
"Ayo katakan!" rengek Soraya.
"Aku melihat upil kamu yang besar saat kamu sedang bercermin di sana!" jawab Tegar.
Soraya menatap tajam Tegar, apa yang di katakan oleh tadi? "Ya Tuhan" seru Soraya, Soraya ingat saat itu, wajah Soraya memerah mengingat saat itu.
Tegar tertawa keras, melihat wajah Soraya memerah karena malu, Tegar memeluk Soraya dalam pelukannya, saat itu memang menjijikan apalagi saat Soraya dengan joroknya menempelkan kotoran hidungnya di cermin, Tegar baru tahu jika Soraya ternyata jorok sekali.
"Ternyata kamu jorok!”
"Hanya iseng!" jawab Soraya.
Tegar tertawa lagi, ternyata ini yang di katakan jika di dekatnya kamu akan selalu bahagia.
Tegar mempererat pelukannya pada Soraya, Soraya tak akan pernah dia lepaskan lagi.
Fernando terkejut saat melihat Tegar dan Soraya sedang berpelukan, Fernando yang awalnya ingin mengajak Soraya makan siang bersama, mengurungkan niatnya melihat hal itu.
"Sial! Mereka kembali bersama!" maki Fernando.
Fernando dengan kesal berjalan keluar kantor masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa juga dengan dia!" ucap Fernando yang melihat Amanda tidur dalam selimut yang tebal.
Fernando dengan kesal menghampiri Amanda, tubuh Amanda bergetar, Fernando dengan segan menyentuh dahi Amanda.
"Panas sekali!" seru Fernando.
"Merepotkan!" ucap Fernando lagi.
Fernando dengan malas mengambil handphonenya lalu menghubungi seseorang, hingga sekitar 15 menit kemudian seseorang datang ke rumahnya.
"Berikan dia obat, sepertinya akibat kakinya terkilir dia jadi panas" ucap Fernando pada orang yang baru saja datang.
"Tenang saja, serahkan dia padaku"
"Bagus! Aku harus pergi lagi, aku titip dia padamu, pastikan dia kembali baik ketika aku sembuh"
"Siap"
Fernando sebentar melihat ke arah Amanda, kemudian dengan santai berjalan keluar rumahnya menuju suatu tempat.
Amanda membuka matanya, dia melihat ada orang asing di depannya. Amanda segera terbangun dan menatap ke arah orang itu.
"Siapa kamu?" tanya Amanda.
"Aku dokter yang di minta oleh Fernando untuk mengobati kamu"
"Fernando??"
"Kenapa?"
"Tidak" jawab Amanda yang tak percaya jika Fernando memanggil seorang dokter untuknya
"Kamu yakin kamu seorang dokter?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Apa aku perlu menunjukan indentitas ku?"
Amanda menggeleng pelan, lalu sedikit tersenyum.
"Dia ternyata baik juga!" lirih Amanda.
"Makanlah!"
Amanda makan dengan lahapnya, dari kemarin dia belum makan.
"Sejak kapan kamu belum makan?"
Amanda tidak menjawab, dia meneruskan acara makannya.
"Sepertinya kamu sudah baikkan aku harus segera pergi"
Amanda menatap dokter itu, lalu mengangguk pelan dan dengan cepat melahap kembali makanan yang ada di depannya.
Fernando tiba di tempat tujuan, dia segera menghubungi seseorang.
"Aku belum bisa melakukan nya ternyata Tegar begitu teliti dan juga hati-hati, semuanya tak pernah lepas dari perhatiannya" ucap Fernando.
"Aku cukup mengenal Tegar, hal itu sudah biasa aku duga, sepertinya kita harus melawan Tegar dengan membuat perhatian terbagi hingga dengan mudah kita menguasai usahanya"
"Tapi bagaimana?"
"Aku lihat asistennya itu cukup dekat dengannya,coba gunakan dia untuk membuat Tegar repot"
Fernando terdiam, lalu mengangguk pelan.
"Ada satu hal lagi yang harus aku katakan, di samping wanita itu ada mahluk lain yang tak terlihat oleh mata, melindunginya, kamu harus hati-hati"
"Tak mungkin aku bohong, karena aku pernah mengalaminya sendiri"
Fernando terdiam, Fernando pernah mencurigai hal itu, karena pertama mengenal Soraya, dirinya sering melihat Soraya bicara sendiri, tapi belakangan ini semua itu sudah tidak terjadi, tepatnya setelah Tegar bangun dari komanya, Fernando tak pernah melihat Soraya bicara sendiri.
