Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 54. Pertunangan


__ADS_3

"Kamu masih ingat aku?" tanya Sopyan dengan sedikit marah, Amanda melihat keadaan sekitar takut ada seseorang yang melihat dan mengikutinya.


"Maaf, nanti akan aku ceritakan, yang pasti untuk saat ini kita bahaya jika saling bertemu" jawab Amanda dengan wajah sedikit gundah.


Sopyan seperti tidak mendengar apa yang di ucapkan Amanda langsung menarik Amanda dalam pelukannya.


Amanda yang terkejut serta merta mendorong kuat Sopyan hingga terjatuh membuat semua orang yang ada sekitarnya terkejut dan memandang ke arah mereka.


"Apa yang kamu lakukan!" teriak Sopyan berang.


"Maaf aku tak sengaja!" jawab Amanda.


Amanda menjulurkan tangannya hendak membantu Sopyan berdiri namun di hempaskan Sopyan dengan kasar, Sopyan marah pada Amanda, Amanda mengikuti langkah Sopyan dengan perasaan kacau matanya melihat ke sana kemari takut ada seseorang yang tahu siapa dia mengenalinya.


"Tunggu !" seru Amanda pada Sopyan, tapi Sopyan tidak menggubrisnya. Sopyan terus saja berjalan meninggalkan Amanda, Amanda terpaksa mempercepat langkahnya mengejar Sopyan, tapi terhenti ketika pundaknya di tepuk seseorang.


"Kamu!" seru Amanda terkejut.


"Mau kemana?" tanya Tegar.


"Mencari ibu, kami terpisah tadi!" bohong Amanda.


"Ibu mencari kamu!" jawab Tegar dingin.


"Iya tadi aku ke toilet sebentar, tapi ketika kembali ini tak ada, lalu aku mencarinya" bohong Amanda lagi.


"Kamu ini, ayo ikut aku!!"


Amanda dengan terpaksa mengikuti Tegar, sedangkan Sopyan yang merasa Amanda tidak lagi mengikutinya, menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat Amanda bersama Tegar, Sopyan pun segera menjauh dari tempat itu memahami situasi yang ada. Sopyan terpaksa menahan kerinduannya lagi pada Amanda hari ini, beginilah nasib seorang selingkuhan, dalam hati Sopyan, harus menunggu antrian.


Amanda menoleh sedikit ke belakang, bernafas lega saat mengetahui Sopyan tidak ada lagi di tempat itu. Amanda mengejar Tegar dan menggandeng tangan Tegar.


"Aku pasti merepotkan kamu tadi?" tanya Amanda, mencairkan suasana.


Tegar tak menjawab hanya melirik sedikit ke arah Amanda, Amanda mendengus kesal, belakangan ini Tegar menjadi agak dingin padanya.


Langkah Tegar berhenti saat mengenali sepasang pria dan wanita yang sedang berjalan ke arahnya, Amanda yang sedang berjalan bersamanya pun terpaksa berhenti dan melihat apa yang di lihat ole Tegar, Amanda menoleh ke arah Tegar, saat meras tangan Tegar mengeras.


"Mereka tambah dekat sekarang" ucap Amanda.


"Bukan urusan kita!" jawab Tegar ketus, membuat Amanda menghela nafas.


"Sepasang calon tunangan!" sapa Fernando, sinis.

__ADS_1


"Diam!!" bentak Tegar sambil melihat ke arah Soraya, Soraya menundukkan kepalanya, entah apa yang terjadi pada Tegar sejak keputusan hari pertunangannya, sikap nya berubah menjadi kaku dan dingin kembali.


Tegar menatap tajam ke arah Fernando, hingga situasi terasa agak mencengkam, Soraya mengangkat wajahnya karena merasa telah terjadi sesuatu, Soraya melihat Tegar dan Fernando saling menatap penuh rasa kebencian satu sama lain.


"Maaf, sepertinya kami harus pergi secepatnya karena kami harus pergi ke suatu tempat lagi" ucap Soraya berusaha mencairkan suasana tegang yang terjadi antara Fernando dan Tegar, setelah kejadia kemarin di Cirebon telah terjadi ketegangan antara Fernando dan Tegar, mereka tak lagi bertegur sapa seperti biasanya, bahkan terkesan saling menghindar.


"Ayo!" ajak Soraya pada Fernando sambil menarik tangan Fernando pelan.


Tegar menatap Soraya saat melihat tangan Soraya dengan erat menggandeng tangan Fernando. Soraya segera melepaskan tangannya pada tangan Fernando, hal itu tentu saja membuat Fernando kesal.


Fernando melirik ke arah Amanda yang sejak tadi hanya diam mematung di tempatnya, Amanda terkejut lalu menarik Tegar agar segera melanjutkan langkahnya menjauh dari Soraya dan Fernando.


"Seharusnya kita tidak usah kemari!" keluh Fernando.


"Sudahlah, aku juga baik-baik saja kita lupakan mereka!!" jawab Soraya.


