
Tegar hari itu terkejut mengetahui siapa Soraya, bermaksud menyusul Soraya, dan mengatakan jika dirinya ingat siapa Soraya baginya, namun Tegar mengurungkannya saat melihat Amanda keluar menggunakan mobilnya, Tegar memutuskan untuk mengikuti kemana Amanda pergi.
Tegar merasa aneh melihat Amanda mengendarai mobilnya masuk ke sebuah apartemen, apartemen siapa? Amanda bukan lah warga Jakarta, lagi pula Tegar merasa Amanda jarang keluar.
Tegar mengikuti Amanda yang terlihat buru-buru hingga tidak memperhatikan keadaan sekitarnya, bahkan Amanda tidak menyadari jika mereka berada dalam satu lift, bahkan Tegar saat itu melihat bagaimana aksi Amanda menekan bel tiada henti.
Tegar tahu bahwa penghuni apartemen itu adalah seorang pria setelah melihat siapa yang membuka pintu untuk Amanda.
Tegar lama berdiri di depan pintu apartemen itu, sambil mencoba mendengarkan apa yang terjadi di dalam apartemen itu.
"Kenapa bang?" tanya seseorang pada Tegar.
"Siapa yang tinggal di sini?"
"Mas Sopyan"
Tegar tanpa berkata-kata lagi turun ke bawah meminta kunci cadangan pada pihak yang berwenang dalam apartemen itu, walau sempat terjadi percekcokan namun akhirnya Tegar berhasil.
Dan akhirnya penggerebekan pun terjadi, Tegar berdiri kaku di tempatnya melihat apa yang sedang di lakukan Amanda bersama Sopyan, bahkan Amanda saat itu sedang dalam keadaan polos.
Amanda terkejut melihat Tegar, menggigit bibirnya kuat-kuat, entah apa yang harus dia lakukan sekarang, sepertinya semuanya akan berakhir saat ini juga.
Tegar tidak berkata ataupun melakukan apapun pada Amanda dan Sopyan, amarahnya seakan-akan hilang, dia sudah tak perduli dengan apa yang telah Amanda dan Sopyan lakukan di belakang nya.
"Pakai cepat baju kamu!" ucap Tegar dingin, lalu setelah berterimakasih kepada pihak yang telah membantunya, Tegar pun pamit pergi dari tempat itu.
Amanda tersadar saat Tegar sudah pergi, Amanda segera memakai bajunya lalu pergi mengejarkan Tegar, namun terlambat Tegar sudah pergi, Amanda pun segera masuk ke dalam mobil, lalu pulang menuju rumah Tegar, dia akan menjelaskan semuanya pada Tegar tentang kejadian barusan.
Tegar dengan perasaan kacau mengendarai mobilnya ke suatu tempat setelah mengirimkan sebuah pesan pada seseorang, sekian lama mengendarai mobilnya akhirnya Tegar tiba di tempat yang di tuju.
"Soraya!!" teriak Tegar memanggil Soraya, Soraya segera berjalan untuk menghampiri Tegar, Tegar yang di sebrang jalan terkejut melihat ada cahaya putih di belakang Soraya yang perlahan-lahan mendekati Soraya, wajah Tegar terlihat cemas, cahaya apakah itu?
Dalam kecemasannya tiba-tiba sebuah bisikan terdengar di telinga Tegar.
"Jika cahaya itu menelannya, siap-siap ucapkan selamat tinggal kepadanya untuk selamanya"
"Apa?!" teriak Tegar, Tegar tanpa melihat kanan kiri langsung saja menerobos jalanan yang macet saat itu, sambil berteriak.
"Soraya!! cepatlah lari!!" teriak Tegar.
__ADS_1
Namun Soraya malah berhenti melihat Tegar yang menghampirinya, tentu saja itu membuat Tegar makin panik saja, apalagi cahaya itu masih bergerak perlahan mendekati Soraya.
"Soraya ku mohon jangan berhenti berjalan!! cepat kemari!! teriak Tegar.
"Brakk" suara keras terdengar membuat semua yang di sana terkejut.
"Tegar!!!" teriak Soraya memanggil nama Tegar mengetahui Tegar menghilang setelah bunyi itu, Soraya berlari kencang.
Tegar melihat situasi di depan matanya sebentar, melihat tak ada yang terluka Tegar marik nafas lega, di depan matanya sebuah mobil menabrak sebuah motor walau tidak terlalu kencang tapi cukup mengagetkan, namun berkat kejadian itu Tegar melihat Soraya akhirnya berlari, Tegar pun bernafas lega.
