Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 46. Mendekatkan Soraya dengan Fernando.


__ADS_3

Mendengar pertanyaan keheranan dari Soraya, Fernando tidak langsung menjawab, Fernando malah duduk di kursi yang ada di depan Soraya.


"Rahasia" jawab Fernando, membuat Soraya memicingkan matanya.


"Jangan di pikirkan! sedang apa kamu di sini" lanjut Fernando melihat wajah kesal Soraya, Soraya menatap ke arah Fernando lalu menjawab dengan perlahan "sedang ingin makan sendirian"


"Malam-malam begini?!"


"Bukan urusan kamu!" sinis Soraya, Fernando tertawa kecil


"Jadi aku tak boleh duduk di sini sama kamu?"


"Memangnya aku menyuruh kamu berdiri lagi!" sentak Soraya, Fernando tertawa lagi mendengar jawaban dari Soraya, akhirnya malam itu Soraya di temani Fernando.


Fernando kesal saat melihat dengan arogannya Tegar menarik tangan Soraya masuk ke dalam rumah tanpa bicara dengan nya dahulu, apalagi saat tahu jika Tegar membawa Soraya masuk ke dalam kamarnya.


Fernando berniat mengetuk kamar Tegar tapi di tahan olehnya perasaan itu, Fernando tak ingin membuat keributan karena bukan sekarang waktunya dia membuat keributan, persiapannya belum terlalu matang.


Tapi sekarang melihat bagaimana Tegar merebut Soraya darinya rasanya dia sudah tak tahan untuk melakukan rencananya.


Fernando mengetuk pintu kamar Tegar, dengan perlahan sambil mengatur nafasnya, agar tak terlihat Tegar jika dirinya sebenarnya sedang marah dengan Tegar.


Tegar membuka pintu, sedikit terkejut saat melihat Fernando yang berdiri di depan pintunya.


"Ada apa?" tanya Tegar.


"Ada yang ingin aku bicarakan!" jawab Fernando.


Tegar meminta Fernando masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sofa yang ada di sana. Tanpa buang waktu Fernando langsung bicara ke arah masalahnya.


"Aku ingin bicara tentang Soraya!"


Tegar yang mendengar itu terdiam, apa maksud Fernando berkata seperti ini.


"Maksud kamu?" tanya Tegar kemudian.


"Aku menyukainya!"

__ADS_1


"Deg!" jantung Tegar serasa berhenti mendengar pengakuan dari Fernando, apa maksud Fernando mengatakan semua itu padanya.


"Maksudnya???"


"Aku ingin bantuan dari mu, supaya Soraya menerima cintaku"


"Bagaimana??"


"Biarkan aku lebih dekat dengannya"


"Caranya??"


"Bukankah ada proyek baru, biarkan aku yang bekerja dengan Soraya"


"Tidak bisa!!" tolak Tegar langsung, Tegar tak akan membiarkan Soraya berduaan dengan Fernando.


"Kenapa?? Apa kamu cemburu?" pancing Fernando.


Tegar menatap tajam ke arah Fernando.


"Ingat Amanda calon istri kamu!" lanjut Fernando, membuat Tegar memalingkan wajahnya, memang Tegar ingat jika Amanda adalah calon istrinya tapi entah mengapa hatinya tidak mengatakan hal itu, hatinya terus menolak Amanda dekat dengannya. Malah Tegar merasakan hatinya condong pada Soraya yang tidak dia ingat sama sekali siapa itu Soraya, Tegar terlihat agak kebingungan.


Tegar mengacak-acak rambutnya kesal, tidak tahu harus bagaimana, Tegar teringat ciuman tadi bersama Soraya rasanya berbeda saat dia melakukan dengan Amanda, tapi bagaimana pun Amanda adalah calon istrinya tak mungkin tanpa alasan Tegar membatalkan rencana itu, tak adil buat Amanda.


"Sepertinya aku harus membiarkan Fernando bekerja dengan Soraya kali ini" lirih Tegar akhirnya.


***


Keesokan harinya...


Tegar turun terakhir menuju ruang makan, sebenarnya tegar sudah mau turun dari tadi tapi dia benar-benar menguatkan hatinya agar bisa mengatakan jika dirinya akan membiarkan Soraya dan Fernando menjadi lebih dekat dengan memberi mereka kesempatan untuk lebih banyak waktu untuk berduaan dengan memberikan proyek baru kali ini kepada mereka berdua.


