
Tegar meneteskan sedikit air matanya, bagaimanapun Amanda adalah salah satu wanita yang telah mengisi hidupnya, di saat hatinya kosong.
"Maafkan aku"ucap Tegar lagi, lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
Tegar mengendarai mobilnya dengan perlahan di dalam mobilnya bayangan masa lalu nya yang indah bersama Amanda muncul dalam ingatan Tegar, membuat air matanya menetes kembali.
"Kamu memang bukan cinta sejatiku karena senantiasa membuatku sedih!" ucap Tegar.
Soraya yang gelisah menunggu di rumah bersama ayah dan Karin segera menyambut Tegar, begitu melihat Tegar datang, Soraya berlari dalam pelukan Tegar.
"Kakak tidak tahu malu!" ledek Karin.
Soraya segera melepaskan pelukannya pada Tegar, membuat Ayah dan Tegar tertawa kecil.
"Cepatlah kakak menikah, aku tak ingin terjadi sesuatu sama kakak!" lanjut Karin.
Soraya menatap tajam ke arah Karin.
"Tenanglah, aku akan segera menikahi kakak kamu!"
"Janji"
"Siap"
"Bagaimana Amanda?" tanya Soraya merubah suasana gembira menjadi diam.
Tegar menatap Soraya, lalu berkata "Amanda tewas masuk ke dalam jurang"
"Bagaimana bisa?"
Tegar kemudian menceritakan sesuai apa yang terjadi, Soraya dan semua yang mendengar menghela nafasnya.
"Kasihan Amanda!" ucap Soraya.
"Dia jahat kakak!" timpal Karin cepat.
"Karin benar, itu hukuman untuk yang bersalah!" lanjut Tegar.
Soraya menarik nafasnya, di hatinya masih ada satu masalah yang mengganjal di hatinya, Soraya merasa Amanda di sini tidak sendirian.
"Jangan terlalu di pikirkan, kita mulai sekarang bisa mulai fokus dengan hubungan kita" ucap Tegar.
***
Fernando di dalam kamarnya telah menerima telepon dari anak buahnya, bahwa pekerjaan mereka telah selesai dan sukses tersenyum, Fernando membaringkan diri di atas tempat tidurnya.
"Bebanku akhirnya berkurang satu" ucapnya.
__ADS_1
Fernando kemudian memejamkan matanya karena hari telah larut, Fernando menunggu esok pagi dan mempersiapkan diri untuk bertemu Tegar besok.
Fernando puluk enam pagi bangun dari tidurnya, lalu bersiap pergi ke kantor.
Tepat jam tujuh Fernando tiba di kantor, dia langsung masuk ke dalam ruangan nya.
"Seharusnya Soraya dan Tegar sudah datang" ucap Fernando.
Fernando mengetuk pulpennya ke meja, gelisah menunggu Tegar.
"Apakah dia tidak akan mengintrogasi aku, atas kejadian kemarin?" Fernando bertanya-tanya dalam hati.
Fernando terkejut saat mendengar pintu ruangannya di ketuk dari luar.
"Masuk!"
"Boleh aku masuk?" ucap Tegar.
Fernando menahan nafasnya melihat kedatangan Tegar.
"Tak perlu berdiri, aku hanya ingin memberikan ini untuk kamu, datanglah!"
Tegar memberikan sebuah undangan cantik berwarna merah kepada Fernando.
Fernando dengan segera membuka undangan tersebut, Fernando menatap Tegar tajam.
"Ini undangan kamu?"
"Datanglah malam ini di rumah Soraya, aku akan mengirim alamatnya" lanjut Tegar, kemudian Tegar keluar dari ruangan Fernando tanpa berkata apapun pada Fernando.
Fernando menatap kepergian Tegar dengan kesal, bahkan surat undangan yang berada di tangannya di remas kuat-kuat.
Sedangkan Tegar berdiri tersenyum lebar di depan pintu ruangan Fernando.
"Tak ada satu pun yang akan berhasil kamu rebut dariku! karena semuanya memang untukku bukan untukmu!" gumam Tegar, lalu berjalan menuju ruangannya.
***
Soraya menatap dirinya di cermin sambil tersenyum, sebentar lagi Tegar akan datang melamar bersama keluarganya.
