Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 22. Amanda


__ADS_3

Soraya menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Amanda, tapi kemudian mempercepat langkahnya, menyusul Fernando yang sudah menunggunya di mobil. Sedangkan Tegar, terlihat ragu meneruskan langkahnya, dia diam lalu membalikkan badannya ke arah Amanda, walau Amanda tak melihatnya Tegar mengira Amanda pasti tahu siapa yang di pilihnya.


Amanda melihat ke arah kedua orang tua Tegar, lalu berkata.


"Maaf, mungkin aku terlihat kasar, aku hanya sedang merasa kesal karena calon suamiku lebih dekat dengan wanita lain" ucap Amanda sedih.


"Ibu mengerti, tapi percayalah Soraya gadis yang baik, lagipula Tegar sudah menganggap Soraya dan Karin adalah adiknya" ucap ibu Tegar.


Mendengar itu Amanda tersenyum kecil, lalu melihat ke arah Karin, lalu tersenyum kecut.


"Mungkin aku belum bisa menerima ini semua" lanjut Amanda, lalu berjalan ke arah kamarnya.


Tegar mengikuti Amanda ke kamarnya, dia sedih tak bisa memeluk Amanda ketika kekasihnya merasa sendirian dan cemburu seperti ini.


"Tegar!apa kamu di sini?tolong beritahu aku! aku merasa kamu jauh sekali dariku!" seru Amanda.


Tegar menjadi kebingungan, apa yang harus dia lakukan untuk memberitahukan jika dia ada di dekat Amanda, Tegar mencoba untuk berkonsentrasi menyentuh barang yang ada di dekatnya, untuk memperlihatkan bahwa dirinya ada di sana, satu persatu barang yang ada di kamar Amanda Tegar coba untuk menyentuhnya tapi tidak berhasil, Tegar pun berteriak dengan kencang karena rasa marah dan kesal di dalam hatinya.


"Aaaaaa!!ya Tuhan apa yang harus aku lakukan!!!" teriaknya putus asa.


"Kalau begini rasanya lebih baik Kau ambil saja nyawaku!" ucap Tegar sedih terisak-isak.


"Kamu memang tak bisa hadir untukku!" lirih Amanda, membuat Tegar makin sedih, terdengar Isak tangis keluar dari mulut Tegar.


Amanda berdiri bangun dari tempat tidurnya dengan kesal, lalu berjalan keluar dari kamarnya, Tegar terkejut melihat Amanda keluar dari kamarnya, Tegar menyusul Amanda, Amanda ternyata naik ke dalam sebuah mobil yang sedang terparkir di halaman rumah Tegar, lalu menyalakan mesin nya, entah kemana Amanda akan pergi, tanpa sepengetahuan Amanda, Tegar mengikutinya.


Sedangkan Soraya yang berada dalam satu mobil bersama Fernando menutup mulutnya rapat-rapat, untuk pertama kalinya dirinya berpisah dari Tegar,setelah sekian lama selalu bersama, ada sesuatu yang hilang yang Soraya rasakan saat ini.


"Mungkin Amanda sedang kesal pagi ini!" ucap Fernando memberanikan membuka suaranya.


"Iya, mungkin saja, aku tak apa-apa" jawab Soraya pelan lalu kembali terdiam.


Fernando melihat ke arah Soraya, ekspresi sedih yang di tujukan Soraya begitu mendalam.

__ADS_1


"Kita ada rapat siang ini, kamu sudah siap? atau kita batalkan saja rapatnya?" tanya Fernando kemudian.


"Tidak, rapat terus dilanjutkan, ini rapat penting! proyek akan segera di jalankan" jawab Soraya dengan Tegas.


"Siap Bu!!" balas Fernando, membuat Soraya berpaling menoleh ke arah Fernando lalu tersenyum lebar, karena Fernando memasang mimik wajah yang lucu saat itu.


Mereka pun akhirnya tiba di kantor, Fernando dan Soraya berpisah karena ruangan mereka yang berbeda.


"Aku tunggu di ruang rapat, semangat!!!" seru Fernando sebelum mereka berpisah.


Soraya hanya tersenyum, lalu mengangguk pelan.


***


Amanda melarikan mobilnya ke sebuah Mall terbesar di Jakarta, dengan sigap dia turun dari mobil lalu masuk ke dalam Mall.


"Aku harus melepaskan kekesalan ku ini!" ucap Amanda.