"Pagi" sapa Tegar.


"Pagi" jawab semuanya bersamaan, Tegar duduk lalu mengambil nafas dalam-dalam dan membuka suaranya.


"Soraya dan Fernando kali ini akan bekerjasama melakukan proyek baru kita yang ada di kota Cirebon" ucap Tegar, tanpa basa-basi terlebih dahulu membuat semuanya terkejut, Fernando yang mendengar itu tersenyum lebar, sedangkan Soraya menatap ke arah Tegar, namun Tegar seolah-olah tak memperdulikan hal itu dia malah menatap ke arah Amanda sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Soraya selama sarapan terus melirik ke arah Tegar yang terlihat terus asyik bersama Amanda seolah-olah melupakan dirinya dan kejadian semalam.


Soraya yang tidak tahan dengan situasi ini cepat-cepat menyelesaikan sarapannya lalu segera pergi dari ruang makan.


"Bu aku ada pekerjaan pagi ini yang harus cepat aku selesai kan, sebelum pergi ke luar kota dengan Fernando" pamit Soraya pada ibu Tegar.


"Iya hati-hati" jawab ibu.


"Kita pergi bersama!" seru Fernando.


"Baiklah!" jawab Soraya sambil tersenyum lebar pada Fernando, walau mulutnya terus bicara pad Amanda tapi matanya sesekali melirik ke arah Soraya yang pergi dari meja makan, Tegar menyentuh dadanya, hatinya langsung merasa kosong saat itu juga.


Soraya menatap ke depan kaca mobil Fernando tanpa banyak bicara, membuat Fernando sedikit kesal, baru semalam Soraya begitu banyak bicara padanya, tapi pagi ini dia sudah kembali dingin seperti semula.


"Sepertinya kamu tak suka bekerja denganku?" tanya Fernando membuka suaranya. Soraya menoleh ke arah Fernando lalu. Menggeleng pelan.


"Kamu jangan marah dengan Tegar, Tegar melakukan ini karena permintaanku semalam" lanjut Fernando, tentu saja Soraya terkejut mendengar hal itu, ia menoleh kembali ke arah Fernando dengan rasa penasaran.


"Maksudnya?" tanya Soraya langsung, Fernando tersenyum lebar melihat reaksi langsung dari Soraya, seperti nya rencana bakal berhasil kali ini.


Fernando pun akhirnya menceritakan apa yang dia dan Tegar bicarakan tadi malam "jadi dengan kata lain Tegar mengijinkan aku untuk mendekati kamu, bagaimana?" jelas Fernando.


Soray terdiam untuk beberapa saat, benarkah apa yang di ceritakan Fernando padanya, lalu ciuman semalam apa artinya buat Tegar, apa Tegar hanya mempermainkan perasaannya, bathin Soraya.


"Jika itu kemauan Tegar, aku sebagai bawahannya pasti akan aku kerjakan" jawab Soraya.


Fernando menghela nafasnya, mendengar jawaban Soraya, apa Soraya tidak mendengar dan juga tidak mengerti ucapan terakhirnya jika Tegar memberi mereka kesempatan untuk lebih dekat.


"Bukan yang itu, tapi apakah kamu bersedia untuk lebih dekat denganku?"


Soraya tersenyum kecil, Tegar telah mengijinkan dirinya dekat dengan Fernando, berarti Tegar memang telah melepaskan dirinya, Soraya pun akhirnya mengangguk pelan.


"Benarkah??" seru Fernando tak percaya, setelah penolakan Soraya kemarin atas pernyataan cintanya.


"Tentu saja, dulu aku menolak kamu karena satu alasan yang tak bisa aku katakan padamu, tapi sekarang alasan itu sudah tak ada, jadi aku akan memberi kamu kesempatan untuk mencuri hatiku, jadi pastikan rencana kamu sudah matang agar kamu tidak kecewa lagi nanti" ucap Soraya.


Fernando yang mendengar penjelasan Soraya seperti melayang, tak menyangka jika Soraya akan memberinya kesempatan kedua.

__ADS_1


"Pasti! Aku tak akan membiarkan kamu lepas dariku lagi!" jawab Fernando dengan tegas, Soraya dan Fernando tertawa bersamaan, Soraya menghentikan tawanya melihat ke arah Fernando yang tertawa lepas lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, mengusap air matanya yang sedikit keluar, sedih karena harus mulai menjauh dari Tegar.


__ADS_2