Fernando kembali ke rumahnya dan melihat Amanda yang sedang terduduk, Fernando melihat keadaan menjadi lebih baik sekarang, entah apa yang harus di lakukan pada Amanda.
"Mengusirnya untuk sekarang itu tak mungkin, jika Amanda tertangkap dirinya pun dalam bahaya" pikir Fernando.
Fernando tanpa bicara pada Amanda masuk ke dalam kamarnya, kepala teramat pusing memikirkan semua ini.
Masalah Soraya memang aneh, apa mahluk itu masih ada di sekitarnya? Fernando berpikir akan mencoba untuk memancingnya, tapi bagaimana?
Fernando pagi itu bersiap pergi ke kantor, terkejut saat tak melihat Amanda di sofa.
Fernando segera mencari Amanda, namun tak juga dia temukan di dalam rumahnya, Fernando menatap pintu rumahnya, tak mungkin Amanda kabur, rumahnya di kunci rapat oleh Fernando, jadi rasanya itu sangat mustahil.
"Kamu mencari apa?" tanya Amanda membuat Fernando terkejut.
"Dari mana?" sentak Fernando.
"Kamar mandi"
Tanpa menunggu jawaban dari Amanda Fernando pergi meninggalkan Amanda.
__ADS_1
Amanda mendengus kesal, menatap kepergian Fernando.
***
Fernando pagi-pagi sudah tiba di rumah Tegar, dengan terpaksa melihat kemesraan antara Soraya dan Tegar membuat hatinya kembali meradang.
Fernando menarik nafas panjang, mencoba untuk menahan rasa marah dalam dirinya.
"Bisakah Soraya berangkat denganku pagi ini?"
"Memangnya kenapa?"
"Aku memerlukan bantuan Soraya untuk mengatasi seorang klien"
"Biarkan aku ikut dengan Fernando"
"Hati-hati”
Akhirnya pagi itu Soraya pergi bersama Fernando, sedangkan Tegar pergi ke kantor sendirian. Fernando membawa Soraya ke sebuah restoran, Fernando yang sudah memesan tempat sebelumnya, langsung di arahkan oleh pelayan di restoran itu.
Setelah memesan makan Fernando pamit sebentar pada Soraya untuk ke kamar kecil.
Soraya membuka handphonenya lalu membawa sebuah pesan yang masuk,dan ternyata pesan dari Tegar, Soraya segera membaca lalu tersenyum.
"Oke" sebuah pesan terkirim ke handphone Tegar.
Soraya melihat jam di tangannya mengapa klien yang di undang oleh Fernando belum datang? Soraya menatap ke arah lain dari restoran itu, mata Soraya membesar saat melihat sosok yang sangat di kenalnya ada di dalam restoran itu.
Soraya langsung menyembunyikan diri di tempat agak bersembunyi berharap Laras tak melihat ke arahnya karena Soraya melihat Laras tai seperti sedang mencari seseorang dalam restoran.
Soraya mengirim sebuah pesan pada Tegar, begitu selesai Soraya memasukkan handphonenya ke dalam tasnya lagi.
"Akh!" Soraya terkejut saat ada seseorang dari belakang membekap mulutnya.
"Angkat dia!"
Soraya yang pingsan di gendong oleh seseorang menuju ke sebuah mobil.
"Ingat jangan lukai dia,aku hanya ingin tahu, sesuatu darinya sebelum melakukan rencana kita" ucap pria itu lagi.
"Baik Bos!"
Tegar yang mendapat pesan dari Soraya langsung membacanya, dan terkejut saat membaca pesan dari Soraya itu.
"Kenapa Soraya dan Fernando berpisah?" gumam Tegar.
Tegar telah menyelipkan sebuah alat untuk mengetahui di mana Fernando dan Soraya berada diam-diam, saat Fernando dan Soraya pergi berdua ke luar kota untuk pertama kalinya.
Tegar menelepon Fernando, Fernando yang sedang bicara dengan anak buahnya di dalam restoran terkejut, melihat Tegar meneleponnya, Fernando menarik nafasnya menata suaranya agar terdengar tidak aneh di telinga Tegar.
"Halo!"
"Halo Tegar, tak usah khawatir Soraya masih bersamaku" ucap Fernando langsung.
"Kamu yakin Soraya bersama kamu?" tanya Tegar tak percaya.
__ADS_1
"Tentu saja dia sedang bicara dengan klien sekarang, jadi maaf tak bisa di ganggu.
Tegar memeriksa kembali di mana letak Soraya, ”kenapa Fernando berbohong?!" tanya Tegar dalam hatinya.