Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 40. Fernando dan Soraya.


__ADS_3

Amanda terkejut saat secara tiba-tiba Fernando berdiri di depannya, memergokinya keluar dari kamar Soraya.


"Aku sedang mencari alamat rumah Soraya!" jawab Amanda.


"Untuk apa?" tanya Fernando dengan tatapan penuh curiga.


melihat mata Fernando yang tajam menatap ke arahnya, Amanda bergidik ngeri dan berkata "bukan urusan kamu!!" jawab Amanda lalu melangkah melewati Fernando, Fernando tersenyum sinis melihat kelakuan Amanda.


"Aku punya kartu As kamu, jadi kamu jangan macam-macam denganku!!" ancam Fernando pelan dan terdengar jelas di telinga Amanda, Amanda secara spontan menghentikan langkahnya, lalu segera berbalik ke arah Fernando, Amanda menemukan jika Fernando sedang tersenyum mengejek padanya, Amanda merasa terpancing amarahnya akan hal itu, Amanda mendekati Fernando lalu tepat di wajah Fernando, Amanda berkata "apa maksud kamu?" tanyanya.


Fernando yang awalnya tersenyum kini perlahan mulai mengeluarkan suara tawanya, dan makin ke sini makin keras. Amanda melihat kelakuan Fernando bergidik ngeri "gila kamu ya?" ucapnya pada Fernando.


Mendengar itu Fernando langsung menghentikan tawanya, lalu membesarkan kedua bola matanya, dengan ekspresi wajah dingin, untuk ketiga kalinya Amanda bergidik "takut!!" ucapnya


"Memang seharusnya kamu takut! karena di dalam sini, ada semua tentang Kamu!" ucap Fernando sambil menunjukan handphonenya.


"Tenang tak akan ku beritahukan sekarang, tapi dengan senang hati akan aku jelaskan akibatnya jika sampai vidio ini sampai ke tangan Tegar!" Fernando menutup mulutnya, tapi itu tak lama, kemudian Fernando melanjutkan perkataannya, Fernando memperhatikan ekspresi wajah Amanda, sekilas Fernando melihat wajah Amanda berubah, tapi kemudian Amanda malah tertawa kecil seakan tak percaya pada ucapan Fernando.


"Tegar akan mengusir kamu dari rumah ini!" lanjut Fernando dengan perlahan, mendengar ini wajah Amanda kali ini benar-benar berubah, Fernando tersenyum sinis.


"Aku tak percaya!!" seru Amanda ketika Fernando berjalan meninggalkan dirinya, Fernando menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Amanda dan berkata "terserah kamu!"


Fernando berbalik arah kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda, Amanda menatap tajam ke arah Fernando, mengepalkan kedua telapak tangannya menahan rasa kesal dan marah.


"Ugh.. Agh...Ugh...teruskan sayang, sekali lagi!" ucap Fernando tanpa menghentikan langkahnya, Amanda yang mendengar itu berdiri kaku di tempatnya, jantungnya terasa jatuh saat itu juga, lutut nya bergetar dan kepalanya tiba-tiba terasa sakit.


Amanda masih melihat ke arah Fernando pergi, ingin sekali Amanda mengejarnya tapi lututnya bergetar hebat.


Amanda tak kuasa lagi menahan tubuhnya, hingga akhirnya dia jatuh ke lantai "tidak_tidak mungkin dia punya rekaman berisi aku yang sedang_" Amanda tak kuat meneruskan kata-katanya, dia menutup wajah nya dengan kedua tangannya.


'tidak_tidak itu tak mungkin!" ulang Amanda, lalu Amanda berteriak keras "tidaaaaaak!!"


Amanda sangat histeris karena membayangkan dirinya angkat kaki dari rumah ini hanya membawa sebuah koper yang hanya berisi pakaiannya saja, tanpa uang, ATM ataupun kartu kredit Tegar, yang selalu di pegangnya.

__ADS_1


"Aku harus bisa menghapus rekaman itu!?" ucap Amanda dalam hatinya, membuat nya mampu berdiri lagi. Amanda merasa harus berjuang untuk hidupnya bersama Tegar, Amanda berjalan perlahan menyusul Fernando, Fernando terkejut saat pintu kamarnya di ketuk dari luar, dengan malas Fernando membuka pintu kamarnya, dan menatap Amanda yang sedang berdiri di sana.


"Masuklah"


Amanda menuruti permintaan Fernando, Amanda berjalan perlahan masuk ke dalam kamar Fernando lalu berdiri menghadap Fernando yang duduk di tepi tempat tidur.


"Sejak kapan kamu punya rekaman itu?!" tanya Amanda.


Fernando tertawa kecil, lalu menatap tajam ke arah Amanda, sebenarnya Fernando merasa jijik melihat Amanda walau selama ini dia tinggal di luar negeri dan hubungan badan antara pria dan wanita sebelum menikah itu wajar, tapi apa yang di lakukan Amanda amat keterlaluan, Amanda sudah menjadi calon istri Tegar, tapi masih berhubungan dengan pria lain, Fernando sangat tak suka akan hal itu.


