Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 41. Mimpi Tegar


__ADS_3

Tegar menatap kepergian Soraya yang masuk ke dalam kamarnya, Tegar lalu berbaring di sofa mencari posisi yang nyaman, karena malam ini dirinya terpaksa harus tidur di atas sofa itu.


Tegar menatap langit-langit rumah Soraya, Tegar merasa tidak asing dengan rumah ini, seperti ada sesuatu di rumah ini. Tegar memejamkan matanya, tak lama kemudian pun tertidur pulas "selamat kamu telah kembali ke raga kamu, apa kamu telah menemukan cinta sejati kamu?" Tegar mencari arah suara itu berasal, tapi percuma Tegar tak melihat apapun karena saat ini begitu gelap, Tegar berpikir mungkin saat ini sedang mati lampu.


Tegar menutup kedua matanya lagi, tapi suara itu kembali terdengar.


"Tapi aku lihat wajah kamu tidak gembira? apa yang terjadi?" suara itu kembali bergema.


"Siapa kamu?" teriak Tegar, ketakutan.


Kemudian samar-samar Tegar melihat seseorang muncul dan berjalan ke arah nya, Tegar segera duduk dan menatap ke arah orang tersebut, terlihat oleh Tegar seorang wanita cantik kecil dan mungil sedang berjalan menghampirinya, setelah lebih dekat baru terlihat jelas wajah wanita itu, wajah yang terasa tak asing di ingatan nya, namun Tegar tidak mengenal siapa wanita itu. Tegar mengerutkan keningnya, saat wanita itu mendekatkan diri padanya hingga jarak di antara mereka hanya tinggal satu senti, kenapa wanita itu terlihat tanpa ragu terus berjalan mendekatinya dan menatap ke arahnya? Tegar mencoba berdiri tapi entah mengapa tubuhnya terasa lemas, wajah Tegar terlihat makin panik melihat wanita itu, yang sekarang berada tepat di depan matanya dengan tatapan mata yang tajam.


"Apa kamu masih ingat aku?" tanya wanita itu.


Tegar menggeleng lemah, menjawab pertanyaan wanita itu, wanita itu menghela nafas dalam-dalam.


"Aku yakin kamu pun pasti tak ingat dirinya?" lanjut wanita itu.


Tegar bertanya dalam hati siapa yang di maksud oleh wanita ini? aku melupakan siapa? dan bagaimana wanita ini bisa tahu jika dirinya telah melupakan sedikit bagian dari ingatan nya. Seakan tahu dengan kebingungan Tegar, wanita itu tersenyum kecil sambil berkata "cepatlah ingat dia sebelum kamu benar-benar kehilangan dia!"


"Apa maksud kamu?" tanya Tegar.


Wanita itu menatap Tegar sekali lagi, lalu menarik nafasnya dalam-dalam sekali lagi, "kamu ternyata salah satu pria yang bernasib sial, berhasil bertemu cinta sejati dan kembali hidup, tapi tak bisa bersatu, kalian akan mengalami satu tahap ujian lagi, jika ujian kali ini kalian lulus kalian baru bisa bersama untuk selamanya dan berbahagia"


"Apa maksud kamu?" tanya Tegar benar-benar tak mengerti apa yang di bicarakan oleh wanita mungil yang berdiri di depannya saat ini.

__ADS_1


"Cepat lah! temukan cinta sejati kamu itu sekali lagi! sebelum dia yang menghilang dari dirimu!"


"Cinta sejati ku?"


"Iya, jika kamu menemukannya percayalah hidup yang selama ini kamu idamkan akan terwujud"


"Tapi bagaimana dan siapa?" tanya tegar setelah terdiam beberapa saat memikirkan apa yang di ucapkan oleh wanita yang tak di kenal nya, tapi sepertinya dia mengenal dirinya, Tegar merasa dirinya benar-benar telah melupakan banyak hal selama dia koma.


