Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 57. Kematian ibu


__ADS_3

Soraya menatap Tegar tak percaya, lalu memeluk Tegar erat-erat, akhirnya waktu yang di tunggu-tunggunya telah tiba, mereka pun saling berciuman menumpahkan segala rasa yang tertahan selama ini.


***


Amanda yang pulang mengejar Tegar ke rumahnya, menjadi kalap saat Tegar tidak ada di dalam rumah tersebut, Amanda terduduk lemas di sofa, sambil menangis sendirian, bagaimana dirinya setelah ini, padahal pertunangan baru beberapa hari di rayakan.


"Ada apa?" tanya ibu Tegar yang kebetulan lewat dan melihat Amanda menangis.


Amanda menatap tajam ibu Tegar, ibu Tegar sampai terkejut mendapat tatapan itu, apa yang telah terjadi?


"Pasti kau yang telah membuat Tegar, mengikuti aku!" tuduh Amanda.


"Apa maksud kamu?" tanya ibu Tegar kebingungan.


Amanda bangun dari duduknya dengan kalap mendorong ibu Tegar hingga terjatuh menggelinding jatuh ke bawah tangga.


Amanda terkejut, dia menatap ibu Tegar yang tergeletak di bawah sana, Amanda melihat ada kucuran darah mengalir di lantai, Amanda terduduk lemas, kenapa jadi seperti ini? Amanda bangkit dari duduknya lalu segera meninggalkan rumah itu, tanpa seorangpun tahu.


Amanda pun mengendarai mobilnya kembali ke apartemen Sopyan, begitu Sopyan membuka pintu Amanda langsung menerobos masuk dan terduduk lemas di atas sofa.


Sopyan melihat tatapan kosong dari Amanda, hingga tak berani mengganggu Amanda, Sopyan tahu apa yang sedang di rasakan dan di alami oleh Amanda saat ini.


Tegar dan Soraya pulang ke rumah, terkejut saat melihat rumah mereka ramai di kunjungi banyak orang bahkan ada bendera kuning terpasang di pagar rumah, membuat Tegar dan Soraya saling pandang,mereka segera berlari masuk ke dalam rumah dan terkejut saat di dalam rumah mereka melihat ayah sedang duduk di samping jasad yang tertutup kain dengan wajah sedihnya, Tegar dan Soraya segera berlari mendekati ayah.


Tegar dengan bergetar membuka kain penutup jasad yang sedang terbujur kaku di depannya, Tegar terhenyak melihat wajah ibunya yang pucat tertidur lelap.


"Apa yang terjadi ayah?" tanya Soraya.


"Ayah tidak tahu, ayah pulang ibu sedang tergeletak di bawah tangga" jelas Ayah.


Tegar dan Soraya saling memandang, tak mungkin ibu mereka jatuh begitu saja, pasti ada penyebabnya.


Soraya memeluk ibu Tegar dengan erat, Soraya teringat ketika kedua orang tuanya tiada, sekarang dia kehilangan ibunya lagi.


"Kakak!!" teriak Karin.


Soraya memeluk Karin erat dan berbisik "ibu sudah tiada" Karin menangis kencang, memeluk ibu Tegar yang sudah dianggap ibu kandung olehnya.

__ADS_1


"Ayah bilang sama ibu jangan pergi!" ucap Karin, Ayah Tegar memeluk Karin erat.


"Maaf sayang ibu sudah pergi sebelum kita sempat mengatakan semua itu"


Karin menangis lebih kencang dari sebelumnya, untuk kedua kalinya Karin kehilangan seorang ibu.


Tegar terdiam terpaku di tempatnya, tak percaya ini terjadi pada keluarganya, pemakaman pun pada hari itu juga di lakukan semua orang yang mengenal ibu Tegar bersedih dan berduka, Karin dan Soraya duduk di samping makam ibu Tegar dengan wajah yang amat sedih, mereka berdua telah kehilangan seorang ibu lagi dalam hidup mereka.


Soraya dan Karin saling berpegangan tangan saling menguatkan satu sama lain.


"Ayah ayo kita harus pergi dari sini!" ajak Tegar pada ayahnya yang masih termenung di sisi makam istrinya.


Ayah menggeleng lemah, menolak ajakan Tegar, Karin mendekati ayah Tegar, lalu berkata.


