Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 17.Pencarian Soraya.


__ADS_3

Soraya menoleh ke arah orang yang telah mendorongnya, orang tersebut tersenyum kecut pada Soraya.


"Maaf, kamu terpaksa harus menginap di sini beberapa hari!"


Soraya mengerutkan keningnya, apa maksud dari perkataan orang tersebut, menginap di tempat ini, tempat kosong yang kotor dan berdebu.


Soraya terdiam di tempatnya saat pria itu menutup pintu keluar satu-satunya dari tempat itu, Soraya mendekap tubuhnya sendiri karena ruangan itu sekarang menjadi gelap gulita.


Soraya terduduk pasrah tanpa berani melakukan apapun, Soraya takut dirinya terkena benda tajam yang banyak dia lihat sebelumnya, sebelum tempat ini menjadi gelap seperti sekarang.


Andai saja dia tadi membangunkan Tegar ketika memutuskan pergi untuk menemui Laras, pasti dirinya sekarang tidak dalam situasi seperti sekarang, tapi sekarang nasi sudah menjadi bubur, awalnya ingin membuat kejutan untuk Tegar, tapi sekarang dirinya yang terkejut sekarang.


Soraya mencoba bersikap tenang, satu jam dan dua jam berlalu Soraya merasa bosan juga hanya duduk dan berdiri di tempat itu, bahkan Soraya tak berani memejamkan matanya walau tempat ini gelap, Soraya takut ada tikus atau binatang lainnya.


Sedangkan Tegar terbangun dari tidurnya, lalu segera pergi ke kamar Soraya, dengan perlahan dan memanggil nama Soraya, Tegar masuk ke dalam kamar Soraya, Tegar sekarang tak berani langsung masuk.ke kamar Soraya, ia takut kejadian kemarin terulang, dengan jelas ia melihat tubuh polos Soraya yang sedang memakai pakaian, jadi agar kejadian itu tidak terulang Tegar masuk kamar Soraya dari pintu depan dan juga memanggil namanya, agar Soraya tidak terkejut dengan kehadirannya, setelah menunggu beberapa saat Soraya tak kunjung menampakan batang hidungnya Tegar memaksakan diri untuk masuk lebih ke dalam ruangan lain dalam kamar tersebut, Tegar tetap tak menemukan Soraya.


"Kemana dia?" Tegar memutuskan untuk menunggu Soraya saat itu, tapi begitu lama Tegar menunggu Soraya tak kunjung datang, membuat Tegar sedikit panik, karena dia merasa bingung harus berbuat apa?.


Tegar berdiri dan mendekati meja kecil yang ada di sana, Tegar melihat selembar kertas kecil yang ada pesan di sana.


"Mbak Laras mengajakku bertemu di restoran pertama kita bertemu" isi pesan tersebut.


Tanpa buang waktu Tegar pergi ke restoran yang di tulis oleh Soraya. Dengan sekejap Tegar tiba di tempat itu, lalu segera mencari Soraya, tapi sudah ketiga kalinya Tegar memutari restoran tersebut Tegar tidak juga menemukan Soraya, tak mungkin Soraya saat ini telah pergi, dari restoran ini.


Tegar menjadi kebingungan kemana lagi Soraya pergi?padahal kota ini merupakan kota asing bagi Soraya, walaupun kota ini di kunjungi oleh Soraya untuk kedua kalinya saat ini, tapi saat kunjungan pertama Soraya hanya sebentar dan tak sempat mengelilingi kota, Soraya tak mengenal siapa pun di kota ini, kecuali Laras yang dia temui kebetulan saat kunjungan pertamanya ke kota ini.


Dugaan Tegar benar, tak lama Laras pun datang dan mencari Soraya, Tegar mendengar kalau Soraya telah pergi bersama pria dari seorang pelayan yang di tanya oleh Laras.


Mendengar hal itu Tegar menjadi tambah khawatir terhadap Soraya, siapa pria itu? kemana dia harus mencari Soraya.


Tegar melihat ke arah Laras, Tegar menangkap ekspresi yang aneh, entah mengapa Tegar melangkah mengikuti langkah kaki Laras, firasat yang aneh menyelimuti Tegar.

__ADS_1


Tanpa di ketahui oleh Laras Tegar masuk ke dalam mobil Laras, Laras dengan santai mengendarai mobilnya, ada sebuah senyum terlihat di bibirnya. Tegar terus memperhatikan Laras dengan seksama, membuat Laras sedikit merasakan kehadiran Tegar.


"Seperti ada yang memperhatikan diriku" gumam Laras sambil menoleh ke arah Tegar, tapi yang Laras lihat hanya bangku mobil di sebelahnya yang kosong, lalu Laras merasa bulu kuduknya merinding seketika.