"Cari dia dengan hatimu"


"Dia dekat namun terasa asing bagimu, bila dekat dengannya kamu tenang, bila kamu bersamanya senyum kamu akan selalu mengembang dialah cinta sejati kamu, cepatlah cari dia!!" lanjut wanita itu, lalu wanita itu berbalik arah dan akan seperti akan meninggalkan Tegar, tapi Tegar segara menahannya.


"Siapa kamu?" tanya Tegar.


"Nanti akan ku beritahu, karena sepertinya kita akan sering bertemu, sebelum kamu menemukan dia" jawab wanita itu, membuat kening Tegar berkerut sekali lagi, lalu


Tegar terkejut saat mendapati dirinya sedang duduk di s#ebuah sofa, dan teringat jika dirinya sekarang sedang berada di ruang tamu dari rumah Soraya, setelah melihat ke sekeliling.


Tegar mengusap matanya beberapa kali, memastikan pandangan matanya, tidak melihat, Tegar melihat dari mana wanita itu datang dan menghilang, tak ada pintu ataupun jendela di arah sana.


"Ternyata aku hanya bermimpi" lirih Tegar.


***


Pagi pun tiba...

__ADS_1


Soraya dan Tegar selesai sarapan bersiap pergi ke kantor, mereka berdua kali ini berada di dalam satu mobil menuju kantor, Soraya memandang dengan malas memandang ke arah kaca depan mobil.


Mungkin karena masih pagi lalu lintas kendaraan belum terlalu banyak, jalan pun terasa lenggang. Soraya bosan menatap pemandangan di depan matanya, lalu dia membuka kaca jendela mobil, tiba-tiba rasanya dia ingin sedikit menghirup udara pagi saat itu.


Tegar melirik ke arah Soraya, lalu berkata "aku semalam bermimpi aneh!"


"Mimpi apa?" tanya Soraya pelan, tanpa menoleh ke arah Tegar.


"Aku bertemu dengan seorang hantu wanita yang cantik, dia seperti nya sangat mengenal diriku, dia bahkan berani mengatakan kalau aku pria yang sial, karena setelah bertemu dengan cinta sejati tapi tetap tak bisa bersatu"


Mendengar hal itu Soraya terdiam bahkan dia seperti menahan nafasnya, pandangan matanya menatap kosong ke depan.


"Apa hantu wanita itu cantik?" tanya Soraya.


"Iya"


"Apa lagi yang dia katakan padamu?" lanjut Soraya, belum menoleh ke arah Tegar.


"Aku harus mencari cinta sejatiku sebelum dia benar-benar hilang"


"Deg!" jantung Soraya berhenti sejenak.


"Apa?! apa maksud hilang di sini?" Soraya langsung bertanya dalam hatinya, perlahan dia menoleh ke arah Tegar, menatapnya sayu, apa maksud dirinya akan hilang dari Tegar? Apa nanti aku benar-benar akan pergi menjauh dari Tegar untuk selamanya, atau Tegar yang akan pergi meninggalkan nya hingga mereka tidak saling bertemu lagi atau hilang, dalam artian lainnya.


Soraya menatap ke arah depan lagi, lalu menarik nafas panjang, Soraya bingung bagaimana cara mengembalikan ingatan Tegar? sebelum mereka benar-benar berpisah untuk selamanya seperti kata hantu itu.

__ADS_1


Tapi bagaimana mungkin mereka bisa berpisah? tak mungkin rasanya Soraya dan Karin meninggal kedua orang tua Tegar, yang sudah mereka anggap sebagai orang tua mereka, jadi rasanya tak mungkin dirinya menghilang meninggalkan mereka, kecuali....Soraya tiba-tiba merasa dada nya terasa sesak menduga apa yang akan terjadi, apakah itu benar-benar akan terjadi? karena itu satu-satunya alasan yang maksud akal, di mana dirinya akan meninggalkan Tegar dan keluarga untuk selamanya.


Soraya menoleh ke arah Tegar dengan cepat dan terkejut saat melihat sesuatu dari pantulan kaca mobil Tegar sedang mendekat ke arahnya.


__ADS_2