Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 67. sadar


__ADS_3

Dari asap putih itu muncul seorang wanita cantik yang Tegar kenal selama ini, wanita itu tersenyum pada Tegar dan Soraya.


"Kalian memang di takdirkan untuk bersama, aku senang melihat hal ini" ucap wanita itu, Tegar tersenyum bahagia mendengar hal itu


"Tapi_" wanita itu tidak meneruskan kata-katanya.


"Tapi apa?" tanya Tegar Cepat. Ucapan wanita itu seketika menghilangkan senyum dari wajah Tegar.


"Maaf waktu Soraya di dunia telah habis"


"Apa maksud kamu?" tanya Tegar marah, tak mungkin Tegar melepaskan tangan Soraya lagi, yang sekarang sudah berada dalam genggaman apapun yang akan terjadi.


"Soraya harus ikut bersamaku!" lanjut wanita itu.


"Tidak!!!" bentak Tegar menarik Soraya agar berdiri di belakangnya.


"Kamu tak akan bisa menghalangi aku membawa Soraya"


"Tidak!! aku pasti bisa!" teriak Tegar marah.


Wanita itu tertawa kecil, mendengar perkataan Tegar.


"Lihatlah aku!" ucap wanita itu, dia terbang dan melayang memutari Tegar dan Soraya dengan perlahan namun kemudian terlihat makin cepat sekarang, wanita itu memperlihatkan kekuatannya yang tak akan bisa di tandingi oleh Tegar, namun Tegar tidak takut dia kian memeluk Soraya erat, walau Tegar sadar saat ini dia menghadapi mahluk di luar jangkauannya, Tegar menatap Soraya sebentar mereka saling bertatapan dan saling berpelukan erat apalagi saat mendengar tawa wanita itu sangat menakutkan.


"Coba katakan! apakah kamu masih yakin bisa menghalangi aku membawanya pergi!" ucap wanita itu lagi.


"Tentu saja!" jawab Tegar tanpa rasa ragu, membuat wanita itu kembali tertawa.


"Kamu pasti tahu aku sekarangpun jika ingin akan dengan mudah mengambil dia dari mu"


"Tak akan pernah ku biarkan itu terjadi" balas Tegar lagi, walau hati nya ada sedikit keraguan, tapi Tegar tak akan melewati kesempatan apapun untuk mempertahankan Soraya agar tetap di sisinya sampai detik terakhir.


Tegar menatap tajam wanita aneh yang ada di hadapannya, yang saat ini sedang memandang remeh padanya.


Tegar memperhatikan benar-benar setiap gerakan yang wanita itu lakukan.


"Apa kamu takut?" tanya Tegar pada Soraya.


Soraya menatap Tegar lalu tersenyum lebar.


"Tidak, ada kamu di sisiku" bisik Soraya lembut, membuat Tegar menoleh ke arah Soraya yang sedang menatapnya penuh cinta, Tegar membalas tatapan Soraya itu dengan penuh cinta tak mau kalah dari Soraya, hingga entah dorongan dari mana yang membuat Tegar akhirnya menarik kepala Soraya lalu mencium bibir Soraya saat itu juga dengan lembut, Tegar bahkan tenggelam dalam ciuman itu, hingga tidak lagi memperhatikan wanita lain yang berbahaya yang sedang bersama mereka, Tegar dan Soraya makin tenggelam dalam hangat dan panasnya cinta mereka yang di ungkapkan melalui ciuman mereka, mereka berpikir tak ada lagi penyesalan yang akan terjadi setelah mereka berjuang penuh untuk mempertahankan cinta mereka.

__ADS_1


Tegar melihat asap putih mulai menutupi mereka, Tegar perlahan melepaskan ciumannya pada Soraya, dan memeluk Soraya erat-erat dalam dekapannya, asap putih itu mulai menutupi mereka, bahkan Tegar kini tak bisa lagi melihat wajah Soraya yang sedang berada dalam dekapannya, Tegar saat ini hanya melihat kalau ia sedang memeluk asap putih saja, namun begitu Tegar tidak melonggarkan pelukannya dengan penuh keyakinan.


Asap itu lama kelamaan akhirnya menghilang dan Tegar melihat ternyata Soraya sudah tidak ada dalam pelukannya, Tegar seketika terjatuh lemas, rasanya rohnya hilang saat itu juga, saat tahu Soraya menghilang darinya.


