Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 61. Selamat Tinggal Amanda


__ADS_3

Tegar memeriksa kembali handphonenya, yang menunjukkan posisi Soraya, yang terus menjauh dari Fernando, sepertinya dari handphonenya Soraya naik sebuah mobil dan arah mobil itu keluar kota.


"Ada apa ini?" seru Tegar langsung bangkit dari duduknya dan segera keluar kantornya menuju kantor polisi.


Tegar menelepon Soraya namun Soraya tidak juga mengangkat nya. Tegar menjadi terlihat tambah panik, Tegar menelepon Fernando kembali dalam perjalanan mengikuti Soraya.


"Kamu dan Soraya di mana?"


"Kami sebentar lagi pulang!"


Tegar terdiam, apakah yang di katakan oleh Fernando benar adanya?


Tegar menghampiri Fernando yang sedang asyik berbincang, membuat Fernando terkejut.


"Di mana Soraya?"


Fernando terdiam lalu dengan santai menjawab "kami tidak jadi pulang bersama, dia memilih naik taksi" jawab Fernando, Tegar mengepalkan tangannya, mengetahui kebohongan Fernando, Tegar melayangkan sebuah pukulan pada Fernando hingga menimbulkan keributan di dalam restoran tersebut.


"Apa yang kamu lakukan!!" bentak Fernando, sambil menahan sakit di wajahnya yang terkena pukulan dari Tegar.


"Di mana Soraya?" tanya Tegar sekali lagi


"Sudah aku bilang, dia pulang naik taksi"


"Bohong!! dengar aku tidak tahu, apa maksud kamu berbohong! tapi jika terjadi sesuatu pada Soraya, kamu tak akan lepas dari tanganku" ancam Tegar.


Tegar segera masuk ke dalam mobilnya, lalu mengemudikan mobilnya ke arah Soraya pergi.


"Bagaimana, apa kalian melihatnya?" tanya Tegar melihat sinyal menunjukkan Soraya berhenti di suatu tempat.


"Belum, kami sedang mengawasi mobil yang kami curigai membawa nona Soraya.


"tolong awasi mereka dengan teliti, jangan sampai kehilangan"


Tegar akhirnya sampai di tujuan, mobil yang di duga membawa Soraya masih di tempat yang sama.


"Mereka masih di dalam!" ucap salah satu polisi.


Setelah kedatangan Tegar dan bala bantuan, polisi langsung bergerak mendekati mobil, seperti yang di duga Soraya berada di dalam mobil itu dalam keadaan pingsan, polisi pun langsung bergerak sebagian masuk ke dalam toko dan dua orang membuka mobil, mencoba menyelamatkan Soraya.

__ADS_1


Soraya yang dalam keadaan pingsan di gendong oleh Tegar menuju mobilnya.


setelah itu, Tegar segera membawa Soraya dengan mobilnya langsung menuju rumah.


Sedangkan Fernando bingung bagaimana bisa Tegar tahu posisi Soraya, hingga membuatnya kesal karena rencananya telah gagal bahkan membuatnya di curigai oleh Tegar.


Fernando terburu-buru pulang ke rumah mengunci diri di dalam kamar, Amanda yang merasa lapar, memberanikan diri mengetuk kamar Fernando, Fernando tersentak mendengar pintu kamarnya di ketuk, dengan malas membuka pintu.


"Ada apa?"


"Aku belum makan, apa kamu tak bisa membelikan aku makanan?"


"Pesan saja sendiri"


"Handphoneku rusak!"


Fernando menatap Amanda, lalu mengeluarkan handphonenya dan memesan sesuatu di sana.


"Tunggulah, makanan akan segera tiba"


"Terima kasih" ucap Amanda sambil tersenyum.


Fernando melihat jam di tangannya lalu keluar dari kamarnya, melihat Amanda yang sedang berbaring di atas sofa dari lantai dua rumah, sebuah senyuman terlihat.


"Maaf, tapi aku harus menyingkirkan kamu dahulu!" ucap Fernando.


Fernando kembali ke kamarnya lalu mulai menelepon.


***


Tegar membawa Soraya ke rumah sakit, tak terjadi apapun pada Soraya dia tertidur karena obat bius.


Tegar memeluk Soraya begitu Soraya bangun.


