Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 53. Memutuskan untuk bertunangan


__ADS_3

Wajah Soraya seketika berubah, dan Tegar tahu itu, perasaan nya pun sama seperti Soraya, Tegar kembali memeluk Soraya, Soraya mulai menangis dalam pelukan Tegar, Tegar membiarkan hal itu, karena hatinya pun sebenarnya menangis. Entah apa yang akan dia lakukan sekarang? yang pasti sekarang dirinya harus kembali ke rumah, tak mungkin dia membiarkan orang tua Amanda kecewa.


Dengan berat Tegar melepaskan pelukannya pada Soraya, mereka saling bertatapan.


"Kita pulang sekarang!" ucap Tegar, Soraya dengan berat mengangguk.


Akhirnya hari itu mereka pulang setelah merapihkan semuanya, dalam perjalanan pulang mereka lebih banyak diam, dalam diam Tegar teringat bayangan yang muncul saat tadi berciuman dengan Soraya, gelang hanya gelang itu yang bisa menjadi petunjuk buat Tegar untuk mengetahui siapa wanita yang diciumnya pada bayangan itu, haruskah dia mencari siapa wanita itu? sedangkan dirinya sekarang harus menikah dengan Amanda.


Tegar menoleh ke arah Soraya, melihat ke arah tangan Soraya, kedua tangan Soraya polos tak memakai apapun, tegar menarik nafas berat, kemudian mulai berkonsentrasi lagi pada kemudinya.


***


Amanda gelisah menunggu kedatangan Tegar, setelah menerima telepon dari Fernando yang memberi tahukan jika Tegar menyusul Soraya, Amanda langsung kesal apalagi mendengar makian dari Fernando yang mengatakan dirinya tak becus menjaga Tegar.


Amanda mencari ide untuk membuat Tegar terikat padanya. Kebetulan di saat itu kedua orang tuannya menelepon dan ingin mengunjungi dirinya, tentu saja itu menimbulkan ide di kepala Amanda dan kali ini tentu saja melibatkan kedua orang tuanya dan Amanda yakin rencana kali ini akan berhasil, Amanda sangat tahu bagaimana sifat Tegar, mengenai hal ini.


Tegar dan Soraya tiba di rumah, Tegar tidak langsung keluar dari mobil, dia menatap Soraya sebentar, lalu menghela nafas panjang, sungguh berat memutuskan hal ini.


"Tenanglah hadapi mereka dengan baik, jika memang kalian berjodoh aku pasti dengan senang hati mundur dari kalian" ucap Soraya, Tegar menatap Soraya sekali lagi, menarik Soraya dalam pelukannya, Tegar merasa apa dirinya bisa melepaskan Soraya juga. Tegar merasa ini adalah pelukan terakhir nya untuk Soraya.


Tegar dengan cepat keluar dari mobil dan meninggalkan Soraya, Tegar merasa jika terlalu lama bersama Soraya, dirinya tak akan bisa meninggalkan Soraya. Soraya menatap kepergian Tegar dengan sedih dengan perlahan Soraya keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah, Soraya melihat Tegar di kurung oleh Amanda dan kedua orang tua Amanda, Soraya tersenyum pada mereka lalu bersalaman dengan mereka satu persatu, Soraya menundukkan kepalanya saat matanya bertemu pandang dengan mata Amanda yang menatap tajam ke arahnya.


"Ayo ikut ibu pasti kamu capek!" ajak ibu Tegar, yang mengetahui situasi yang terjadi antara Amanda dan Soraya.


"Siapa dia?" tanya ibu Amanda.


"Soraya asisten Tegar!" jawab Amanda sinis.

__ADS_1


"O_hanya asisten!"


Tegar yang mendengar dan melihat omongan Amanda dan kedua orangtuanya tentang Soraya, menyimpulkan jika mereka tidak menyukai Soraya, mungkin Amanda telah menceritakan sesuatu tentang Soraya pada mereka, Tegar menghela nafasnya lagi, semuanya menjadi lebih rumit lagi.


Soraya memeluk ibu Tegar, saat mereka sudah berada di dalam kamar, Soraya menangis sedih di dalam pelukan ibu Tegar, ibu Tegar dengan lembut mengusap punggung Soraya, ia tahu bagaimana perasaan Soraya sekarang. Entah sudah berapa lama Soraya menangis di pundak ibu Tegar, ibu Tegar hanya diam tanpa berkata apapun, menunggu Soraya tenang.


Soraya akhirnya menghentikan tangisnya, lalu menatap ibu Tegar yang menatapnya penuh rasa iba.


"Jika Tegar jodoh kamu, dia pasti kembali padamu!" Soraya mengangguk mendengar perkataan itu, kemudian menghapus air mata yang masih membasahi kedua pipinya, mereka berdua akhirnya saling berpelukan kembali.