***


Hari pertunangannya pun tiba, Soraya menatap Tegar, Tegar sangat tampan hari ini, Soraya tersenyum pada Tegar.


"Kamu masih bisa tersenyum!" ucap Tegar sinis.


"Pasti karena dia!" lanjut Tegar, sambil menunjuk ke arah Fernando.


"Masih bisa senyum!!" ucap Soraya sinis.


"Pasti karena dia!" lanjut Soraya menunjuk ke arah Amanda.


Tegar dan Soraya saling bertatapan mereka saling mendekat lalu berpelukan, erat.


"Tidak salah pasangan kalian?" sindir Amanda, Soraya segera melepaskan pelukannya dari Tegar, lalu menoleh ke arah Amanda.


"Hanya pelukan selamat kepada atasan dan teman baik, kamu pasti lebih tahu hubungan kita berdua bukan?" jawab Soraya membuat Amanda mendengus kesal.


"Selamat ya, atas pertunangan kalian semoga di lancarkan hingga hari yang di tentukan" lanjut Soray lalu pergi meninggalkan Tegar dan Amanda.


"Seharusnya kamu tidak dekat-dekat dengannya lagi!!" omel Amanda, Tegar menatap ke arah Amanda sebentar lalu pergi meninggalkan Amanda yang sedang kesal padanya.


"Dia sama sekali tidak memikirkan diriku" omel Amanda.


Tegar duduk sendiri, dia menatap ke arah para tamu undangan yang kebanyakan masih ada hubungan darah dengannya. Tegar menyandarkan punggungnya di kursi matanya terpejam, mengapa hatinya tidak bahagia dengan pertunangan ini.


"Tentu saja kamu tidak bahagia, karena dia bukan cinta sejati kamu!!" suara yang di kenal Tegar berbisik di telinganya, membuat Tegar terbangun seketika, dan terkejut saat melihat seorang wanita cantik dan mungil ada di depan matanya.

__ADS_1


"Mengapa kamu selalu mengikuti ku?"


"Kan sudah aku bilang selama kamu tidak ingat padanya, kita masih akan sering bertemu"


"Dia siapa?"


"Cinta kamu!"


"Cintaku?"


"Iya, cinta sejati kamu, yang akan membuat kamu selalu bahagia!"


"Bukankah dia cinta sejatiku?"


"Apa kamu bahagia dengannya"


Tegar menggeleng pelan, wanita itu tertawa kecil dan berkata "karena dia bukan cinta sejati kamu"


"Tapi dia calon istriku sudah sejak lama"


"Tapi dia telah mengkhianati kamu!"


Tegar mendengar itu, terkejut menatap tajam wanita di sebelahnya, benarkah apa yang di katakan oleh wanita ini? bagaimana bisa? bukankah Amanda sangat mencintai dirinya?


"Jangan bohong, kamu tak punya bukti!" omel Tegar.


"Kamu mau bukti?" tanya wanita cantik itu.


"Tentu saja, aku tak akan pernah membiarkan seorangpun menghina calon istriku!" omel Tegar.


Wanita tertawa kecil mendengar pembelaan Tegar pada Amanda, "kamu pasti tak akan membela nya mati matian seperti ini jika tahu kelakuannya yang asli!"


"Apa maksud kamu?"


Pejamkan mata kamu, akan ku beritahu sesuatu, Tegar menatap aneh ke arah wanita itu.


"Ayo cepat pejamkan mata kamu, sebelum waktuku habis bersama dirimu!" sentak wanita itu pada Tegar, Tegar terdiam dan perlahan menutup matanya.


"Tenanglah, kamu akan baik-baik saja, percaya sama aku, tarik nafas kamu dalam-dalam dan rileks sedikit"


Tegar mengikuti apa yang di katakan oleh wanita itu. Tegar terkejut ketika dirinya melihat bayangan dirinya sedang berjalan mengikuti Amanda di suatu pusat perbelanjaan, untuk apa dia mengikuti Amanda? apa saat itu mereka sedang tidak saling bersama, Tegar melihat dirinya duduk di depan Amanda namun Amanda seperti tidak melihat dirinya, Amanda saat itu asyik memainkan handphonenya sendirian dan tidak memperdulikan jika dirinya sedang menatapnya sejak tadi, Tegar kemudian melihat dirinya berdiri dan berjalan mendekati Amanda dan berdiri di belakang Amanda, sekali lagi Tegar bingung mengapa Amanda tidak menyadari dirinya ada di dekatnya.


Tegar melihat dirinya melihat ke arah handphone Amanda dan di saat itu, Tegar melihat ekspresi wajah dirinya seketika berubah sedih cenderung marah, Tegar melihat dirinya kemudian meninggal Amanda dalam keadaan marah, dengan rasa penasaran Tegar mencoba melihat handphone yang tadi di lihat oleh dirinya yang lain, mata Tegar membesar dua kali lipat melihat pesan-pesan yang di ketik oleh Amanda untuk seseorang melalui handphonenya.

__ADS_1


__ADS_2