
Bab 21.
Soraya dengan melangkah cepat menjauh dari kamar Tegar, ciuman panas antara Tegar dan Amanda seketika terlepas, saat Soraya melepaskan pegangan tangannya dari Tegar, Tegar mendengus kesal begitu juga Amanda.
Soraya memaki-maki Tegar yang tak punya malu padanya. Soraya tahu mereka dalam keadaan sangat rindu tapi haruskah sampai seperti itu, Soraya merinding geli, seumur hidupnya Soraya yang belum disentuh siapapun, walau pernah di hatinya singgah seseorang tapi mereka tak pernah melakukan semua itu, karena saat itu Soraya selalu di jaga oleh ayahnya, saat mereka berduaan.
"Benar-benar tak tahu malu!" maki Soraya lagi, lalu dia terdiam, menyentuh bibirnya sendiri, seperti itukah sepasang kekasih? ah itu tidak boleh terjadi padanya.
"Apa yang kamu lakukan!!" bentak Tegar, melihat Soraya mengusap bibirnya sambil menutup kedua matanya.
Soraya terkejut, dia segera melihat ke arah suara tersebut dan melotot saat melihat Tegar yang sedang berdiri di hadapannya.
"Kamu!!" seru Soraya sambil memukul Tegar, Tegar yang terkena pukulan mengeluh kesakitan.
"Rasain! siapa suruh melakukan itu tanpa memikirkan aku yang ada di dekat kalian!" bentak Soraya.
"Maaf, kamu tahu sendiri kan, kami sudah lama tak bertemu?"
"Tapi tidak seperti tadi juga! Kalau peluk dan cium sih tak masalah, tapi suara kalian itu merusak telinga dan jiwaku!" protes Soraya.
Tegar mendengar itu tertawa kecil, melihat ekspresi Soraya.
"Kamu juga pasti jadi mau kan?" ledek Tegar.
"Mau apa?" tanya Soraya kesal.
"Mau kayak kami, tadi" jawab Tegar asal.
"Pasti! Tapi nanti kalau aku sudah menikah! rugi aku! sudah di grapa ***** tapi tak jadi menikah! kasian suamiku nanti dapat bekas orang!" ucap Soraya.
"Yakin?" tanya tegar lagi.
"Tentu saja!!" jawab Soraya, Tegar terdiam mendengar ucapan Soraya.
"Ya udah, aku minta maaf!" ucap Tegar akhirnya.
Amanda setelah terlepas dari ciuman Tegar, menarik nafas dalam-dalam, untuk mengurangi hasrat dari dalam tubuhnya yang menggelora karena perbuatannya tadi bersama Tegar.
"Sialan Soraya itu!!" makinya, jika hasratnya sudah seperti ini, Amanda harus ke kamar mandi untuk meredamnya, karena tak mungkin dia mencari pelampiasan hasrat nya saat ini.
Amanda segera pergi ke kamar mandi, yang ada di dalam kamar Tegar.
Amanda melepaskan pakaiannya di sana, lalu mengguyur tubuhnya dengan air dingin, ******* kecil keluar dari bibir kecilnya.
__ADS_1
Saat itu Fernando sedang mencari Soraya,Fernando yang sejak awal mengetahui Soraya bersama Amanda, mencari Soraya di kamar Tegar, tapi ternyata kamar itu kosong.
Tapi Tegar mendengar suara ******* seseorang dari dalam kamar tersebut, karena rasa penasarannya Fernando mendekati arah suara tersebut, ternyata dari dalam kamar mandi di sana, Fernando menempelkan kuat kupingnya di daun pintu kamar mandi itu, makin lama di dengar makin membuat bulu kuduk Fernando merinding.
Fernando yang penasaran dengan siapa yang ada di dalam kamar mandi tersebut, segera keluar dari kamar Tegar dan duduk di sofa yang ada di depan kamar Tegar, sambil pura-pura memainkan handphone nya sambil menunggu siapa yang keluar dari sana.
"Jika kamu lakukan itu sekali lagi di depan mataku, aku akan membunuh kamu!"teriak Soraya, sambil melemparkan sebuah buku pada Tegar, Tegar meledek Soraya karena buku itu tidak menyakitinya.
"Soraya!!" panggil Fernando, Soraya seketika menghentikan gerakannya dan menoleh ke arah Fernando.
Soraya menatap Tegar lalu menoleh kembali ke arah Fernando sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal, bagaimana menjelaskan hal ini pada Fernando.
"Aku akan ikut pencarian bakat, apa aktingku tadi bagus?" tanya Soraya pada Fernando.
Fernando mengerutkan keningnya "pencarian bakat??" tanya Fernando.
"Iya aku ingin jadi artis!" jawab Soraya, mendengar itu Tegar tertawa terbahak-bahak "artis figuran!" teriak Tegar, membuat Soraya mendengus kesal.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Soraya pada Fernando.
