
Shiera sedang duduk di teras rumah sembari memegang segelas jus alpukat. Ia memandangi Fero dan Miko yang sedang bermain dengan Arin di ayunan.
Dalam mata yang memandang, ternyata ada pikiran yang mengenang jauh ke masa dulu.
Shiera mengingat kembali kenangan nya dahulu bersama Ray. bahwa Ia dulu hanyalah seorang anak gadis muda belia yang tak tau dimana orangtua nya,bertemu dengan Ray yang dewasa dan menjadi wali nya serta kekasih dalam waktu yang cukup lama. 7 tahun bukanlah waktu yang singkat.
Sejak Ia usia 14 tahun bertemu dengan Ray di panti asuhan sebagai donatur di panti tersebut. Ray membawa Shiera dari belenggu kehidupan hampa nya dan memberi pendidikan terbaik pada Shiera. menjadikannya wanita simpanan yang segala kebutuhannya terpenuhi,hingga Ia mengandung Miko.
Shiera menghela nafas panjang.
" Hemmmm...Begitu banyak cobaan berat yang sudah Aku lalui.celetuknya. "
" Wahai hati, terimakasih telah kuat selama ini. " gumamnya dalam hati.
Pintu gerbang terbuka, mobil rubicorn berwarna coklat memasuki pekarangan rumah.
Tampak pak Hendi turun dari mobil dibantu oleh Lila, lalu Ia dihampiri oleh cucu-cucunya yang diikuti oleh Arin dan mereka pun berjalan bersama-sama menuju rumah.
" Capek Pa? " tanya Shiera.
" Enggak capek sih Shier.. tapi nafas Papa ini, rada sesak."
" Ouh duduk dulu Pa.. (mendekatkan kursi ke Pak Hendi) . Nanti Shiera telpon Rifan untuk bawa oksigen pulang. "
" Enggak, Enggak usah Shier... Papa istirahat sebentar aja nanti pasti nornal kembali kok. "
__ADS_1
" Enggak, Shiera gak mau tau, Shiera gak mau Papa kenapa-kenapa. Papa harus dengar Shiera ya. supaya papa tetap sehat juga."
" Baik lah kalau begitu bu dokter! " canda Pak Hendi.
" Papa nih... Papa salah tau, yang benar itu bukan bu dokter. tapi Istri dokter😂 " balas Shiera.
Shiera tertawa di ikuti yang lainnya.
......***......
#Singapore
" Mama dengar kamu punya anak Ray. "
Ray mengalihkan pandangan nya dari layar Ipad ke wajah ibunya. Ia sempat ragu untuk menanggapi pertanyaan Ibunya itu. sudah jelas jika Ia berbohong dan mengatakan tidak,adalah hal mustahil. sebab Ray tau bagaimana Ibunya melakukan pantauan terhadap dirinya jika ingin.
" Setelah kepergian Ayahmu, hari-hari Mama terasa sepi. " ucap Ny.Rosefa lirih.
" Kan ada Ray Mom! " masih menatap layar Ipad.
" Bagaimana kalau kamu mengurus hak asuh anak kamu itu jatuh ke tanganmu. "
Ray mulai terusik dengan kalimat yang baru saja Ibunya katakan.
Ray meletakkan Ipad nya di meja dan menghela nafas.
__ADS_1
" Mom, sudah ya, kan ada Aku. kita kan bisa sama-sama. lagian masalahnya tidak segampang yang Mama pikirkan Ma. rumit kalau diceritakan. " jelas Ray.
" Apa yang kamu khawatirkan sebenarnya? masalah pengurusan dan biaya penanganannya? kalau itu kamu jangan khawatir. "
" Mom... sekarang Ray tanya sama Mama, Yang sebenarnya Mama tiba-tiba heboh membahas masalah anak Ray itu kenapa? bukan nya dulu Mama dan Papa tak pernah suka Ray menikahi Shiera dan pada akhirnya Ray terpaksa jahat pada Shiera dan membiarkan nya pergi dari rumah kami demi menuruti keinginan kalian berdua. Mama gak ingat? "
" Tapi bagaimana pun dia darah daging Mama, dia anak kamu kok.Mama mau cucu Mama,biarpun terlahir dari wanita yang tidak tau dari mana asal usul nya, bibit bebet bobot nya. "
" Astaga Mom ... Jangan mulai lagi ya Ma, Ray masih banyak yang harus Ray pikirkan lagi dari pada mengusik kembali kenyamanan anak Ray yang sudah jelas-jelas tenang bersama Ibunya. "
Ny Rosefa mencibir,
" Halah... sok sok an kamu bilang begitu,lantas yang kamu peluk- peluk wanita itu di parkiran Mall itu maksudnya apa? sampai-sampai kamu kesakitan dipukul payung oleh temannya. "
" Mama menyuruh orang menguntitku ya? " Ray mulai terpancing.
Ny. Rosefa hanya bersikap cuek.
" Mom, sudah cukup Ray mengikuti semua kemauan kalian, dan patuh pada perkataan kalian yang di embel-embeli segudang ancaman kalian. cukup Mom! "
" Mama kira mendekam di penjara selama setengah tahun membuatmu menyadari siapa yang harus kamu jadikan panutan, namun kamu malah bodoh kelamaan di dalam sana. "
Ray hanya terdiam. Ia tak ingin lagi berdebat dengan ibunya, maka jalan satu-satunya hanyalah diam untuk pelan-pelan berontak.
" Mama sudah putuskan, Mama akan urus hak asuh anak kamu itu jatuh ke tangan kamu dan juga Mama tidak perduli jika harus menepuh jalan kecurangan.Mama akan melakukan segalanya.apapun itu. "
__ADS_1
Ray mengambil jaket jeans nya yang kemudian pergi meninggalkan Ny.Rosefa bersama dengan ego nya yang tinggi.