Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 43. Tegar dan Soraya


__ADS_3

Tegar duduk di samping Soraya tanpa ada jarak di antara mereka, membuat Soraya terkejut, dan segera bangun dari duduknya, tapi tak bisa di lakukan oleh Soraya karena Tegar menahannya, hingga Soraya jatuh terduduk kembali, karena posisi yang tidak seimbang tubuh Soraya jatuh di atas tubuh Tegar, wajah mereka saling menempel, hingga hidung dan bibir mereka bertemu, tapi belum mereka sadari karena terkejut, namun saat mata Tegar yang tajam bertemu dengan mata sayu dari Soraya membuat kedua pipi mereka merona menyadari bagaimana posisi mereka saat ini, Soraya untuk sesaat merasakan bibir hangat Tegar, untuk kedua kalinya untuk beberapa saat, sedangkan Tegar saat tahu bibirnya bertemu dengan bibir Soraya, merasa ada hawa hangat yang membuatnya teringat seseorang, seseorang yang amat berarti baginya, Tegar mencoba mengingatnya, tapi tiba-tiba rasa sakit timbul di kepalanya, bahkan membuatnya sedikit mengeluh karena rasa sakit itu.


"Kamu kenapa?" tanya Soraya sambil mencoba bangun melihat Tegar mengeluh sakit sambil memegang kepalanya.


"Apa kepala kamu sakit?" tanya Soraya.


Tegar membetulkan posisinya agar lebih nyaman, dia menatap Soraya yang ada di hadapannya, wajah Soraya walau Tegar tidak ingat, tapi merasa wajah Soraya adalah wajah yang tidak asing baginya, tapi siapa Soraya?Tegar mencoba berpikir tapi tapi rasa sakit di kepalanya muncul lagi.


"Istirahatlah, aku akan mengambilkan minuman untuk kamu" ucap Soraya, berniat bangun dari duduknya, tapi untuk kedua kali Tegar menahannya, kini rasa penasaran Tegar lebih menguasai dirinya untuk mengetahui siapa Soraya dalam hidupnya, kenapa selama ini pikiran dan hatinya tak pernah lepas dari dirinya, bahkan dalam mimpi pun Tegar selalu merasa dekat dengan Soraya.


Soraya terkejut saat Tegar memeluknya erat, Soraya hanya diam terpaku, sedangkan Tegar lebih merapatkan pelukannya, tak lama di lepaskan kemudian memandang dan di sentuhnya wajah Soraya, Tegar menggeleng lemah, lalu memeluk erat Soraya kembali, Tegar sungguh-sungguh berharap dia akan mengingat siapa Soraya baginya, tapi ingatan itu tak kunjung datang, Tegar melepaskan pelukannya sekali lagi, kemudian melihat wajah Soraya kembali tapi tetap tak satu pun ingatannya tentang Soraya terekam dalam otaknya, Tegar berniat untuk memeluk Soraya kembali, namun kali ini Soraya menahan Tegar.


"Jangan paksakan dirimu, untuk mengingat aku, aku takut kamu terluka" ucap Soraya.


"Tidak, aku harus tahu siapa kamu? kenapa kamu begitu dekat denganku dan keluarga ku tapi aku tak mengenal siapa kamu!"protes Tegar bermaksud memeluk Soraya lagi.


"Kita akan melakukan itu bersama, jadi kumohon jangan paksa otak kamu untuk berpikir terlalu keras! akan fatal akibatnya!"


"Tapi!!"

__ADS_1


"Sudahlah, kita hanya perlu bersabar_ sampai waktu itu tiba"


"Tapi kapan waktu itu?" tanya Tegar.


"Entahlah!" jawab Soraya pelan, Soraya berusaha melepaskan diri Tegar secara perlahan, Soraya tak ingin mengeluarkan air matanya di depan Tegar, Soraya merasa sedih memikirkan apa yang akan terjadi jika Tegar tidak juga mengingatnya pada waktu di mana dirinya harus pergi saat itu juga dari Tegar. Soraya segera berlari ke arah pintu keluar, Tegar menatap kepergian Soraya dengan rasa sedih yang Tegar rasakan jauh di lubuk hatinya, yang Tegar pun tak paham mengapa dia bersedih untuk Soraya.