Tegar yang khawatir pada Amanda terus mengikuti Amanda kemanapun dia pergi, dan Amanda sama sekali tidak merasakan kehadirannya.


Tegar hari itu, mengawal Amanda seharian. Menjelang malam Amanda baru mengendarai mobilnya pulang kembali ke rumah Tegar.


Soray yang sudah menunggu kedatangan mereka begitu mendengar pintu pagar terbuka, langsung berjalan cepat ke arah pintu untuk menyambut kedatangan mereka.


"Alhamdulillah, kalian pulang juga!" ucap Soraya, sambil tersenyum lebar pada Amanda. Amanda berhenti sejenak menangkap ucapan Soraya.


"Kalian?"


"Apakah tegar sejak tadi bersamaku?" tanya Amanda pada Soraya, Soraya mengangguk, sebuah senyum hadir dari bibir Amanda.


"Tegar ternyata masih milikku" bisiknya pada Soraya.


Soraya terdiam, mengapa Amanda mengatakan hal itu padanya? Memang selama ini Tegar adalah milik Amanda, memangnya milik siapa? jika bukan milik Amanda, Bathin Soraya berkata.

__ADS_1


Tegar tersenyum pada Soraya, Soraya membalas dengan senyuman kecilnya, lalu berjalan di samping Tegar.


"Tegar, cepat ikut aku ke kamar!" ucap Amanda, saat melihat gerak-gerik Soraya.


Tegar yang terkejut mendengar namanya di panggil segera mempercepat jalannya menghampiri Amanda dan meninggalkan Soraya.


Soraya menarik nafas dalam-dalam, entah mengapa ada perasaan aneh muncul di hatinya, melihat Tegar berjalan bersama Amanda, tanpa dirinya ikut bersama mereka.


Soraya merasa sendirian, dan hatinya menjadi sedih. Soraya dengan malas berjalan menuju kamarnya, karena hari sudah malam juga. Sedangkan Tegar yang mengikuti Amanda ke kamarnya, tersenyum melihat kekasihnya, wajahnya kina berseri-seri.


"Apa tadi kamu mengikuti aku , belanja?"


"Pasti iya, aku tahu kamu pasti sangat mencintai aku,aku sangat senang mengetahui hal ini, kamu memang milikku" lanjut Amanda.


"Aku juga mencintaimu, jika saja kamu bisa aku sentuh, tanpa Soraya, aku akan senang sekali walau kamu belum kembali ke dalam ragamu!"


Tegar yang mendengar ocehan Amanda, hanya senyum-senyum saja sendiri, membayangkan bagaimana mereka jika mereka saling menyentuh.


Pasti terjadi pergulatan yang hebat di antara mereka, itulah yang biasa terjadi jika mereka bertemu setiap saat.


Amanda pergi ke kamar mandi, Tegar masih menunggunya, tak lama Tegar melihat Amanda keluar dari kamar mandi, dengan hanya berbalut handuk, kulit putihnya yang mulus terlihat jelas di mata Tegar, ada bagian tubuh Tegar yang bergerak melihat semua itu.


"Kamu pasti suka, melihat tubuhku ini bukan?"


"Semua akan menjadi milik kamu sepenuhnya saat kita menikah nanti" lanjut Amanda, Amanda saat ini seperti seseorang yang berbicara dengan orang lain, walaupun terlihat sendirian.


Tegar membayangkan hidup bahagia bersama Amanda, Tegar tersenyum lagi mendengar ocehan Amanda, ingin sekali dia mendekati Amanda, tapi percuma karena dirinya tak akan bisa menyentuh Amanda.


Amanda sengaja menggunakan pakaian tidur yang seksi yang baru saja dia beli, Amanda ingin Tegar tetap bersamanya malam ini, walaupun mereka tak bisa saling merasakan.


Amanda mulai memejamkan matanya, sengaja dia memberikan ruang untuk Tegar tidur di sampingnya malam ini.


Tegar mengerti apa maksud Amanda, Tegar pun naik ke atas tempat tidur Amanda lalu berbaring di samping Amanda, dan memeluknya, Tegar tahu Amanda tidak merasakan kehadirannya karena dirinya juga seperti itu.

__ADS_1


Malam itu Tegar dan Amanda tidur bersama, sedangkan Soraya sendirian di kamarnya, duduk di atas tempat tidurnya sambil memeluk kedua lututnya.


__ADS_2