***


Fernando datang dengan dua koper di tangannya, tanpa melihat ke arah Tegar dia mendekati Soraya yang sedang duduk sendirian. Fernando berdiri di depan Soraya dan menyerahkan koper yang berisi pakaian Soraya, mereka terlihat sedikit berbincang-bincang lalu kemudian berjalan bersama menuju kamar mereka.


Tegar yang mengetahui kedatangan Fernando melirik ke arah Soraya beberapa kali, saat dirinya bicara dengan kedua orang tua Amanda.


Tegar menarik nafas panjang, lalu melihat ke arah Amanda yang sedang bahagia tentunya, karena dia merasa akan segera menikah dengan Tegar.


"Saya pasti akan menikah dengan Amanda" Tegar menghentikan ucapannya, karena Amanda langsung berseru gembira dan memeluk Tegar, reaksi Amanda membuat semua berpaling padanya begitu juga Fernando dan Soraya yang sedang berjalan di anak tangga.


"Aku tahu akhirnya kita pasti akan menikah!" seru Amanda lagi, dengan suara keras, seperti sengaja Amanda lakukan agar semua mendengar hal itu, bahkan Amanda melirik sinis ke arah Soraya, karena Soraya adalah sasaran utamanya.


Soraya yang mendengar ucapan Amanda mempercepat langkahnya menuju kamarnya, bahkan meninggalkan Fernando di belakangnya, yang tanpa Soraya ketahui ada sebuah senyum bahagia muncul dari bibir Fernando, karena mulai sekarang tak ada lagi yang akan menghalangi dirinya mendekati Soraya, karena Soraya sudah termasuk dalam target dari rencana nya menghancurkan hidup Tegar.


"Tapi tidak sekarang!" ucap Tegar tiba-tiba, membuat Amanda dan kedua orang tuanya menatap ke arah Tegar dengan tajam.


"Sebagai bukti saya tidak main-main pada Amanda seperti yang bapak katakan tadi saya dan Amanda akan bertunangan dulu" lanjut Tegar.

__ADS_1


"Lebih baik langsung menikah saja nak Tegar!" protes ibu Amanda.


"Tapi saya belum siap, ada satu proyek yang harus saya kerjakan sampai tuntas dan itu butuh waktu, saya tak ingin setelah menikah saya bahkan tak sempat berbulan madu karena harus mengurus proyek tersebut" jelas Tegar, Amanda dan kedua orangtuanya saling pandang, lalu menatap Tegar kembali, Ayah Amanda akhirnya angkat bicara walau rasanya sangat berat.


"Jika memang itu alasannya, kamu bisa mengerti, kapan pertunangan ini akan di laksanakan, sebaiknya sebelum kami kembali ke kampung"


"Dua hari dari sekarang!" ucap Tegar dengan jelas.


Amanda memeluk Tegar sekali lagi, walau bukan ini yang dia inginkan, tapi alasan Tegar tadi membuatnya tak bisa berkata apa-apa lagi, selain menyetujui keinginan Tegar.


Tegar perlahan menarik nafas lega di detik-detik terakhir bisa menemukan ide yang tepat untuk menunda pernikahan nya dengan Amanda, Tegar merasa saat ini lebih tegang dari pada saat harus menemukan ide yang bagus untuk klien yang susah di hadapi.


Amanda menggandeng tangan Tegar di depan kedua orangtuanya yang membuat kedua orang tuanya tersenyum lebar.


***


Keesokkan harinya Amanda dan keluarga di ajak untuk berbelanja keperluan acara pertunangan oleh Tegar.


Amanda dengan suka cita menuntun kedua orang tuanya berbelanja, Tegar yang hanya diam mengikuti langkah mereka dari belakang, terlihat sekali jika Amanda dan kedua orangtuanya sangat bahagia, Tegar menarik nafas panjang melihat hal ini, rasanya tak tega harus merusak kebahagiaan mereka, tapi Tegar tak ingin membohongi diri sendiri, perang bathin terus menerus terjadi di dalam hati Tegar.


Tegar dan ayah Amanda duduk menunggu wanita selesai berbelanja, Amanda terlihat asyik memilih aneka baju cantik bergantungan.


"Aaaaakh!!" suara Amanda terkejut saat mulutnya di bekap dari belakang.


Amanda mencoba teriak tapi bekapan tangan kuat di mulutnya membuatnya susah untuk bersuara.


Amanda di dorong ke atas kursi, kemudian orang itu melepas topeng yang di pakainya, Amanda sangat terkejut saat tahu wajah siapa yang ada di balik topeng itu

__ADS_1


"Sopyan" seru Amanda.


__ADS_2