Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 48. Soraya adalah Tegar


__ADS_3

Soraya menutup mulutnya rapat-rapat di dalam mobil, dia teringat tatapan Tegar padanya, Soraya melihat ada pancaran kesedihan di raut wajah Tegar, saat melepasnya tadi.


Soraya tadi melihat dari kaca spion mobil Fernando, Tegar terus melihat ke arah mobil, sampai bayangan Tegar di spion itu menghilang.


"Jika seperti itu kenapa dia harus membiarkan aku pergi!" umpat Soraya dalam hatinya.


Soraya dan Fernando tiba sampai di tempat tujuan, mereka masing-masing langsung melakukan pekerjaannya hari itu juga, menjelang malam baru mereka pergi ke hotel yang telah di sediakan, Soraya yang merasa lelah langsung masuk ke dalam kamarnya begitu juga Fernando, mereka berdua bahkan baru bertemu lagi keesokan paginya, mereka sarapan bersama dan berangkat bekerja bersama, Fernando merasa lebih bersemangat bekerja dengan adanya Soraya di sampingnya, ternyata Soraya tak bisa di pandang sebelah mata, dia sangat teliti dan cekatan. Fernando menatap ke arah Soraya yang sedang berdiri di ruang meeting di depan para kolega mereka, terlihat Soraya sangat profesional, kalau di lihat lebih teliti gaya Soraya mirip seseorang yang Fernando kenal tapi siapa? kening Fernando berkerut berapa lapis, saat berhasil mengingat mirip siapa gaya Soraya ketika menyampaikan analisanya di dalam meeting.


"Tegar!!" ucap Fernando pelan, tapi bagaimana bisa? bagaimana Soraya ingat sedetail itu mengenai Tegar? jika dia hanya sekedar menirukan gaya Tegar tak mungkin semirip ini! Soraya menyampai sesuatu benar-benar memang dengan gaya Tegar tapi versi wanitanya, baru kali ini Fernando sangat memperhatikan Soraya dan ingat tentang Tegar.


"Benar-benar mirip" lirih Fernando, Fernando seperti melihat Tegar dalam diri Soraya, bahkan Fernando terkejut melihat bayangan Tegar dalam diri Soraya, Fernando di buat keheranan dengan penampilan Soraya, dalam meeting kali ini.


Fernando menghampiri Soraya yang sedang duduk sendiri, ketika meeting telah selesai.


"Kamu hebat!!" puji Fernando pada Soraya.


"Bisa saja!"


"Kamu tadi sampai memukau semua orang yang hadir"


"Benarkah?!"


"Tentu saja, aku yakin proyek kali ini pun jatuh ke tangan kita! walaupun tanpa kehadiran Tegar, tapi aku yakin mereka merasa Tegar sendiri yang bicara, karena gaya mu tadi mirip sekali dengan Tegar!"


Soraya terdiam menatap ke arah wajah Fernando, benarkah apa yang di katakan oleh Fernando? itu mungkin saja terjadi karena selama ini dirinya selalu mengikuti Tegar dalam berbicara di depan orang, hingga kini Soraya tanpa sadar sudah terbiasa dengan semua itu.

__ADS_1


"Aku kan asistennya, jadi aku paham sekali dengannya" jawab Soraya..


Fernando menatap Soraya, jika Soraya benar-benar asisten Tegar, mengapa Tegar sama sekali tidak mengingat siapa Soraya, dan fernando pun telah menyelidiki latar belakang Soraya yang ternyata hanya lulusan SMA, setahu Fernando Tegar tak punya teman apalagi wanita yang hanya tamat lulusan SMA, semua teman Tegar bahkan lulusan universitas luar negeri, yang menjadi pertanyaan Fernando sekarang, di mana Tegar dan Soraya bertemu? dan menjadi dekat?.


"Kapan kamu bertemu Tegar?" tanya Fernando tiba-tiba.


Soraya menatap Fernando sebentar lalu berkata "memang nya kenapa?"


"Hanya sedikit penasaran, gayamu dan gaya Tegar begitu sama, pasti pertemanan kalian sudah sangat lama!" jelas Fernando.


Soraya tak menanggapi ucapan Fernando, dia berdiri dari duduknya, lalu melangkah pergi meninggalkannya Fernando, Fernando mendengus kesal tak di gubris oleh Soraya, rasa penasaran nya begitu sangat tentang hal ini. Fernando segera menyusul Soraya, lalu mulai bertanya lagi, membuat Soraya agak kewalahan karena tak tahu harus cerita bagaimana, karena semua jawaban nya adalah sebuah rahasia.


