Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 8. masuk sel


__ADS_3

"Tangkap dia!!" ucap ayah Tegar,terdengar jelas di telinga Soraya, dia terduduk lemas di lantai kantor polisi tersebut.


"Tuan, apa yang di katakan kakakku benar!" ucap Karin sambil memeluk kaki ayah nya Tegar, menahan langkahnya agar tidak pergi dari kantor polisi itu dan menjebloskan kakaknya ke dalam penjara.


"Kakak tidak bohong! Om Tegar muncullah!!Karin mohon! kasian kakak Soraya, Karin tak ingin Kakak Soraya masuk dalam penjara, nanti Karin sama siapa, dan om Tegar sudah berjanji sama Karin,untuk menjaga kakak Soraya! Om Tegar, Karin mohon muncullah, tunjukkan dirimu!!" teriak Karin histeris, Karin masih memeluk kaki ayah nya Tegar, tapi di lepas paksa oleh ayah Tegar, lalu pergi meninggalkan Soraya dan Karin yang menangis.


Karin berlalu ke arah Soraya dan memeluknya erat "Karin ikut kakak" ucap Karin.


Polisi yang bertugas terpaksa memasukkan Karin dan Soraya ke dalam sel tahanan. Tegar yang melihat drama sedih terjadi di hadapannya marah sekali, kenapa ayahnya itu begitu keras kepala tak pernah mau mendengarkan orang lain berkata, Tegar melihat Soraya dan Karin di dalam sel merasa sedih dan juga putus asa, bagaimana dia harus menolong Soraya dan Karin.


Tegar bersama Soraya dan Karin malam itu tidur di sel penjara. Soraya membangunkan Karin, yang tidur dalam pangkuannya,sedangkan Tegar tidur sambil memeluk kedua lututnya di samping Soraya.


Soraya meneteskan air matanya, tak pernah dia membayangkan kalau dia, akan pernah merasakan masuk ke dalam penjara,apalagi sekarang soraya di penjara ini, bersama Karin, "semua karena Tegar!!" umpat Soraya, Soraya harus membuktikan kalau dirinya tidak bersalah sama sekali, tapi bagaimana, malam ini biarlah mereka tidur dalam sel ini.


Keesokan harinya...


Pintu sel penjara di buka oleh salah seorang polisi "keluarlah ada yang ingin bertemu dengan mu" ucap polisi itu.


Soraya segera bangun begitu juga Tegar, Tegar mengikuti Soraya menemui siapa yang menengok Soraya, Tegar terkejut melihat ibu nya ada di sana.


"Apa buktinya roh Tegar ada bersama kamu?" tanya ibu Tegar.Tegar yang semalam marah, karena merasa bersalah menjadi penyebab Soraya dan Karin masuk ke dalam sel, segera memegang tangan Soraya lalu tangan ibunya, ibu tegar sangat terkejut ketika merasa tangannya ada yang menyentuh.


"Itu tangan Tegar!" lirih Soraya memberitahukan pada ibu Tegar, tanpa berharap ibu Tegar jadi percaya.


"Bagaimana saya yakin itu roh Tegar anak kami, bisa saja bukan" ucap ibu Tegar.


"Tegar meminta sebuah kertas dan pulpen" ucap Soraya pelan pada ibu tegar. Ibu Tegar segera mengeluarkan kertas beserta pulpen lalu di simpan di atas meja, dengan penuh rasa heran ibu Tegar melihat kertas dan pulpen itu bergerak.


Lalu di kertas itu muncul tulisan nama Tegar dan sebuah tanda tangan Tegar di bawahnya, percaya tidak percaya, ibu Tegar mengambil kertas itu dan melihat itu memang tanda tangan putranya. Ibu Tegar menatap Soraya lalu


"siapa nama Tegar waktu kecil?" Tanya ibu Tegar, Soraya menoleh ke arah Tegar.


"dia tak mau menyebutkan nya,ia malu katanya" jawab Soraya.


Ibu Tegar tertawa "apa kesukaan Tegar waktu kecil?" tanya ibu Tegar lagi.

__ADS_1


"dia tak mau jawab, karena itu aib baginya!" ucap Soraya, ibu Tegar tertawa lagi untuk kedua kalinya "tanyakan padanya, apa dia masih takut sama kecoa?" tanya ibu Tegar lagi, Tegar yang mendengar pertanyaan ibu nya,merasa kesal karena ibunya membuat pertanyaan yang memang tak bisa di jawab oleh nya, karena Tegar tidak mungkin mau, mengatakan aibnya pada siapapun.


"tidak, katanya" ucap Soraya, ibu Tegar melemparkan sesuatu, tepat di posisi Tegar duduk, Tegar menjerit histeris melihat mahluk yang ada di depannya, karena hanya Soraya yang mendengar teriakan Tegar, jadi hanya ia yang menutup telinga nya.


"Kamu laki-laki bukan? sama kecoa aja takut! kupingku hampir pecah mendengar teriakkan kamu!!" omel Soraya.


"Buang dulu kecoa itu!" ucap Tegar.


"Iya tapi lepaskan dulu aku, gimana mau buang itu kecoa, kalau kamu peluk aku hingga aku sulit bernafas seperti ini!" omel Soraya, Tegar menatap Soraya lalu melepaskan pelukannya, Soraya segera membuang kecoa bohongan itu ke tong sampah.