"Tidak perlu kamu tahu, tapi yang jelas aku sudah mengetahui semuanya tentang kamu!" jawab Fernando yang tentu nya membuat Amanda kesal.


"Apa yang kamu mau?"


"Tidak ada! aku hanya ingin kamu jangan menghalangi jalanku!"


"Maksudnya??" tanya Amanda tak mengerti.


"Jangan berbuat apapun yang akan membuat aku marah, jika kamu tak ingin kehilangan semua ini, dan menurut lah padaku!" ancam Fernando.


Amanda mengerutkan keningnya, sepertinya dirinya masih aman untuk saat ini, menebak tujuan Fernando atas rumah ini, sepertinya dia akan memperlihatkan Vidio itu di bagian terakhir dari rencana nya.


Amanda memutuskan untuk menuruti apa kata Fernando untuk saat ini, setidaknya ada waktu untuk dirinya untuk nanti melihat lalu menghapus bukti yang ada di tangan Fernando.


Amanda memutuskan untuk sementara menjadi antek dari Fernando, yang entah mempunyai tujuan apa pada rumah ini.


"Baiklah, walaupun aku belum tahu tujuan kamu, tapi bisa kamu pastikan aku akan membantu kamu, tapi tolong hapus bukti yang kamu punya itu!"


"Tentu saja! tapi tidak sekarang nanti jika tujuan ku sudah tercapai, akan ku hapus bukti ini, karena saat itu bukti ini sudah tidak berguna lagi!"


Amanda mendengar itu merasa geram, tapi untuk saat ini tak ada yang bisa dia lakukan, merebut langsung pun rasanya sulit, melihat tubuh Fernando yang kekar, tenaganya pasti kalah jauh bandingkan dengan Fernando, Amanda meninggalkan kamar Fernando dengan lemas, tak percaya semua nya akan jadi seperti ini.


"Aku harus menghubungi Sopyan, mengatakan semua ini" lirih Amanda.

__ADS_1


***


Tegar dan keluarga pulang dari kolam renang, menginap di rumah Soraya, sekarang mereka sedang berkumpul di ruang makan menikmati makan malamnya.


Karin melihat meja makan mereka penuh, tersenyum lebar, Karin merasa punya keluarga lagi sekarang ada ibu, ayah, dan dua orang kakak sekarang.


"Ada apa?" tanya Soraya pada Karin.


"Aku senang ka! rumah kita ramai lagi, tidak sepi seperti saat tak ada ayah dan ibu!" ucap Karin dengan senangnya.


"Kamu tak akan pernah lagi sendirian sekarang ada ayah dan ibu" timpal Ayah Tegar.


"Terimakasih, ayah!" balas Karin, sejak kedatangan Karin di rumah Tegar, Karin memanggil kedua orang tua Tegar dengan Ayah dan ibu atas permintaan mereka berdua, semenjak apa yang menimpa Tegar kemarin dengan hadirnya Karin membuang rasa sedih mereka karena kehilangan Tegar di sisi mereka, karena selama ini Tegar adalah satu-satunya alasan mereka tetap bertahan.


Tegar melihat ke arah ayah dan ibu nya yang sedang memanjakan Karin, orangtuanya benar-benar telah berubah, mereka sekarang menjadi orang tua yang hangat dan penuh pengertian, Tegar merasa terlalu banyak melewati kehidupannya hingga tak tahu apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya, hingga mereka begitu berubah, Tegar menghela nafas nya dalam-dalam.


"Ada apa?" tanya Soraya.


"Tidak!" jawab Tegar, makan malam itu terasa begitu hangat Tegar rasakan.


"Kapan kamu kembali kerja?" tanya Tegar ketika melihat Soraya sedang duduk sendiri.


"Apa ruangan aku telah siap?"


"Tentu saja, tinggal kamu tempati!" jawab Tegar.


"Apa kamu masih membutuhkan aku?" lanjut Soraya sambil menatap ke arah Tegar.


"Apa maksud kamu?"


"Sekarang kamu sudah sembuh, sepertinya kamu tak membutuhkan diriku lagi"


"Jangan ngaco! tentu saja aku masih membutuhkan kamu, sekarang aku sudah terbiasa mempunyai asisten!"

__ADS_1


Soraya terdiam, mata nya berkaca-kaca ternyata Tegar hanya membutuhkan dirinya sebagai asistennya, Soraya menghela nafasnya mencoba mengerti dengan keadaan yang ada sekarang, bagaimana ini bulan salah Tegar atau siapapun, tapi karena takdir cinta mereka memang harus seperti ini.


"Baiklah, besok aku akan kembali ke kantor!" jawab Soraya, menatap Tegar sebentar lalu segera berdiri dan berjalan meninggalkan Tegar menyembunyikan kesedihannya.


__ADS_2