"Kami sudah mengenal cukup lama, dan itu terjadi kebetulan" jawab Soraya akhirnya.


"Tapi bagaimana bisa kamu seperti Tegar?"


Fernando menghentikan langkahnya, memahami jawaban Soraya, masih ada sedikit keganjalan di sana, Fernando dengan rasa penasaran mengikuti langkah Soraya lagi, Soraya yang tahu Fernando pasti akan bertanya lagi, mempercepat langkahnya, lalu mengambil jatah makan siang nya.


"Kita bicara nanti, perut ku lapar!" potong Soraya sebelum Fernando bertanya sesuatu.


Fernando dengan terpaksa menghentikan rasa penasaran sebentar saat ini, melihat Soraya sudah melahap makan siangnya.


"Nanti malam kita bisa istirahat semalam, bagaimana jika kita jalan-jalan?" ajak Fernando.


"Boleh, tapi aku tak ingin mendapat pertanyaan apapun, aku ingin menikmati malam liburku" ucap Soraya.

__ADS_1


Fernando dengan terpaksa mengangguk, jika sudah seperti ini Soraya pun mirip sekali dengan Tegar, Tegas dan lugas, hingga siapapun lawan bicara nya, pasti akan mengalah, seperti dirinya saat ini.


***


Fernando yang sudah siap, menunggu Soraya di depan pintu kamar Soraya, tak lama menunggu Soraya pun keluar dari kamarnya, sambil tersenyum lebar pada Fernando.


"Malam ini aku akan mengantar kamu kemanapun kamu mau!" ucap Fernando.


"Aku terserah kamu saja, aku tak tahu banyak tentang tempat ini, memang pernah beberapa kali ke sini dengan Tegar, tapi kamu pasti tahu sendiri sifat Tegar, dia itu kurang asyik tak pandai bergaul!" ucap Soraya.


Fernando tertawa mendengar hal itu, dan itu memang sudah tak aneh lagi, sejak dulu mengenal Tegar, Tegar memang sosok pria yang sangat dingin dan kaku, jarang bicara apalagi tersenyum.


Tapi menurut Fernando sejak sadar dari koma Tegar agak sedikit berbeda, dia terlihat lebih banyak bicara dan juga kadang-kadang suka tersenyum. Bahkan sikap Tegar yang keras terlihat sedikit melunak sekarang, apalagi saat menghadapi Soraya. Fernando ingat bagaimana Soraya dan Tegar sedikit berdebat dalam sebuah meeting membahas tentang salah satu point peraturan yang ada di kantor Tegar, biasanya Tegar tak suka peraturan yang di tetapkan oleh nya di perdebatkan lagi, tapi di rapat kali itu Soraya dengan berani memprotes peraturan tersebut.


"Dari mana bapak bisa memutuskan peraturan seperti ini?"


"Aku hanya tak ingin kinerja staf di sini terganggu, karena hubungan mereka dalam masalah"


"Tapi itu tak masuk akal!" protes Soraya.


Tegar saat itu langsung terdiam dan menatap Soraya sebentar, lalu tanpa di duga Tegar berkata "revisi peraturan itu, tapi selama revisi belum selesai peraturan itu tetap berlaku!" semua yang ada di ruangan meeting saat itu terdiam tak percaya jika Soraya dengan mudahnya membuat Tegar merubah pikirannya, padahal selama ini mereka telah mencoba untuk memprotes beberapa kali, namun gagal, karena Tegar menolaknya dengan keras.


"Ayo, jadi tidak kita pergi?" tanya Soraya melihat Fernando melamun. Fernando mengajak Soraya malam itu berjalan-jalan keliling kota Cirebon dan makan kuliner khas Cirebon di pinggir jalan. Keduanya terlihat sangat bahagia, mereka bahkan berfoto berdua, sebagai kenang-kenangan.


Setelah puas berjalan-jalan akhirnya mereka kembali ke hotel dan masuk ke dalam kamar masing-masing. Fernando mengambil handphonenya lalu melihat beberapa Foto dirinya bersama Soraya malam ini, lalu mengirimnya ke nomer handphone Tegar, dengan pesan Terimakasih atas kesempatan yang kamu berikan untuk lebih dekat dengannya, ternyata dia memang sangat menyenangkan, membuatku makin tambah menyukainya.

__ADS_1


Tegar yang melihat sebuah pesan masuk, segera mengambil handphonenya, lalu melihat pesan yang ternyata sebuah foto.


Tegar, menatap foto dalam handphonenya itu, ekspresi wajahnya langsung saja berubah sedih.


__ADS_2