Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 47. Melepas Soraya Pergi


__ADS_3

Mendengar mobil Fernando sudah keluar dari rumahnya, Tegar baru beranjak dari tempat duduknya bersiap akan pergi ke kantor.


Amanda menggandeng mesra tangan Tegar sampai mobil, lalu mengecup bibir Tegar sebentar.


Tegar tersenyum menarik Amanda dalam pelukannya, Tegar ingat perkataan Fernando semalam, benar kata Fernando Amanda adalah calon istrinya tak mungkin dirinya mengabaikan Amanda begitu saja.


"Maafkan aku" ucap Tegar pelan.


"Atas dasar apa?"


"Karena aku telah mengabaikan kamu beberapa hari ini"


Amanda memandang wajah Tegar yang terlihat sangat tampan pagi ini, lalu tersenyum dan berkata "sudahlah aku mengerti mengapa kamu seperti itu" ucap Amanda mencoba bersikap bijak, agar Tegar luluh padanya.


"Kamu memang wanita yang baik, aku pergi kerja dulu, nanti sore kita jalan-jalan, bagaimana?"


"Tentu saja!" seru Amanda dengan semangat, selama di rumah ini mereka berdua belum pernah pergi keluar hanya berdua saja. Tegar pagi itu pergi ke kantor tanpa Soraya, tiba di kantor Tegar pun tidak membuka jendela yang menghubungkan ruangannya dengan ruangan Soraya. Tegar tak ingin hatinya melemah pada Soraya, jika terus melihat Soraya seperti yang biasa dirinya lakukan, Tegar harus berkonsentrasi pada Amanda calon istrinya.


"Tok, tok, tok"


"Masuk!!"


"Maaf pak aku mau minta tanda tangan surat tugas aku besok ke Cirebon" jelas Soraya.


"Berikan, biar aku tanda tangani" jawab Tegar cepat, Tan menoleh ke arah Soraya.


Soraya dengan berjalan cepat menghampiri Tegar lalu memberikan selembar kertas yang dia bawa, untuk di tanda tangani oleh Tegar, tak ada perbincangan yang terjadi saat itu diantara keduanya, setelah selesai menandatangani surat itu, Tegar langsung memberikan surat itu pada Soraya lagi.


"Terimakasih pak!" ucap Soraya lalu segera berjalan ke pintu untuk keluar dari ruangan Tegar, Tegar menoleh menatap pintu ruangannya yang baru saja di tutup oleh Soraya tanpa berkata apapun, lagi padanya.


sedangkan Soraya terdiam sejenak di luar pintu ruangan Tegar, mengatur nafasnya lalu berjalan kembali ke ruangannya, Soraya harus bersiap-siap untuk pergi ke Cirebon besok bersama Fernando, jadi waktu siang ini Soraya akan gunakan untuk memeriksa dokumen-dokumen yang harus dia bawa nanti.


Sedangkan Tegar langsung bersandar di kursinya, begitu Soraya keluar dari ruangannya, rasanya sangat aneh bersikap seperti yang di lakukannya tadi pada Soraya.


"Mungkin Fernando bisa membantu kamu melupakan kekasih kamu!" ucap Tegar.

__ADS_1


Hari ini Soraya dan Tegar benar-benar bekerja tanpa bertemu satu sama lain, bahkan ketika jam pulang pun mereka tak saling bertemu seperti biasanya jika sedang situasi seperti ini, Soraya pulang bersama Fernando dan mereka pulang terlebih dahulu, sedangkan Tegar sengaja memilih pulang terakhir untuk menghindari pertemuannya dengan Soraya.


Sampai di rumah, Soraya langsung masuk kamarnya, merapihkan pakaian yang akan dia bawa besok,setelah itu langsung pergi tidur tanpa makan malam, Soraya merasa perutnya masih kenyang karena Fernando tadi mengajaknya makan pecel lele terlebih dahulu sebelum sampai di rumah.


Sedangkan Tegar pergi keluar bersama Amanda sesuai dengan rencananya, hampir tengah malam mereka baru pulang, Tegar terkejut ketika melihat Soraya keluar dari dapur.


"Belum tidur?!" tanya Amanda pada Soraya.


"Sudah, hanya aku tadi lupa membawa air ke kamar, jadi terpaksa turun" jelas Soraya tanpa melihat ke arah Tegar, bahkan setelah berkata seperti itu Soraya langsung meneruskan langkahnya yang terhenti menuju kamarnya.


Tegar mengerucutkan bibirnya kesal pada Soraya yang mengacuhkan dirinya, "bisa-bisanya dia tidak menoleh ke arah ku!" umpat Tegar dalam hatinya.