Suara tangis Tegar mulai terdengar, Tegar terisak-isak menangisi Soraya yang hilang dari tangannya dalam sekejap.


"Tegar"


Tegar mengangkat kepala perlahan, mendengar suara pelan memanggil nya, Tegar terkejut dan terpaku di tempatnya saat melihat Soraya sedang menatap sayu padanya.


Tegar melihat Soraya sedang berbaring dan menatap ke arahnya, Tegar seketika menampar kedua pipinya dengan keras.


"Sakit!" ucap Tegar pada dirinya sendiri.


"Berarti ini bukan mimpi!" lanjut Tegar menoleh ke arah Soraya.


Soraya sedang tersenyum padanya saat ini, Soraya terkejut saat tadi melihat Tegar menampar kedua pipinya sendiri, namun juga tersenyum saat mendengar Tegar bicara sendiri.


Tanpa banyak bicara lagi Tegar memeluk Soraya, ternyata tadi dia bermimpi dan sekarang adalah kenyataan, Soraya masih bersamanya dan bahkan tersenyum padanya, Soraya telah sadar dan bangun dari komanya.


"Akhirnya kamu kembali padaku" bisik Tegar pelan.


"Tentu saja memangnya aku mau pergi kemana?" balas Soraya.


Soraya tertawa kecil mendengar ucapan Tegar.


"Aku tak akan pergi kemana pun tanpa izin darimu" balas Soraya.


”tentu saja, mulai sekarang aku tidak akan pernah mengijinkan kamu pergi dariku!"


"Iya aku akan selalu di dekat kamu"


"Itu harus, karena aku tak akan pernah melepaskan kamu"


"Iya" mereka tertawa bersama.


Tegar mempererat pelukannya pada Soraya.


Namun tiba-tiba suara aneh terdengar bergema di ruangan itu, membuat Tegar dan Soraya terkejut, dan mencari adalah suara yang mereka dengar.


Tegar langsung memeluk erat Soraya, tak akan pernah Tegar membiarkan siapapun lagi merebut Soraya darinya, melihat tindakan Tegar itu, tawa lucu seorang wanita terdengar dan wanita itu menunjukan wujudnya.

__ADS_1


"Selamat kalian telah lolos melalui ujian cinta kalian, semoga bahagia" ucap wanita itu.


"Maaf tadi aku membuat kamu ketakutan dalam mimpi, aku bingung harus melakukan apa hingga kamu mencium Soraya, agar dia sadar, sedangkan diriku belum bisa menampakkan diri padamu" lanjut wanita itu.


"Apa yang terjadi?" bisik Soraya.


"Nanti aku ceritakan" jawab Tegar.


"Aku pamit, semoga hidup kalian selalu bahagia, bye..."


Tegar dan Soraya menatap kepergian wanita itu yang berjalan menembus dinding kamar.


Tegar memeluk Soraya lebih erat, lalu tersenyum lebar bahagia.


***


Fernando menatap sedih ke arah ayahnya yang sedang menangis sekarang.


"Bagaimana mungkin aku bisa berpikir buruk pada mereka!" ucap Ayah Fernando sedih.


"Mereka bahkan menjaga harta kedua orang tuaku untuk di serahkan kembali padaku tapi aku kurang bersyukur atas hal itu" lanjut Ayah.


Fernando terdiam, Ayahnya baru tahu jika rumah dan segala macamnya adalah memang miliknya peninggalan kedua orangtuanya yang di jaga oleh kedua orang tua Tegar.


"Tapi mengapa mereka tak pernah mengatakan semua ini padaku?"


"Karena mereka tak ingin melihat ayah sedih" jawab Fernando.


"Tentu saja, aku saja yang bodoh, yang tidak melihat ketulusan mereka dalam menjaga diriku" ucap Ayah Fernando penuh penyesalan.


"Sudahlah ayah, jangan bersedih lagi"


"Aku harus minta maaf pada adikku"


"Tentu saja ayah, kita akan minta maaf, karena aku juga harus minta maaf pada Tegar"


ucap Fernando.


"Iya kamu betul, kita harus segera menemui mereka"


Fernando terkejut saat melihat Soraya duduk berdampingan dengan Tegar, saat baru saja masuk ke dalam rumah Tegar.

__ADS_1


Fernando segera menghampiri Soraya, dia memeluk Soraya, membuat semua yang ada di sana terkejut.


__ADS_2