"Mulai hari ini aku akan menjagamu, tak akan kubiarkan kamu menjauh dariku lagi!" bisik Tegar.


"Siap bos!"


"Katakan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Tegar, penasaran. Tegar mempunyai firasat buruk pada Fernando tapi tak mungkin dia menuduh Fernando tanpa bukti, lagipula Fernando adalah sepupunya yang paling dekat selama ini, rasanya tak mungkin Fernando berbuat jahat padanya.

__ADS_1


Tegar hari itu mendengarkan Soraya dengan seksama, menurut cerita Soraya dirinya di bekap, berarti Fernando berbohong padanya, Tegar mengerutkan keningnya, ada yang aneh di sini!.


Handphone Tegar tiba-tiba berbunyi tiba-tiba.


"Apa?!" seru Tegar tiba-tiba berdiri dari duduknya.


Soraya pun terkejut atas reaksi yang di perlihatkan oleh Tegar di hadapannya.


"Ada apa??"


"Mobil Amanda terlihat, dia sedang menuju luar kota" jawab Tegar.


"Aku harus pergi, kamu di sini, ada beberapa polisi di luar kamar ini"


"Hati-hati!" seru Soraya melepas kepergian Tegar.


Tegar pun mengendarai mobilnya ke arah yang di berikan oleh polisi, mobil Amanda memang menuju luar kota sekarang.


"Ingat aku ingin dia tertangkap hidup-hidup!" Tegar meminta pada polisi yang sedang mengejarnya.


Amanda masih tertidur di dalam mobil, dia tidak terbangun walau mobil berjalan cukup tinggi, seperti Amanda bukan hanya tertidur saat ini tapi dirinya sudah tidak bernyawa lagi, Fernando meminta kepada anak buahnya untuk mengirimkan makanan yang telah di bubuhi racun untuk Amanda, karena Fernando ingin menyingkirkan Amanda dari hidupnya karena Amanda kini sudah tidak berarti lagi baginya, Amanda sekarang hanya sampah tak berguna buat Fernando yang bila di biarkan begitu terus lama kelamaan akan menimbulkan bau busuk yang akan tercium orang dan dirinya kemudian yang akan terkena imbasnya, Fernando tak ingin itu terjadi.


Amanda yang sudah meregang nyawa itu di bawa oleh anak buah Fernando ke tempat yang jauh untuk di buang bersama mobilnya, hingga akhirnya Amanda tak akan pernah di temukan lagi.


Mobil Amanda berhenti di suatu tempat yang tinggi, di tepi jurang, anak buah Fernando yang sudah mempersiapkan segala segera turun dan naik ke dalam mobil satu nya lagi, tinggal Amanda sendirian di dalam mobilnya.


Polisi yang mengejar mobil Amanda segera berhenti agak jauh dari mobil Amanda, mereka akan bergerak diam-diam mencegah Amanda kabur dari mereka.


"Angkat tangan!" seru polisi begitu mereka tepat ada di samping mobil Amanda, Amanda yang sedang dalam posisi menundukan kepalanya di atas kemudi mobil, seperti orang tertidur tidak bergerak mendengar teriak polisi itu, tentu saja itu membuat kedua polisi itu terheran, membuat kedua polisi itu berjalan lebih mendekat namun tiba-tiba mobil menyala dan melaju lurus ke bibir tebing hingga akhirnya terjatuh membuat kedua polisi itu terkejut.


Tegar yang baru saja tiba di tujuan terkejut saat mendengar suara ledakan yang kuat dari dalam jurang.


Seperti nya mobil Amanda meledak sebelum masuk ke dalam air laut karena terbentur batu-batu yang menonjol.


"Apa Amanda?" Tegar tidak meneruskan kata-katanya.


"Iya pak!" jawab salah seorang polisi yang mengerti maksud dari pertanyaan Tegar, Tegar menarik nafas panjang, melihat ke bawah jurang di mana mobil Amanda jatuh.


Tegar tak menyangka gadis yang dulu dia cintai akan mengalami nasib tragis seperti itu.

__ADS_1


"Selamat tinggal Amanda semoga kehidupan kamu di alam sana lebih baik dari pada di dunia ini" ucap Tegar.


__ADS_2