Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
Bab 18. Berhasil lolos


__ADS_3

Soraya terkejut mendengar namanya dipanggil seketika Soraya segera menghentikan tangisnya dan melihat ke arah asal suara, tapi karena tempat itu gelap Soraya tak bisa melihat siapapun.


Soraya mulai menangis lagi, makin erat memeluk kedua lututnya.


"Soraya!" sekali lagi namanya di panggil dengan ketakutan Soraya mengangkat kepalanya.


"Kamu siapa? aku tak bisa melihat kamu!" ucap Soraya terbata-bata, di sela Isak tangisnya.


"Teruslah menangis, biar aku bisa tahu kamu posisi kamu, sama aku pun tak bisa melihat kamu!"


"Tegar!" teriak Soraya senang.


"Iya ini aku, maaf tadi aku tak langsung menolong kamu, aku mengikuti mereka dulu" jelas Tegar.


"Bicara atau menangislah terus, jangan berhenti" lanjut Tegar.


"Bodoh! aku di sini! masa hantu tak bisa melihat di tempat gelap!" protes Soraya.


"Ingat aku bukan hantu"


"Iya kamu bukan hantu tapi roh kesasar!"


"Roh kesasar yang menyusahkan!"


"Aaaa!" teriak Soraya, saat tubuhnya di tabrak oleh seseorang.


Untung saja tidak jatuh karena Soraya berhasil memeluk orang yang menabraknya, hingga akhirnya mereka dalam posisi saling memeluk.


"Bagaimana kita keluar dari sini?" tanya Soraya.


Tegar terdiam, diapun menjadi bingung, dia tak bisa menyentuh apapun, bahkan tadi saat dirinya ingin mengambil kunci dari Laras tak bisa ia lakukan.


"Aku juga tidak tahu" jawab Tegar.


"Bodoh!" maki Soraya.


"Kamu yang bodoh! percaya saja sama orang!" balas Tegar.


Soraya terdiam, memang dia selalu terlalu mudah percaya dengan orang lain, mendengar cerita Laras yang pernah koma, dia langsung percaya dan meminta bantuan Laras untuk mengembalikan roh Tegar, padahal Laras punya maksud lain.


"Terus sekarang kita harus bagaimana?" tanya Sekar.


"Gelap, tak bisa berjalan, terpaksa kita tunggu kedatangan mereka!"


"Gila!aku tak mau!"


"Terus bagaimana, jika berjalan saja sudah"


Soraya terdiam lagi, dia melepaskan pelukannya pada Tegar, lalu terduduk lemas di tempatnya lagi, mungkin benar kata Tegar, mereka menunggu saja sampai mereka datang, lagi pula sekarang ada Tegar yang menemaninya.

__ADS_1


Tegar ikut terduduk di bawah, andai mereka tahu sekarang mereka sedang duduk berdekatan sambil berhadap-hadapan satu sama lain.


Akhirnya Tegar dan Soraya menginap semalaman di gudang gelap itu. Mereka saling berpegangan tangan satu sama lain.


***


"Krek" pintu gedung di buka, membuat Soraya dan Tegar terbangun.


Pria tampan yang kemarin membawa Soraya ketempat itu, mendekati Soraya, dia tersenyum melihat Soraya menatapnya.


"Wanita yang cantik" dalam hatinya.


Tegar yang melihat tatapan pria itu tidak mengenakkan pada Soraya segera menendang kaki pria itu pelan.


"Aduh!" seru pria tersebut.


"Kamu sudah berani, ya?!" ucapnya pada Soraya.


"Apa maksud kamu?" tanya Soraya tak mengerti.


"Kamu kan yang menendang kaki aku barusan"


"Sembarangan! Kaki ku da'i tadi diam di sini!" protes Soraya.


Pria itu terdiam, memang benar Soraya tak bergerak di posisinya.


Tegar tersenyum sendiri melihat kebingungan pria itu, hal ini memunculkan ide di kepala Tegar, dia membisikana sesuatu pada Soraya, lalu Tegar berdiri di ikuti oleh Soraya.


"Kenapa?" tanya Soraya melihat pria itu kebingungan.


"Apa semalaman kamu tidur di sini, ada hantu?"


"Hantu?"


"Iya hantu? apa kamu tak lihat leher bajuku terangkat!" omel pria itu.


