Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 35. Kemarahan Tegar


__ADS_3

Bab 35.


Soraya dan Fernando tidak menanggapi ucapan Amanda, mereka langsung duduk ditempat biasa di mana mereka duduk sarapan di meja makan itu.


Tegar menatap Soraya yang saat itu sedang mengoleskan coklat ke atas roti.


"Ini buat kamu!" ucap Soraya pada Fernando, sebagai ucapan rasa terima kasih atas bantuan Fernando kemarin.


"Ini benar untukku?" tanya Fernando tak yakin.


"Tentu saja,aku hanya kasihan padamu, lihat Ayah di layani oleh ibu, Tegar di layani oleh Amanda, sedangkan di sisi kamu tidak ada siapapun, jadi aku saja yang melayani kamu, jika kamu tak keberatan.


"Tentu saja!" jawab Fernando sambil mengambil roti itu dari tangan Soraya.


Soraya tak melihat jika Tegar menatap tajam ke arah nya dengan wajah marah, malah Amanda yang menyadari itu, Amanda menatap Soraya dengan marah, sambil berkata dalam hati "aku akan membuat Tegar membenci kamu!"


"Mereka cocok ya, sayang?" tanya Amanda tiba-tiba, membuat semua yang ada di meja makan menatap ke arahnya.


"Maksud kamu siapa?" tanya Tegar.


"Fernando dan Soraya, mereka terlihat semakin dekat" jawab Amanda, mendengar jawaban Amanda, ekspresi wajah Tegar langsung berubah, Tegar berdiri dari duduknya.


"Maaf, aku lupa kalau hari ini aku ada janji!" pamit Tegar.


Amanda terkejut dengan reaksi Tegar, bukan seperti ini yang dia bayangkan akan terjadi.


"Memangnya Tegar ada janji dengan siapa Soraya?" tanya ibu Tegar.


"Aku tidak tahu ibu, dia belum memberitahukan aku" jawab Soraya, lalu Soraya pun segera menyudahi sarapannya, lalu menyusul Tegar.


"Kita akan bertemu siapa pagi ini?" tanya Soraya begitu berhasil mengejar Tegar, Tegar berhenti sejenak dan menoleh ke arah Soraya, lalu mendorong Soraya ke tembok yang ada di belakang Soraya, sebelum Soraya sadar dengan keadaan nya, Tegar sudah mengapitnya sambil berkata "jangan suka cari perhatian pria lain, itu membuatku tak suka!!!" bentak Tegar tepat di depan wajah Soraya.


Soraya menatap Tegar yang sedang menatapnya penuh rasa marah.

__ADS_1


"Aku tidak melakukan itu!!" jawab Soraya.


"O_ya!!" bentak Tegar lagi. Soraya mencoba melepaskan diri dari cengkraman Tegar tapi tidak berhasil, karena tenaganya kalah dengan tenaga Tegar.


"Kamu adalah milikku, jadi ingat jangan macam-macam!!" ujar Tegar, sambil menatap mata Soraya dengan tajam, seperti mata harimau yang siap menerkam mangsanya.


"Ada apa ini??" seru Amanda tiba-tiba ada di sana mengejutkan Soraya terutama Tegar, Tegar langsung melepaskan cengkraman nya pada Soraya, lalu menoleh ke arah Amanda dengan wajah lembut.


"Dia melupakan tugas yang penting, sayang! jadi aku marah padanya" bohong Tegar.


Amanda melihat ke arah Soraya yang sedang mengusap tangannya yang kesakitan akibat ulah Tegar tadi.


"Ayo sayang, jika aku terus bersamanya, amarah ku tak akan pernah mereda" ajak Tegar pada Amanda, Soraya menatap Tegar dengan tajam, pintar sekali Tegar bersilat lidah, apakah ini sifat asli dari Tegar, karena selama ini Tegar yang di kenal Soraya tidak seperti itu.


Soraya dengan ekspresi sedih turun ke bawah, bersiap pergi ke kantor, Soraya memutuskan untuk pergi tanpa Tegar.


"Kamu pergi ke kantor sekarang?" tanya Fernando mencegah kepergian Soraya.


"Aku antar kamu!"


"Baiklah" Soraya dan Fernando pergi bersama, dan itu di lihat oleh Tegar, Tegar mengepalkan tangannya, Tegar marah karena Soraya tidak mendengarkan peringatannya, untuk tidak dekat-dekat dengan Fernando.


"Ada apa sayang?" tanya Amanda melihat Tegar berhenti dan mengeram kesal.


"Bukan masalah besar" jawab Tegar, Tegar mempercepat langkahnya, menuju mobil Tegar merasa dia harus berhasil mengejar Soraya dan Fernando.


"Sayang, jangan marah-marah terus, wajah kamu jadi jelek!" ucap Amanda, manja sambil mengelus wajah Tegar dengan lembut, Tegar menatap Amanda, lalu menarik Amanda hingga bibirnya menempel di bibir Amanda, dengan rasa marah di dalam hatinya Tegar mencium kuat bibir Amanda, Tegar membayangkan Amanda sebagai Soraya, seperti ini seharusnya hukuman untuk Soraya, Amanda sangat terkejut, dan juga kewalahan menerima ciuman Tegar itu, tenggorokan nya tercekat karena udara di sekitar terasa sesak.


Amanda mendorong kuat Tegar, sampai akhirnya ciuman Tegar terlepas, Amanda langsung mengatur nafasnya, sedangkan Tegar masuk ke dalam mobilnya tanpa menghiraukan keadaan Amanda.


Amanda tersenyum sinis, memandang kepergian Tegar "ciuman seperti itu yang aku ingin dapatkan dari mu kembali!" ucap Amanda pelan, menatap kepergian Tegar.


***

__ADS_1


Tegar menekan gas mobilnya untuk mengejar mobil Fernando, tapi sepertinya usahanya tidak berhasil karena Soraya dan Fernando sudah tiba di kantor saat ini.


Tegar langsung menghentikan mobilnya tepat di depan kantornya, lalu segera masuk ke dalam untuk mencari Soraya, tapi saat masuk ke dalam ruangannya, Tegar tidak menemukan Soraya, Tegar menjadi kalap, marah nya sudah tidak terbendung lagi, handphone yang ada di tangannya seketika hancur berantakan di atas lantai, tepat di saat itu Soraya masuk.


"Aaaa!! apa yang kamu lakukan!!" teriak Soraya, melihat serpihan Handphone yang hancur mengotori lantai.


"Ini semua akibat ulah kamu!" ucap Tegar.


"Aku??"


"Iya kamu! kenapa kamu selalu mengganggu aku?!"


"Aku tak pernah mengganggu kamu" protes Soraya.


"Tapi sikap kamu dengan Fernando sangat menggangu ku"


"Sekarang Fernando juga di salahkan, kami tak pernah mengganggu kamu!"


Tegar terdiam, Tegar pun merasa aneh pada dirinya sendiri, entah kenapa setiap Soraya dekat dengan Fernando Tegar merasa hatinya kesal dan juga marah, rasanya ingin sekali menarik Soraya agar menjauh dari Fernando, sebenarnya bukan hanya Fernando dengan Rizal pun saat itu, perasaan yang sama timbul di dalam hati Tegar.


"Keluar!!" teriak Tegar akhirnya, Tegar melihat Soraya dengan langkah yang berat, menuruti permintaan nya, Tegar merasa saat ini, dia bukan dirinya, Tegar bingung dengan perasaan nya sendiri.


Soraya tidak pergi kemanapun Soraya hanya berdiri di depan pintu ruangan Tegar.


Sekitar sepuluh menit Soraya berdiri di depan pintu ruangan Tegar, Tegar keluar juga, Tegar berjalan tanpa melihat ke arah Soraya, Tegar meminta sekertaris nya, untuk memanggil kan beberapa office boy, agar masuk ke ruangannya.


"Taruh meja dan kursi ini di ruangan sebelah, bersihkan ruangan sebelah" perintah Tegar pada office boy.


Soraya yang mendengar itu, paham maksud Tegar, Tegar ingin mereka berbeda ruangan kerja, air mata Soraya berkaca-kaca, apakah ini tanda bahwa sebentar lagi dirinya akan berpisah dengan Tegar cinta sejati nya.


Bukannya cinta sejati tak akan berpisah, tapi kenyataannya kini tidak seperti itu! apakah benar kata orang cinta tak selamanya saling memiliki? bisa juga berpisah? Soraya segera berjalan meninggalkan tempat di mana dia berada saat ini, rasanya tak kuat menerima semua ini, ternyata cinta sangat menyakitkan, tidak manis seperti di dongeng, Soraya menyesal telah jatuh cinta, karena jatuh cinta ternyata benar-benar sangat menyakitkan baginya.


Soraya terus berjalan, bahkan keluar dari kantor dan tak ada yang menyadari itu. Soraya masuk ke dalam taksi yang kebetulan berhenti tepat di depan kantornya.

__ADS_1


__ADS_2