanya.
__ADS_1
Amanda yang kesal berjalan menuju mobilnya, Amanda sudah tidak nyaman dengan kondisi ini, dan merasa perlu menghirup udara segar.
Amanda mengarahkan mobilnya ke suatu tempat yang sudah lama tidak dia kunjungi lagi. Amanda yang kesal dengan tidak sabar menekan bel pintu, mencuri perhatian para penghuni apartemen itu
"Orangnya mungkin sedang pergi ba!" ucap penghuni lain di apartemen tersebut.
Tapi Amanda seperti tidak mendengar apa yang di katakan orang itu, Amanda terus menekan bel pintu apartemen itu.
"Berisik sekali!!" Sentak Sopyan pada Amanda.
"Kamu yang lama buka pintunya!" protes Amanda.
"Aku sedang di kamar mandi"
"Aku sedang tidak ingin berdebat, berikan aku sesuatu yang bisa membuat pusing di kepalaku hilang!"
Mendengar itu Sopyan tersenyum lebar, sepertinya hari ini dia akan berbuka puasa.
"Apa yang terjadi?"
"Tegar menjadi lebih dingin padaku sekarang!"
"Apa telah terjadi sesuatu?"
"Tidak tahu!"
Sopyan mendekati Amanda yang tertidur di atas sofa, memijat kepal Amanda lembut, membuat Amanda seketika tersenyum.
"Sepertinya hanya kamu yang mengerti aku"
"Baru sadar!"
Amanda tertawa kecil mendengar Sopyan mengomel, memang Sopyan adalah pria yang baik, bahkan setia tapi satu kekurangan Sopyan yang tak bisa membuat Amanda memilihnya, Sopyan pengangguran tak punya masa depan yang cerah seperti Tegar.
Amanda menatap Sopyan, sedikit tersenyum lalu berbisik.
"Apa kamu mau itu?"
Sopyan menatap Amanda dengan pandangan berbinar, Sopyan tahu apa yang di tawarkan oleh Amanda.
Sopyan mengangguk pelan, Amanda melingkarkan kedua tangannya di leher Sopyan mendekatkan wajah mereka lalu mereka saling berciuman dengan lembut, hingga ada sesuatu yang menjalar yang membuat kedua kemudian terhanyut dalam dunia kenikmatan, suara ******* dari kedua mulut mereka pun mulai terdengar saling bergantian.
__ADS_1
"Brakk!!" suara pintu di buka keras dari luar.
Amanda dan Sopyan yang sedang bergelut di atas Sofa terkejut, terdiam terpaku untuk beberapa saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu.