
"Tegar bergerak!!" teriak Amanda. Ayah Tegar yang kebetulan sedang melewati kamar Tegar, mendengar teriakkan Amanda, Ayah Tegar pun langsung segera masuk ke kamar Tegar, Ayah Tegar terkejut melihat putranya sedang mencoba untuk bangun dari tidurnya di bantu oleh Amanda.
Ayah Tegar segera berlari ke arah Tegar dan membantu Amanda, yang sedang membantu Tegar untuk bangun dari tidurnya.
Tegar kini sudah dalam posisi duduk, dia menatap Amanda yang ada di depannya, yang sedang memegang tangannya erat.
Tegar lalu menatap Ayahnya, tersenyum kecil pada ayah nya. Tegar langsung di peluk oleh Ayahnya erat-erat.
"Ibu kamu pasti bahagia sekali melihat kamu sadar!"
"Memang apa yang terjadi dengan aku?"
Kamu sudah koma lama, kami sudah hampir kehilangan harapan melihat kamu hidup, untung ada Soraya" ucap Ayah Tegar.
"Seperti nya Tegar butuh istirahat!" potong Amanda cepat, Amanda tak ingin nama Soraya di bahas saat ini
"Akhirnya kamu sadar juga sayang" ucap Amanda.
"Kamu ada di sini?" tanya Tegar, bingung melihat Amanda ada di rumah nya.
"Cerita nya panjang sayang, lain kali aku akan menceritakan nya padamu" jawab Amanda.
Amanda membantu Tegar untuk kembali tidur, tepat di saat itu pintu kamar Tegar di buka lebar-lebar oleh seseorang yang langsung menghambur berlari memeluk Tegar erat-erat.
"Akhirnya kamu sadar! Aku tak menyangka ternyata kita adalah_"
"Apa-apain sih kamu! Tegar baru sadar jangan di buat kaget dulu" potong Amanda, sambil mendorong Soraya agar menjauh dari Tegar.
Tegar melihat drama tepat di depan matanya, mencoba bangun kembali, Tegar menatap Soraya lekat-lekat, terlihat Tegar mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Siapa kamu?" tanya Tegar, membuat semua yang ada di dalam kamar terkejut.
Soraya dan Ayah Tegar saling pandang, mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Tegar, sedangkan Amanda tersenyum lebar mengetahui Tegar tidak mengingat siapa Soraya.
"Biarkan Tegar istirahat dulu, mungkin setelah tenang dia akan ingat dengan kamu" ucap Amanda, Soraya menatap sedih ke arah Tegar, lalu sedikit demi sedikit menjauh meninggalkan Tegar bersama Amanda.
Setelah menutup pintu kamar Tegar, Soraya berlari masuk ke dalam kamarnya. Soraya berlari dan tengkurap di atas tempat tidurnya lalu menangis di sana menumpahkan segala perasaan, Soraya menangis karena bahagia Tegar telah sadar tapi juga menangis karena Tegar telah melupakan dirinya padahal baru saja mereka saling berciuman, Soraya ingat bagaimana mereka berciuman, Soraya ingat saat itu matanya terus terpejam karena tak berani menatap wajah Tegar, Soraya tahu pasti saat itu wajahnya merah padam karena malu, tapi merasakan bibirnya di kulum dengan lembut oleh Tegar, Soraya menjadi terhanyut dan membalas ciuman Tegar, hingga akhirnya Soraya terbangun mendapati dirinya terjatuh di lantai, dan segera mengingat Tegar yang sudah tak ada bersamanya, Soraya saat itu baru ingat kalau dirinya tadi sedang berciuman dengan Tegar, bahkan Soraya masih bisa merasakan bibirnya agak kebas, Soraya langsung bangun lalu pergi berlari ke kamar Tegar, untuk melihat keadaan Tegar.
Soraya merasa sangat bahagia melihat Tegar sudah sadar saat itu, oleh sebab itu Soraya berlari lalu memeluknya, Soraya terharu karena ternyata dirinya adalah wanita yang di cari oleh Tegar selama ini.
Tapi sekarang Soraya merasa sangat bersedih karena Tegar tidak ingat akan dirinya.
Air mata Soraya tak berhenti jatuh membasahi pipinya, Soraya tak bisa merendam rasa sedihnya yang tiada terkira saat ini.
Soraya bingung bagaimana ia mengatakan pada Tegar kalau mereka berjodoh jika Tegar tidak ingat akan dirinya.
Soraya memeluk kedua kakinya erat-erat, Soraya tak ingin kehilangan Tegar.
Sekarang hari ketiga Tegar telah sadar,tapi belum ada tanda Tegar mengingat tentang siapa Soraya, Soraya menatap ke arah Tegar yang sedang makan di meja makan di bantu Amanda dengan ekspresi sedih pagi itu.
Ibu Tegar yang mengetahui hal itu, menyentuh tangan Soraya, memberi kan Soraya kekuatan untuk bersabar, karena ibu Tegar sudah tahu siapa cinta sejati Tegar yang sebenarnya.