Tegar tersenyum melihat itu, karena telah berhasil membuat Laras agak ketakutan dan kurang fokus, karena baru saja Tegar meniup leher Laras hingga bulu kuduknya berdiri.


"Apa yang kamu rencanakan pada Soraya, Laras?" ucap Tegar.


Tentu saja ucapannya tidak mendapatkan respon dari Laras, karena Laras tidak mendengarnya.


"Apa wanita itu, ada di tempat biasa?" tanya Laras pada seseorang yang baru saja di telepon olehnya.


"Bagus, aku ke sana sekarang!" lanjut Laras.


Ternyata praduga Tegar benar, Laras membawa mobilnya ke sebuah tempat yang sepi.


Tegar terus mengikuti Laras, Laras menunggu kedatangan seseorang dengan wajah sumringah, tak lama orang yang di tunggu Laras pun datang.


Seorang pria tampan dan cukup gagah mendekati Laras.


"Kamu bahagia sekali, sepertinya balas dendam kamu padanya akan terbalas sekarang" ucap pria itu lagi sambil mencubit gemas pipi Laras yang sedikit chubby itu.


"Begitulah sayang, sepertinya dia dekat dengan Tegar, hingga Tegar mempercayakan semuanya pada diri wanita itu!"


Siapapun yang dekat dan berhubungan dengan Tegar pasti akan celaka, aku pasti akan selalu membuat Tegar kesepian dan sendirian sepanjang hidupnya" lanjut Laras.


Tegar yang mendengar itu terkejut, tak percaya. Apa yang telah di lakukan olehnya, hingga ada wanita yang berbuat seperti ini.


Tegar mengingat masa lalu dan kejadian-kejadian yang telah menimpanya.


Tegar merasa hidupnya aman saja selama ini. Tegar berpikir Laras mungkin salah sasaran, orang yang dimaksud olehnya bukan dirinya.

__ADS_1


Tegar terkejut melihat apa yang ada di depannya, Tegar melihat Soraya terduduk sambil memeluk kedua lututnya dengan wajah pucat nya.


"Apa yang akan kita lakukan padanya?" tanya pria itu pada Laras.


"Biarkan saja dia seperti itu selama beberapa hari, aku sekarang ingin mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Tegar?"


"Memangnya kamu tahu dimana Tegar sekarang berada? ingat orang tuanya saja tidak mengetahui Tegar di mana!"


"Itu tidak mungkin, orang tuanya berbohong pada kita semua, kamu bisa lihat wajah mereka terlihat biasa saja walau putra mereka satu-satunya menghilang, itu aneh!"


"Tapi sebenarnya siapa wanita ini, sepertinya dia sangat mengenal Tegar?"


"Aku tak ingin tahu hal itu! mulai sekarang di manapun Tegar berada hidupnya tak akan tenang!" lanjut Laras.


Tegar terpaku di tempatnya mendengar semua percakapan tersebut, Tegar bahkan tidak mendekati Soraya yang sedang menatap ke arahnya dengan wajah kesal.


Soraya sesaat merasa senang saat pintu gedung di buka dan melihat ada Tegar di sana. Tapi kemudian merasa kesal saat melihat Tegar hanya berdiri terdiam terpaku di tempatnya.


Bahkan Tegar tidak menemui Soraya saat pintu gedung di tutup kembali. Soraya mulai menangis, Tegar adalah satu-satunya orang yang di harapkan akan menolong dirinya, tapi sekarang kenyataannya berbeda.


Tegar masih mengikuti Laras dan pria yang ternyata adalah kekasihnya, karena mereka terlihat mesra.


"Tunggu sebentar Soraya aku pasti akan menolong kamu, aku akan mengikuti mereka dahulu, hingga aku bisa tahu apa yang menyebabkan mereka melakukan hal ini"


Tegar bahkan tidak mengenal Laras, bagaimana mungkin Laras bisa membencinya? karena rasa penasaran itu Tegar, dengan tega membiarkan Soraya.


Tegar mengajak Soraya bertemu dengan Laras karena Soraya bercerita jika Laras pernah mengalami hal yang sama dengan dirinya, Laras pernah koma dan terombang-ambing rohnya, tapi kemudian akhirnya bisa kembali ke raganya, Tegar ingin mengetahui bagaimana Laras bisa kembali ke dalam raganya.


Laras dan Ramon yang ternyata nama pria itu akhirnya turun dari mobilnya di suatu rumah. Rumah yang cukup mewah dan unik.


***

__ADS_1


Soraya yang masih kesal dan marah pada Tegar, karena Tegar tidak menolongnya, duduk lemas kembali di lantai, lalu menangis.


"Soraya!"


__ADS_2