Soraya teringat pertama kali bertemu dengan Tegar, tak akan ada yang tahu cerita itu, bahkan Tegar sekalipun, karena Tegar tak ingat kejadian itu, kejadian yang hanya terjadi di alam mimpinya.
"Kaka cantik!" puji Karin
Soraya menoleh ke arah Karin yang berdiri di depan pintu.
"Kamu juga cantik!" balas Soraya.
__ADS_1
"Karin senang kakak menikah dengan kak Tegar, dia baik!"
Soraya tertawa kecil mendengar itu, jodoh memang tak ada yang bisa menduga, Soraya tak menduga pertemuannya dengan Tegar telah merubah hidupnya 180 derajat, bahkan bisa memperbaiki rumah kedua orang tuanya seperti sekarang.
"Maaf pihak laki-laki sudah datang" ucap Bi Salma.
Soraya dan Karin saling bertatapan kemudian bersamaan keluar dari kamarnya.
Soraya dan Karin melihat ke arah Tegar dan Ayahnya, mereka terlihat kompak, dan mereka banyak membawa rombongan Membuat Soraya dan keluarga terkejut, namun tetap mempersilahkan mereka masuk.
"Ini lamaran atau Ngarak pengantin?" bisik Bi Salma.
Tegar menoleh ke arah Soraya yang sedang menatap ke arahnya dengan bingung.
"Kenapa?" tanya Tegar dengan bahasa isyarat yang di mengerti oleh Soraya.
"Kenapa bawa banyak orang?"
Tegar tersenyum mendengar pertanyaan Soraya.
Tegar dan Soraya kemudian saling duduk berhadapan, mereka saling tersenyum lebar dan hal itu di lihat oleh dua orang yang mendengus kesal melihat adegan itu.
Dari pihak Soraya ada Risman yang memasang wajah tak senang di acara itu, dari dulu Risman menyukai Soraya, karena tak berani mengatakannya dan merasa putus asa karena hal itu, Risman memutuskan berlaku nekad ingin merusak kegadisan Soraya, namun ternyata hal itu pun gagal dia lakukan.
Risman mengerutkan dahinya ingat peristiwa itu, peristiwa aneh yang baru kali itu dia alami, dirinya seperti di pukul dan di tendang namun tak tahu siapa yang melakukan semua itu, hingga dirinya tak sempat membalas.
Sedang Fernando melihat ke arah Soraya dengan tatapan terpesona, melihat kecantikan yang Soraya perlihatkan malam ini, Soraya sangat sempurna di mata Fernando selain cantik juga pintar, bisa membawa diri, kepribadian kuat ada di dalam diri Soraya, Fernando benar-benar jatuh dalam pesona Soraya, hingga membuatnya sempat melupakan tujuan utamanya, jika saja Soraya memilihnya bukan memilih Tegar menjadi pasangannya.
Tapi kini kemarahan Fernando pada Tegar menjadi dua kali lipat bertambah, satu merasa Tegar telah merebut hak nya kini Tegar telah merebut wanita pujaan hatinya.
Fernando beralih menatap ke arah Tegar dengan tatapan kebencian yang teramat sangat.
Acara lamaran telah selesai dan di putuskan Tegar dan Soraya akan menikah bulan depan, semua telah di rencanakan dengan baik, walau terkesan mendadak.
Fernando menghampiri Soraya yang kebetulan sedang sendiri, Fernando menatap ke arah Soraya dengan pandangan mata yang lembut, membuat Soraya menjadi serba salah.
"Kenapa? ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Soraya.
"Kamu sangat cantik malam ini" puji Fernando.
"Terimakasih"
"Kenapa kamu memilih Tegar?" tanya Fernando tiba-tiba.
Fernando sangat penasaran dengan hubungan Tegar dan Soraya, sejak awal Fernando tahu jika Tegar sudah memiliki calon istri, tapi mengapa tiba-tiba bisa bersama Soraya.
"Ceritanya panjang tak mungkin aku ceritakan semuanya malam ini, namun satu yang pasti bisa aku katakan padamu, aku dan Tegar memang sejak awal sudah di takdirkan bersama!" jawab Soraya tegas.
__ADS_1
"Tapi tolong jawab aku, kapan kamu mengenal Tegar?" tanya Fernando penasaran.
Soraya menatap Fernando dengan tajam kemudian tersenyum dan berkata " aku mengenal Tegar di saat Tegar tidur dalam komanya" jawab Soraya.