Tiga hari yang lalu ibu Tegar terkejut melihat Soraya berlari kencang dengan gaya seperti sedang menarik tangan seseorang untuk ikut berlari bersamanya masuk ke dalam kamarnya, Ibu Tegar tahu siapa yang tangan nya di tarik oleh Soraya, siapa lagi kalau bukan Tegar putranya.
Karena rasa penasaran Ibu Tegar mengikuti Tegar dan Soraya, tepat di depan pintu kamar Soraya, ibu Tegar memasang pendengaran nya baik-baik.
Ibu Tegar saat itu mendengar Soraya bercerita tentang sinar putih yang mendekat ke arah Tegar yang akan membawa Tegar ke dunia lain dan tak mungkin lagi kembali ke dunia, Soraya mengatakan sinar putih itu sekarang sudah amat dekat sekali dengan Tegar, itu berarti waktu Tegar di dunia ini sudah tak lama lagi, mengetahui hal itu, air mata ibu Tegar turun dengan sendirinya membayangkan dia akan kehilangan putra satu-satunya, mendapatkan kenyataan ini ibu Tegar dengan tidak sabar membuka pintu kamar Soraya, tapi dia saat itu sangat terkejut melihat Soraya dan sosok Tegar yang biasa tak terlihat kini dengan jelas terlihat sedang berciuman, ibu Tegar pun melihat bagaimana tiba-tiba Tegar menghilang dan Soraya jatuh pingsan dan tak lama setelah itu, dia mendengar Amanda berteriak "Tegar telah bangun" saat itu ibu Tegar menangis terisak-isak, akhirnya putranya kembali hidup.
Ibu Tegar pun segera berlari menuju kamar Tegar, untuk melihat keadaan Tegar.
__ADS_1
Matanya menatap tak percaya melihat Tegar bangun dan melihat ke arahnya, dengan bercucuran air mata, tak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Tepat di saat itu, Soraya masuk ke kamar berlari masuk ke dalam pelukan Tegar, tapi Tegar dengan paksa melepaskan pelukan Soraya, sambil berkata "kamu siapa?" Soraya saat itu terkejut dan sedih karena Tegar tak ingat akan dirinya.
Ibu Tegar pun saat itu terkejut, tapi hal itu biasa terjadi seseorang yang bangun dari koma akan melupakan sebagian ingatannya, tapi itu biasa nya hanya bersifat sementara.
"Tenanglah, nanti juga dia akan ingat sama kamu, sayang!" ucap ibu Tegar pelan.
Soraya mengangguk pelan, matanya tak pernah lepas memandang ke arah Tegar.
Fernando menghela nafasnya, dadanya terasa sesak saat ini, karena entah mengapa Soraya sama sekali tidak memperhatikan dirinya, pandangan mata Soraya terus tertuju pada Tegar.
Tegar makan di bantu oleh Amanda, Amanda dengan sabar membantu Tegar makan hingga selesai, Tegar mengalihkan pandangan matanya ke arah Soraya yang sejak tadi memandang ke arahnya.
"Nama kamu siapa, aku lupa?" tanya Tegar pelan, Soraya mengepalkan tangannya, menahan gejolak rasa di hatinya saat ini, ingin sekali rasanya dia berteriak di depan Tegar kalau dia adalah Soraya, cinta nya.
"Soraya" jawab Soraya sedih.
"Soraya" ulang Tegar, Soraya melihat Tegar meringis kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Sudah ku bilang! jangan paksa dia mengingat semuanya!" omel Amanda, kesal pada Soraya yang selalu memasang wajah sedih di depan Tegar, lalu membantu Tegar bangun serta membawa Tegar kembali ke kamarnya.
"Tenanglah sayang, jangan paksa otak kamu terlalu keras dengan mengingat yang sudah kamu lupakan!" ucap Amanda, dan itu terdengar jelas di telinga Soraya, air mata Soraya langsung saja meluncur keluar dari balik bola matanya yang terlihat bengkak karena terlalu sering menangis belakangan ini.
Ibu Tegar menarik Soraya masuk ke dalam pelukannya, mengusap punggung Soraya pelan.
"Tenanglah sayang, kami pasti akan membuat Tegar mengingat kamu!" ucap ibu Tegar dengan lembut.
Ibu Tegar sudah merasa Soraya adalah putrinya juga, karena dengan kehadiran Soraya dan Karin di rumah ini suasana menjadi lain, keluarga ini menjadi terasa lebih hangat, bahkan suaminya begitu berubah, sikapnya menjadi agak lembut sekarang tidak keras kepala seperti biasanya.
__ADS_1
Isak tangis Soraya makin terdengar.
"Sebaiknya kamu mulai merelakannya, Tegar tak mungkin bisa mengingat kamu! Apalagi kamu datang setelah Tegar koma!" ucap Fernando pelan, kata-kata Fernando terasa menusuk hati Soraya.