Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
Kejadian Tak di sangka-sangka


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian ...


Shiera dan Fero sedang berbelanja kenutuhan dapur di giant departemen store yang ada di Mall plaza XR. mereka layaknya kakak adik berjalan berdampingan memilih sayur dan buah. sementara itu Arin yang makan es krim sambil menemani Miko masih menjaga kewarasan nya melihat tingkah anak angkat nya yang satu ini yang sedari tadi tak ada tenangnya, kesana kemari bermain di arena permainan Time Zone.


" Shier ... Aku gak ikut kalian pulang ya, ada janji ketemuan sama pemilik redaksi. kamu bisa nyetir sendiri kan? "


" Bisa, tenang aja. Aku sudah bukan Shiera yang dahulu. "


" Eleh... dulu pun kamu bisa juga nya nyetir sendiri kemana-mana.tapi gak jadi deh, ntar ada apa-apa lagi Aku yang di marahi om Hendi dan Rifan. " Arin merebut kunci mobil dari tangan Shiera.


" Duh ... panik banget sih... Gak apa-apa loh. serius ... ada anak-anak juga sama aku." Shiera merebut kembali kunci mobil.


Arin memandangi wajah Fero dan Miko yang nyengir kuda melihat mereka berdua. Mami dan tante nya rebutan kunci mobil.


" Udah... biar aku aja Shier..."


" Gak papa Rin.. Aku aja!!"


" Aku lah..."


" Aku aja Rin ..."


" Aku ...."


" Aku ...."


" Shierrr...."


" Rinnn..."


" Udah ... kalau gitu Fero aja yang bawa mobil!! " celetuk Fero sambil merebut kunci monil dari tangan mami nya.

__ADS_1


Sontak Shiera dan Arin memandang Fero sembari mengatakan,


" GAK BOLEH!! " dengan kompak .


" Hahhhhahaah... "


Gelak tawa mereka pun pecah.


Akhirnya Shiera pulang bersama Arin juga, mereka pun menaiki lift untuk turun ke parkiran di basement.


baru saja keluar dari lift sambil ketawa ketiwi, Shiera malah di hadapkan lagi dengan masa lalu kelamnya. Ray.


Ray berada di depan Shiera, tepat di depan pintu lift.


Ray tertegun memandang Shiera, lalu Ia mengarahkan pandangan nya ke bocah laki-laki berusia 7 tahun yang sedang asyik memakan gula kapasnya.


Shiera buru-buru keluar dari lift dengan menarik lengan Miko untuk tetap berada disisi kanan nya. Arin yang tidak begitu ingat tentang wajah Ray, hanya berjalan melenggang bersama Fero mendahului Shiera dan Miko.


" Shier ... sudah lama sekali...! " tegur nya.


Shiera mencoba memutar-mutar tangan nya agar terlepas.


Ray memang tidak begitu kencang memegang Shiera, namun Ia malah menarik Shiera kedalam pelukan nya.


Shiera meronta-ronta sambil memukul-mukul bahu dan punggung Ray secara acak.


" Sebentar Shier... Hanya sebentar saja... coba kasih aku kesempatan!! " pinta Ray.


" Tidak .... " Shiera berteriak.


Namun pelukan Ray malah semakin erat.

__ADS_1


" Awwwwwww...... Ah.. " Miko menggigit jari tangan Ray sehingga pelukan pun terlepas.


Disaat itu juga datang Arin membawa payung dan memukul Ray dengan payung tepat di bagian belakang kepalanya.


" Kamu tidak apa-apa,Shier..?? Miko?? "


Miko menangis dalam pelukan Shiera.


" Kamu... kurang ajar banget ya, kamu pedofil pasti ya, sini kamu, sini..!! " Arin berang.


Ray terduduk dilantai memegang kepalanya sambil meringis kesakitan .


Sumpah serapah pun di keluarkan Arin bertubi-tubi kepada Ray sampai pada akhirnya Shiera yang sedari tadi bersama Fero menenangkan Miko menarik Arin.


" Rin...." panggil Shiera.


Namun Arin tidak mendengarkan dan tetap mengancam Ray dengan embel-embel lapor polisi.


" Rinnnn...." Panggil Shiera lagi.


" Kenapa Shierrr.....? "


" Cukup Rin... ayok kita pergi." Ajak Shiera.


" Nih orang sembarangan saja sentuh-sentuh kamu, ini pelecehan namanya." Arin masih ngotot.


" Rin... Dia Ray, Ayah kandung Miko."


Arin terdiam sejenak untuk beberapa detik, sambil pandang-pandangan dengan Shiera. lalu Ia kembali berceloteh,


" Pantasan gak punya adab, ternyata Kamu yang namanya Ray si kurang ajar itu. "

__ADS_1


Sebelum Arin mengeluarkan kata-kata kasar nya lagi, Shiera memberi kode Fero untuk menarik tantenya itu dan membawanya menuju ke Mobil.


__ADS_2