Ibu Tegar tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Soraya, dia bisa menebak apa yang di lakukan oleh Tegar pada Soraya.


"Pak polisi, lepaskan gadis ini,dia tidak bersalah" ucap ibu Tegar, Soraya dan Tegar saling pandang lalu tersenyum, Tegar memeluk Soraya yang ada di sampingnya.


"Lepaskan,dari tadi kamu kerjaan pelak peluk aku saja!!" protes Soraya. Untuk kesekian kalinya ibu Tegar tertawa.


"Tak semua perempuan bisa kamu peluk sembarangan!" ucap ibu Tegar, Tegar yang mendengar itu tersenyum malu, selama ini para wanita dengan memang mudah masuk dalam pelukannya, tapi hanya dengan Amanda dia pernah melakukan hubungan layaknya suami istri, dengan wanita lain Tegar paling hanya mencumbunya di atas tempat tidur, tak lebih dari itu. Karena itu Tegar memilih Amanda untuk menjadi calon istrinya dari pada yang lain.


Akhirnya hari itu Soraya dan Karin bebas dari penjara "kita harus menemui ayah kami di kantor" ucap ibu seakan tahu Tegar ada di dalam mobil bersamanya.


"Kata Tegar iya" ulang Soraya, kini gantian Tegar yang menegak ke arah Soraya.


"Aku tidak apa-apa!" ucap Soraya.


Ibu Tegar melirik ke arah Soraya, "gadis ini lumayan cantik, tapi pakaian nya, tapi dia memang dari kalangan biasa, tapi kalau di dandani pasti cantik, Tegar sangat menjaga perasaannya, apa Tegar jatuh cinta padanya, setelah selama hampir dua Minggu mereka bersama" bathin ibu Tegar.


Tak lama mereka tiba juga di kantor ayah, mereka langsung menemui ayah di ruangannya, ayah sangat terkejut ketika ibu membawa serta Soraya dan Karin menemuinya.


"Apa maksud dari semua ini!" sentak Ayah, Tegar yang mendengarnya, rasanya ingin membalas perkataan ayahnya saja saat itu juga.


Ibu berjalan mendekati ayah, lalu mengeluarkan kertas yang tadi di tanda tangani oleh Tegar "Tegar ada di sini bersama kita sekarang!" ucap ibu.


Ayah mengambil kertas itu, lalu melihat isi kertas kemudian menatap ibu "kamu yakin?" tanya ayah pada ibu.


Tegar melihat ibu mengangguk, lalu ayah menghampiri Soraya "buktikan kalau Tegar memang ada di sini!" ucap ayah Tegar

__ADS_1


Tegar yang berada di samping Soraya saat itu langsung menggenggam tangan Soraya dan sebelah lagi menyentuh tangan ayah nya, ayah Tegar begitu terkejut ketika tangan kanannya merasa di sentuh oleh seseorang bahkan di angkat ke atas hingga sejajar dengan bahu nya "lepaskan!" sentak ayah, seketika Tegar melepaskan tangan ayahnya


"Apa tegar ada di samping kamu?" tanya Ayah Tegar lagi masih dengan nada mengintimidasi Soraya.


"Iya" jawab Soraya


"Minta dia mengambil gelas itu!" ucap ayah Tegar.


"Dia tidak bisa pak, dia hanya sebuah roh tanpa raga" ucap Soraya.


"Tapi tadi dia menyentuh bahkan mengangkat tanganku!" ucap ayah Tegar sinis.


"Itu karena dia sedang memegang tanganku, aku juga binggung kenapa hanya aku yang bisa melihat dan menyentuhnya" jelas Soraya.


"jadi dengan kata lain di bisa di sentuh dan di rasakan jika dia memegang kamu?" tanya ayah Tegar.


"Iya" jawab Soraya.


"Tegar minta kertas dan pulpen" ucap Soraya.


"Dia ingin berkata pada ayah, maksud nya pada bapak" ucap Soraya.


Tegar dan Soraya duduk di sofa, dan kertas yang ada di meja mulai terisi tulisan satu kata demi kata.


"Ayah, sudahlah kasian Soraya semalaman tidur dalam sel dia pasti lelah, nanti kita teruskan pembicaraan kita, aku akan buktikan kalau aku memang ada di sisi Soraya!" ayah Tegar membaca kertas itu lalu mengkerutkan keningnya.


"Baiklah, ibu bawa pulang Soraya dan adiknya ke rumah kita" ucap Ayah.


"Tapi!" sela Soraya.


"Kenapa kamu tidak mau?" Sentak Ayah pada Soraya, Tegar mencibir ayahnya yang selalu sinis pada Soraya.


"Aku harus menelepon, bibiku dia pasti khawatir" ucap Soraya.


Soraya mengeluarkan handphone milik Tegar dari dalam tas nya. Ayah Tegar yang mengetahui handphone itu milik Tegar putra nya, terdiam melihat Soraya membuka kunci handphone itu lalu menelepon bibinya "bahkan dia tahu kuncinya, apa mungkin benar di sampingnya ada roh dari putra tersayangnya yang sekarang sedang koma di rumah sakit" bathin ayah Tegar.

__ADS_1


"Yakinlah, di sampingnya ada Tegar anak kita" bisik ibu pada ayah.


__ADS_2