"Lihat! tapi memang di depan kamu ada temanku!" balas Soraya.


"Teman? jangan aneh di sini tak ada siapapun selain kita!" bentak pria itu lagi.


"Ada! itu dia di depan kamu" balas Soraya ngotot.


Mendengar itu pria tersebut mencoba mendorong Tegar kuat-kuat, tapi hanya angin yang dia dorong, hingga akhirnya dia terjatuh.


Karena pria itu terjatuh keras kunci nya terjatuh dan segera di ambil oleh Soraya, Soraya pun segera berlari ke arah pintu gerbang.


Melihat itu, pria tersebut langsung bangun dan mencoba mengejar Soraya. Soraya berhasil sampai di pintu lalu segera keluar dari tempat itu, lalu menutupnya kembali dan menguncinya, pria itu menggendor pintu dengan kuat, hingga bunyi yang di timbulkan cukup keras tapi hal itu tidak di perdulikan oleh Soraya, Soraya hendak berlari tapi di tahan oleh Tegar.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Aku ingin membuatnya ketakutan dulu!" ucap Tegar.


"Maksudnya?"


Tegar membisikkan sesuatu di telingan Soraya.


"Tapi pintunya sudah di kunci!"omel Soraya.


Tegar menarik tangan Soraya, sedangkan dirinya separuh badannya menembus dinding gedung tersebut, Tegar memecahkan jendela kaca yang tertutup kain, ada sedikit cahaya masuk ke dalam gedung tersebut, membuat pria itu terkejut.


Tegar melayangkan sebuah kepalan tangan di wajah pria itu, membuat pria itu meringis kesakitan.


Pria itu mengusap pipinya yang terkena pukulan sambil melihat ke sekeliling nya, bulu kuduknya seketika merinding saat melihat tak ada siapapun di sana.


"Aduh!" teriak nya ketika Tegar menjewer telinganya kuat-kuat.


Tegar tertawa terbahak-bahak melihat pria di hadapannya kini pucat pasi, di bandingkan rasa sakit yang di rasakan olehnya lebih kuat rasa takut yang ada dalam hatinya. Hingga Tegar melihat celana putih yang di kenakan oleh pria itu basah di daerah ***********.


"Ayo kita pergi!" ajak Tegar, ketika selesai mengerjai pria di dalam.


"Jahat kamu!"


"Dia yang jahat, jadi pantas dia di beri pelajaran!" jawab Tegar.


Hati itu juga Soraya dan Tegar kembali ke hotel tempat mereka menginap.


"Bagaimana dengan Laras?" tanya Soraya.


"Kita urus dia nanti, lain kali.kamu jangan cepat percaya dengan orang asing, sekarang istirahat dan mandi sana, badan kamu bau debu" omel Tegar.


Dengan sedikit kesal Soraya masuk ke kamar mandi, tak lama keluar lagi dan terkejut melihat Tegar masih ada di dalam kamarnya.


"Tutup matamu cepat!" teriak Soraya, Soraya memastikan Tegar menutup matanya lalu segera pergi kembali ke kamar mandi.


"Sial dia lihat tubuh mulus ku lagi, maafkan aku ya Allah" teriak Soraya.


Tegar membuka matanya setelah yakin Soraya telah pergi, Tegar menarik nafas dalam-dalam, menenangkan hatinya, setelah kedua matanya melihat hal yang menegangkan hingga ada bagian tubuhnya yang sensitif menegang secara otomatis.


Tegar segera keluar dari kamar Soraya, dia harus bisa menenangkan bagian tubuhnya yang saat ini sedang tegang.


Tegar berjalan tanpa arah, dengan nafas tak teratur, Tegar berhenti saat melihat seseorang yang sangat dia kenal.


"Rahayu!" serunya.


Rahayu adalah salah satu wanita yang pernah mengisi hatinya.


"Dia tambah cantik saja" gumam Tegar.


Tanpa sadar Tegar terus mengikuti Rahayu, ternyata hari ini Rahayu menemui teman-temannya.

__ADS_1


Mereka terlihat sangat mengenal satu sama lain, Tegar duduk di bangku kosong di dekat mereka


"Yu, aku dengar Tegar mengalami kecelakaan!"


__ADS_2