Soraya yang berlari ke arah Tegar di sambut oleh Tegar, Tegar segera memeluk erat Soraya, saat itu juga Tegar melihat bayangan putih yang mendekati Soraya seketika menghilang saat mereka berpelukan, tentu saja itu membuat Tegar bahagia, Tegar memeluk erat bahkan mengangkat Soraya membuat Soraya terkejut.
"Turunkan aku"
"Aku akan membawa kamu pergi dari sini!!" ucap Tegar.
Tegar menggendong Soraya menuju mobilnya lalu membawa Soraya pergi dari tempat itu, tanpa menghiraukan tatapan aneh dari orang-orang yang sedang melihat mereka.
Tegar membawa Soraya ke suatu tempat di mana mereka bisa bicara berdua.
Sikap Tegar pada Soraya sangat manis, membuat Soraya tersenyum sendiri.
Tegar membawa Soraya masuk ke dalam sebuah kamar hotel, setelah itu Tegar mengambil tangan Soraya dan membuka lengan baju Soraya, benar di sana ada gelang itu, gelang yang sama di pakai gadis itu, gadis yang di cium olehnya yang selalu hadir dalam mimpi, Tegar langsung memeluk Soraya erat-erat seperti tak akan pernah Tegar lepaskan lagi.
Setelah beberapa saat Soraya merasa Tegar sudah lebih tenang Soraya mulai mengeluarkan suaranya.
"Ada apa? bahagia sekali!"
"Kamu adalah dia!" seru Tegar
"Dia siapa?" tanya Soraya bingung.
Tegar menarik Soraya untuk duduk di tepi tempat tidur, lalu mulai menceritakan apa yang terjadi padanya.
"Jadi selama ini kamu menciumku, hanya untuk melihat bayangan itu!!" sentak Soraya marah.
Tegar menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat bibir Soraya yang cemberut.
"Maaf"
__ADS_1
"Aku selama ini berpikir, jika kamu menciumku karena kamu juga menyukaiku!" Omel Soraya lagi.
Tegar menarik tangan Soraya yang hendak bangun hingga Soraya kini jatuh di pangkuan Tegar, Tegar segera memeluk Soraya.
"Tenanglah, bukan hanya itu aku mencium kamu, tapi juga karena bibir kamu selalu menggodaku!"
"Apa!!" bentak Soraya marah.
Tegar makin mempererat pelukannya pada Soraya, menyadari dirinya salah bicara lagi.
"Bukan begitu maksud aku, entah mengapa jika dekat dengan kamu, aku selalu ingin mencium kamu"
"Kenapa??" tanya Soraya masih dengan nada tinggi.
"Aku juga tidak tahu! karena itu aku sering mencoba menjauhi kamu! karena aku ingat Amanda" jelas Tegar.
"Lalu sekarang, apa yang telah kamu lakukan? bukankah kamu sekarang telah menjadi tunangan Amanda!" sentak Soraya lagi.
"Jangan marah terus, dengarkan kan aku!!"
"Aku telah putus dari Amanda!"
"Apa???!" teriak Soraya langsung berdiri dari pangkuan Tegar, dengan segera Tegar menarik Soraya hingga jatuh di pangkuannya sekali lagi.
"Amanda telah berselingkuh dariku!"
"Apa???" teriak Soraya lagi terkejut mendengar kabar dari Tegar.
"Jangan keras-keras, kupingku sakit!!" protes Tegar.
"Maaf" ucap Soraya sambil mengusap telinga Tegar lembut.
Tegar tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Soraya.
"Aku melihat dengan mataku sendiri, dia bersama seorang pria dalam apartemen itu, sedang_" Tegar tidak meneruskan kata-katanya, bagaimanapun ada sedikit rasa sakit hati dalam dirinya karena ternyata dirinya telah di khianati sangat lama oleh Amanda.
Soraya memeluk Tegar, Soraya tahu bagaimana perasaan Tegar saat ini, dia pasti sedih menerima ini semua.
"Apa masih sakit?" tanya Soraya sambil memegang dada Tegar, Tegar tersenyum lalu menggeleng pelan.
__ADS_1
"Tidak, karena aku tahu Amanda memang bukan cinta sejatiku, Cinta sejatiku adalah kamu!"
Soraya melebarkan kedua matanya mendengar itu.