"Menunggu kamu, takut urusan kamu dengan Amanda belum selesai, jadi aku menunggu di luar sini" bohong Fernando, sambil menarik nafas lega karena di dalam sana bukan suara ******* dari Soraya.
"Apakah Amanda?? tapi sama siapa?" bathin Fernando bertanya-tanya.
Tak lama Amanda keluar dari kamar Tegar dan tak ada lagi yang keluar dari sana selain Amanda, Fernando sudah memastikan suara ******* itu adalah suara Amanda tapi dengan siapa? sendirikah? Fernando melihat ke arah sekeliling rumah, Fernando rasa rumah ini cukup aneh, Soraya yang suka bicara sendiri dan sekarang Amanda, walau baru datang tapi sudah bersikap aneh.
"Bagaimana Tegar, apa ada kemajuan?" tanya Fernando, dengan wajah sedih Amanda menggeleng lemah, Tegar yang melihat itu merasa bersalah.
"Sudah jangan sedih, lagi pula itu adalah konyol menurutku, entah dari mana ide itu muncul!" ucap Fernando sambil melirik ke arah Soraya.
"Maaf, aku hanya mendengar dari orang lain" ucap Soraya dengan wajah sedih.
"Sudahlah, lupakan kita doakan agar Tegar cepat sadar!" ucap Fernando.
Amanda melihat ke arah Fernando, karena merasa Fernando selalu memperhatikan dirinya, hingga akhirnya kedua mata mereka bertemu, Fernando menatap Amanda karena merasa ada yang aneh pada diri Amanda, dia penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kamar mandi tadi, suara Amanda sangat terdengar jelas di telinga nya.
Sedangkan Tegar memperhatikan Soraya yang terus memasang wajah sedih, Tegar mendekati Soraya lalu bertanya.
"Ada apa?"
"Aku sedih kamu tak jadi masuk ke dalam ragamu, dan Amanda yang sudah jauh datang harus kecewa karena hal ini"
"Bukan salah kamu, mungkin ini salah satu hantu itu dan juga aku yang percaya begitu saja padanya"
__ADS_1
"Atau Amanda bukan cinta sejati, kamu?" ucap Soraya pelan.
"Apa maksud kamu?" tanya Tegar tak mengerti.
"Lupakan, itu hanya pikiranku saja"
"Amanda calon istriku, dia pasti cinta sejati aku" omel Tegar.
"Iya aku tahu, tak usah kamu ulang terus hal itu! aku hanya berkata mungkin? tak usah marah!" balas Soraya kesal.
"Aku tak marah, aku hanya mengatakan yang sebenarnya" ucap Tegar lagi.
"Iya aku tahu, lalu kapan kamu akan menikah dengan Amanda?"
"Nanti saat aku sudah kembali ke raga ku!"
"Kapan itu terjadi?" tanya Soraya sinis.
"Entahlah"
"Apa Amanda akan mau terus menunggu kamu yang tidak pasti?" tanya Soraya pelan, sambil menatap sedih Tegar.
Tegar terdiam, diapun merasa tak tahu harus mengatakan apa, mata mereka saling bertatapan mereka saling mencari sebuah jawaban.
***
Amanda di perlakukan bagai seorang ratu di rumah Tegar, karena dia adalah calon istri Tegar, merasa spesial Amanda menjadi sedikit tinggi hati.
"Soraya! Aku bosan di dalam rumah, bisakah aku pinjam mobil?"
" Tentu saja! Aku akan meminta sopir mengantar kamu!"
"Tidak! Aku akan menyetir sendiri, lagi pula aku hanya ingin keliling kota sebentar"
"Tapi kamu belum tahu kota ini, bagaimana?"
"Ada handphone, gampang! Tak usah khawatir seperti itu! Aku bukan anak kecil!"
"Terserah! hati-hati, aku harus ke kantor!" lanjut Soraya.
"Itu memang tugas kamu bukan! bekerjalah dengan baik, Tegar telah membayar kamu besar!" ucap Amanda, membuat Soraya menatap tajam ke arahnya, lalu menatap ke arah ayah dan ibu Tegar, di mata Soraya terlihat sedih karena perkataan dari Amanda itu, tapi semua hanya diam mungkin merekapun tak tahu harus berkata apa?.
"Karena itu sesuai dengan pekerjaan yang di lakukan Soraya!" seru Fernando, Amanda menoleh ke arah Fernando, dia menatap Fernando tajam.
__ADS_1
Fernando menarik tangan Soraya, agar segera pergi dari tempat itu, tentu saja itu membuat Tegar terkejut, Tegar langsung mengikuti Soraya, namun langkahnya berhenti saat Amanda memanggil nya.
"Tegar! jika kamu ada di sini, jangan mengikuti Soraya! aku meminta kamu menemani aku kali ini" ucap Amanda kesal.