"Ayah ayo pergi, biarkan ibu istirahat yang tenang, kita doakan ibu di rumah"


Ayah Tegar menoleh ke arah Karin memeluk Karin lalu berdiri dan perlahan-lahan meninggalkan peristirahatan istrinya yang terakhir.


Tegar saat tiba di rumah langsung memeriksa cctv yang ada di rumahnya, Tegar amat terkejut saat melihat apa yang di perlihatkan oleh cctv itu.


"Amanda!!" ucap Tegar geram, saat itu juga Tegar pergi mencari Amanda, tujuan utama Tegar adalah apartemen Sopyan, karena tempat itu satu satunya yang di ketahui Tegar.


"Amanda mana?" tanya Tegar.


"Tidak tahu! tadi dia kemari lagi, tapi tak lama dia pergi lagi!" jelas Sopyan.


"Bohong!!" bentak Tegar menerobos masuk ke dalam apartemen Sopyan.


Tapi apa yang dikatakan Sopyan sepertinya yang sebenarnya karena di dalam apartemen Sopyan, tegar tidak menemukan Amanda.


"Jika Amanda menemui kamu lagi, katakan padaku, akan ku beri imbalan yang bagus!" ucap Tegar.


Mendengar ucapan Tegar, Sopyan menduga pasti telah terjadi sesuatu.


"Tunggu, apa yang terjadi??"


"Amanda telah membunuh ibuku!!" jawab Tegar geram, matanya memerah ingat kejadian yang di perlihatkan oleh cctv.

__ADS_1


Sopyan yang mendengar itu, terhuyung ke belakang, terkejut bukan main, bagaimana Amanda bisa sampai melakukan itu?.


Tegar meninggalkan Sopyan dalam keterkejutannya, Tegar pergi ke kantor polisi menyerahkan rekaman vidio yang dia pegang. Tegar meminta bantuan polisi untuk mencari Amanda.


Tegar bertekad Amanda tak akan pernah lepas darinya, setelah dari kantor polisi Tegar pulang ke rumahnya.


Soraya yang melihat kedatangan Tegar segera menghampiri Tegar, bermaksud untuk meminta Tegar istirahat karena Soraya melihat Tegar belum sempat istirahat setelah dari pemakaman namun langsung pergi entah kemana?


"Dari mana?" tanya Soraya pelan, namun seperti tidak mendengar atau melihat Soraya, Tegar terus saja berjalan menatap kosong ke depan.


Soraya menahan tangan Tegar, namun Tegar segera menepisnya "jangan ganggu aku dulu, sebelum aku menemukan Amanda"


"Amanda? memangnya kenapa dengan Amanda?"tanya Soraya.


"Dialah yang telah membunuh ibu" jawab Tegar, membuat Soraya membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Tegar.


Tegar masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya rapat-rapat.


Soraya menatap pintu kamar Tegar yang tertutup rapat, apakah benar apa yang dikatakan oleh Tegar barusan? Soraya pun masuk ke dalam kamarnya, tubuhnya terasa lemas mendengar kabar ini.


***


Amanda dari rumah Sopyan mengemudikan mobilnya menuju tempat tinggal Fernando. Amanda pikir seharusnya Fernando yang harus disalahkan atas apa yang telah terjadi, Amanda tak bermaksud mendorong Ibu Tegar tadi, tapi Amanda bermaksud mendorong Fernando yang berdiri tepat di belakang ibu Tegar.


Fernando terkejut saat melihat Amanda berdiri di depan pintunya, Fernando segera mengusir Amanda, namun Amanda bersikeras tetap di sana.


"Aku tak punya urusan denganmu!!" ucap Fernando.


Amanda tersenyum sinis pada Fernando, ingat jika sampai aku tertangkap, kamu juga akan ku seret bersamaku.


"Tak ada buktinya"


Amanda tertawa kecil, lalu mengeluarkan handphonenya, lalu memperdengarkan rekaman suara yang berisi suara Fernando yang sedang mengancam dirinya.


Fernando mengambil handphonenya Amanda lalu membantingnya hingga hancur.


"Sekarang tak ada bukti lagi!"

__ADS_1


"Kamu memang bodoh, kamu pikir rekaman itu hanya ada padaku, ada rekaman lain" ucap Amanda, Fernando menatap tajam Amanda, lalu segera meminta Amanda masuk ke dalam rumahnya, setelah itu Fernando keluar lagi, dia bermaksud menyembunyikan mobil Amanda yang terparkir di depan rumahnya.


__ADS_2