"Ayo sayang aku lelah, aku ingin segera tidur!" ajak Amanda menghentikan lamunan Tegar tentang Soraya.


Tegar mengikuti langkah Amanda yang menggandengnya, sedangkan Soraya sudah masuk ke dalam kamarnya, menarik nafasnya dalam-dalam, menyentuh dadanya yang terasa sedikit sakit melihat Tegar bersama Amanda.


"Mereka memang seharusnya seperti itu, aku tak bisa muncul begitu saja diantara mereka dan merusak hubungan mereka!" bathin Soraya sedih.


***


Pagi pun tiba, dan tiba waktunya Soraya dan Fernando harus pergi untuk beberapa hari ke depan. Soraya melihat Tegar berdiri di pagar lantai atas menatap ke arahnya, mata mereka bertemu untuk beberapa saat lamanya, hingga harus berakhir ketika satu tangan menyentuh pundak Soraya, meminta Soraya agar pergi bersamanya, Soraya menatap sedih ke arah Tegar sebentar kemudian berjalan mengikuti Fernando yang mengajaknya pergi.


Tegar segera menuruni tangga agar bisa melihat Soraya lagi, tapi langkah kakinya berhenti saat melihat bayangan Amanda mendekatinya.


"Apa Soraya dan Fernando telah pergi?" tanya Amanda.


"Belum mereka masih di mobil"


"Kita kesana, aku ingin mendoakan mereka agar pulang dari sana mereka akhirnya jadian" ajak Amanda.


"Jadian!!" ulang Tegar pelan.


"Ayo sayang nanti mereka keburu pergi" ajak Amanda sambil menyeret Tegar agar berjalan cepat.


"Tunggu!!" teriak Amanda membuat semua orang menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Soraya segera menatap ke depan melihat Tegar berjalan bersama Amanda ke arahnya.


"Aku doakan semoga ada dua berita baik yang akan kalian bawa nanti, sepulang dari sana!" ucap Amanda.


"Dua berita baik apa?" tanya Fernando tak mengerti.


"Satu berita baik tentang proyek kita dan kedua berita baik tentang kalian berdua" jelas Amanda. Amanda tahu dari Fernando tentang rencananya mendekati Soraya.


"Memangnya kita berdua kenapa? kamu ini ada-ada saja" timpal Fernando lagi.


"Masa kamu gitu aja tidak mengerti, aku mendoakan kalian jadian sepulang dari sana" lanjut Amanda.


Saat Amanda dan Fernando saling berbicara, Tegar dan Soraya hanya berdiam diri tak berani bicara, hanya saling memandang satu sama lain.


"Terimakasih atas doanya" balas Fernando.


Soraya dan Fernando akhirnya pergi, Tegar menatap kepergian mobil yang di kendarai Fernando membawa Soraya pergi dari dirinya.


Tegar terpaku di tempatnya, hatinya terasa di bawa pergi oleh Soraya saat ini, hampa dan kosong. Seharusnya tidak seperti ini, bukankah di samping nya ada Amanda calon istrinya, sebenarnya apa yang terjadi bathin Tegar.


"Sayang kenapa?" tanya Amanda melihat Tegar mematung.


"Sayang!!" panggil Amanda sekali lagi, tapi Tegar masih terdiam tidak bergeming, Amanda dengan terpaksa balik ke arah Tegar kembali.


"Sayang!" panggil Amanda sambil menarik tangan Tegar.


"Ada apa?" tanya Tegar terkejut.


"Kamu melamun, ayo kita masuk!!" ajak Amanda, Tegar sekali lagi menatap ke arah Soraya menghilang, kemudian dengan pelan mengikuti Amanda masuk ke dalam rumah.


Tegar terus saja berjalan, pandangan mata nya kosong entah kemana dia melihat, bahkan Amanda di buat terkejut ketika Tegar menabrak nya dari belakang, tapi Tegar tidak bergeming malah terus saja berjalan.


"Ada apa dengannya?" umpat Amanda pelan.


"Baru saja di tinggal, tapi sudah seperti orang hilang kesadaran!!" umpat Amanda kesal.

__ADS_1


Seperti tuli bahkan Tegar tak mendengar suara Amanda memanggilnya berulang-ulang kal, hingga akhirnya Amanda menyerah untuk mengejar Tegar. Tegar masuk ke dalam kamarnya, mengunci rapat pintu lalu duduk lemas di Sofa, sedangkan Amanda hanya bisa memandang Tegar, tanpa bisa berbuat apapun, Amanda sedikit terkejut melihat sikap Tegar setelah kepergian Soraya.


"Begitu besarkah, pengaruh dirinya buatmu?!" ucap Amanda sedih


__ADS_2