Setelah kepergian Soraya Tegar kembali ke kursinya, lalu membuka jendela yang menghubungkan ruangan nya dengan ruangan Soraya, Tegar mengerutkan keningnya saat melihat ruangan Soraya kosong, hatinya pun tiba-tiba menjadi kosong.


"Kemana perginya Soraya?"


Soraya setelah keluar dari ruangan Tegar, pergi ke kantin dia memesan segelas kopi pahit yang biasa dia minum untuk menenangkan diri, kantin kantor terlihat kosong karena memang bukan jamnya para staf karyawan beristirahat, Soraya sangat menyukai situasi seperti ini.


"Haruskah aku menunggunya, sampai ajalku datang?"


"Atau aku harus membantunya menemukan cinta sejatinya sekali lagi, sebelum aku pergi meninggalkannya?"


"Tapi aku tak mau Tegar bersedih karena aku"


Soraya melihat kopi pahit nya di atas meja dengan sedih, "cintaku ternyata seperti kopi ini yang ku suka, pahit!!" lirih Soraya meratapi nasib cintanya.

__ADS_1


Soraya menenggak kembali kopi pahit miliknya, lalu melihat ke sekeliling kantin yang masih sepi itu.


"Aku tak akan pernah membiarkan Tegar menemukan cinta sejatinya, jika nanti akhirnya dia harus bersedih"


Soraya meninggalkan kantin kembali masuk ke dalam ruangannya, Soraya menatap ruangannya dengan seksama, Soraya baru menyadari jika di dalam ruangannya ada sebuah kaca besar, dan di sebelah kaca ternyata ada sebuah lemari yang sangat unik, ruangan kantor yang sangat indah, tidak seperti ruangan kantor yang biasanya, Soraya berdiri di depan cermin sambil tersenyum, menggerakkan bibirnya ke kanan dan ke kiri, wajahnya terasa kaku, mungkin karena stress yang di alaminya beberapa hari ini.


"Apa dia akan mengingatku lagi?" ucap Soraya.


"Apa aku harus menceritakan apa yang ku lihat kemarin padanya?"


"Apa dia akan percaya?"


Wajah Soraya yang semula tersenyum kini berganti sedih, Soraya merasa waktunya kini amat terbatas, semuanya harus di rencanakan dari sekarang, Soraya ingin semuanya berakhir dengan indah.


Soraya menyentuh cermin besar di hadapannya, yang begitu indah. Soraya kemudian berjalan mundur menjauhi cermin, lalu duduk di kursinya. Soraya mengambil berkas yang ada di mejanya, lalu mulai bekerja kembali.


Tegar terpaku di tempatnya saat Soraya berdiri di depan cermin, yang menembus ke ruangannya, wajah Soraya terlihat jelas di kaca tersebut, entah apa yang di katakan Soraya saat itu, karena Tegar tak dapat mendengarnya, tapi sepertinya kata-kata yang di ucapkan Soraya membuat hatinya bersedih, karena Tegar melihat bagaimana perubahan ekspresi wajah Soraya yang awalnya tersenyum tapi kemudian berubah sedih, apa dia ingat dengan kekasihnya itu? Tegar merasa penasaran dengan kekasihnya Soraya itu, bagaimana mungkin bisa seorang pria meninggalkan wanita seperti Soraya yang sangat sempurna di matanya.


Tegar melihat Soraya adalah wanita yang bukan hanya cantik tapi pintar, karena Tegar sudah menelusuri latar belakang Soraya, dan Tegar di buat kaget saat itu, ternyata Soraya hanya lulusan dari Sekolah Menengah Tingkat Atas yang lulusan S1 atau bahkan S2, tapi Soraya mampu bekerja sebagai asistennya selama ini, bahkan semua yang di kerjakan olehnya sesuai dengan keinginan dirinya, seakan-akan dia tahu apa yang di pikirkan olehnya. Dari penemuan itu pun Tegar dapat tahu memang Tegar tak pernah mengenal Soraya, karena dirinya tak pernah mengenal seorang wanita yang hanya lulusan SMA, semua wanita yang di kenalnya semua rata-rata lulusan universitas luar negeri.

__ADS_1


Tegar makin penasaran dengan Soraya, bagaimana Soraya begitu paham tentang dirinya luar dan dalam, apalagi dalam hal pekerjaan.


__ADS_2