
Fernando segera melangkah mendekati Soraya, setelah tadi pamit sebentar pergi ke toilet. Fernando bersalaman dengan klien yang sedang bicara dengan Soraya, lalu mengambil alih pembicaraan mereka, Fernando tidak suka melihat klien itu terlalu fokus pada Soraya tadi.
Soraya pun mengalah, dia membiarkan Fernando mengambil topik yang sedang dia bicarakan dengan klien yang sejak tadi bersamanya, Soraya memilih untuk mendengarkan saja, lagi pula rasanya tak sabar Soraya ingin cepat pulang sudah hampir dua Minggu dirinya tak melihat Adiknya Karin dan "Tegar!!" ucapnya.
Fernando yang mendengar nama Tegar di sebut Soraya langsung menoleh ke arah Soraya, lalu menoleh kembali ke arah mana Soraya melihat.
Mata Fernando terbelalak melihat Tegar berjalan dengan gagah menuju ke arah mereka sekarang. Wajah Tegar yang dingin namun penuh karisma tentu saja menarik perhatian semua yang ada di sana, apalagi mereka mengenal siapa Tegar.
"Rupanya kamu di sini!" ucap Tegar, melihat ke arah Soraya, Soraya yang terkejut melihat kedatangan Tegar, menatap Tegar dengan tatapan tidak percaya, baru saja Soraya merasa rindu pada Tegar, dan saat ini Tegar benar-benar berdiri di hadapannya.
"Ayo!!" ajak Tegar pada Soraya dengan menjulurkan tangannya pada Soraya, Soraya yang tidak mengerti maksud Tegar, hanya menatap Tegar penuh tanda tanya.
Tegar yang tidak sabar, segera menarik tangan Soraya hingga Soraya akhirnya terbangun dari duduknya, dan berdiri di belakangnya.
"Maaf Soraya akan aku bawa pergi, aku sangat membutuhkan dirinya saat ini!" ucap Tegar pada Fernando dan klien yang sedang bicara dengan Fernando, Fernando menatap Tegar tak percaya, apa yang di lakukan Tegar di sini? Kemana Amanda, padahal sebelum pergi Fernando sempat berpesan pada Amanda untuk mengawasi Tegar, agar tidak menggangu rencana dirinya untuk mendekati Soraya selama mereka pergi berduaan. tapi saat ini Tegar malah dengan berani membawa Soraya di depan matanya. Fernando mengepalkan kedua tangannya yang berada di bawah meja, menatap kepergian Tegar dengan kemarahan yang amat sangat.
"Ini kedua kalinya Tegar merebut Soraya di depan mataku!" bahtin Fernando marah.
Tegar menuntun Soraya keluar dari ruangan pesta, lalu keluar dari hotel, Tegar meminta Soraya masuk ke dalam mobilnya, setelah memastikan Soraya duduk dengan nyaman Tegar segera berlari ke arah pintu mobilnya yang satu lagi, Tegar segara masuk ke dalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya, kemudian mengemudikan mobilnya menjauh dari hotel itu.
Soraya di dalam mobil hanya duduk dan menatap ke arah Tegar, tanpa bertanya mau kemana mereka pergi.
__ADS_1
"Aku ingin malam ini berdua saja dengan kamu, dan jangan pernah bertanya kenapa? karena akupun tidak tahu jawabannya!" jelas Tegar, seakan tahu arti tatapan bingung Soraya padanya.
Soraya menghembuskan nafasnya, lalu mengalihkan pandangannya dari Tegar ke arah kaca mobil yang ada di depannya, tanpa bertanya sesuai dengan keinginan Tegar.
Tegar melirik ke arah Soraya sebentar lalu kembali fokus pada kemudinya, entah kemana dia akan membawa Soraya saat ini, karena tadi yang Tegar inginkan hanya bertemu dan melihat Soraya dengan segera.
Setelah sekian lama, akhirnya Soraya menoleh kembali ke arah Tegar, dan membuka mulutnya yang sejak tadi terbungkam, karena melihat Tegar yang hanya lurus saja mengemudikan mobilnya.
"Kita mau kemana?" tanya Soraya.
"Kita ke rumah milik keluarga ibuku yang ada di sini!" jawab Tegar.
"Baiklah"
Tegar menarik tangan Soraya agar mengikutinya, tangan Tegar menggenggam erat tangan Soraya, menelusuri rumah itu. Rumah yang sangat besar namun terlihat sangat sepi. Soraya mendekatkan diri pada Tegar, sepertinya rumah ini, tak ada penghuninya.
"Tenanglah, jangan takut! rumah ini memang kosong, tapi selalu di bersihkan oleh keluarga mang Juna!" jelas Tegar, yang paham dengan reaksi yang di tunjukan oleh Soraya.
"Jadi kita akan bermalam di sini? berdua??" tanya Soraya, Tegar mengangguk sekali menjawab pertanyaan Soraya.
"Apa kita akan tidur terpisah?" tanya Soraya kebingungan.
__ADS_1
"Tentu saja! memangnya kamu mau kita tidur dalam satu kamar?"
Soraya menatap tajam kearah Tegar, Tegar tertawa kecil melihat ekspresi wajah Soraya yang lucu dan menggemaskan saat ini. Tegar membuka salah satu pintu kamar yang ada di rumah itu, lalu mempersilahkan Soraya masuk, Soraya dengan ragu masuk ke dalam kamar tersebut, kamar yang sangat luas, dan bersih tapi karena lama tak di tempati hawa nya sangat berbeda di rasakan oleh Soraya, Soraya melipatkan kedua tangannya di depan dadanya, memberanikan diri melangkah masuk mendekati tempat tidur yang ada di dalam kamar itu.
"Aku ada di kamar sebelah!" bisik Tegar, mengejutkan Soraya, membuat Tegar tertawa kecil untuk kedua kalinya.
"Kamu takut yah, apa aku tidur di sini saja dengan mu?" bisik Tegar lagi, Soraya menatap tajam ke arah Tegar, di sela rasa takutnya.
"Aku lebih takut berdua dengan kamu di sini, dari pada sendirian di sini!" jawab Soraya cepat.
"Yakin?" ledek Tegar.
"Tentu saja!" jawab Soraya lagi.
"Baiklah kalau begitu aku keluar yah?" pamit Tegar sambil berjalan cepat keluar dari kamar itu, meninggalkan Soraya sendirian.
Soraya menatap kepergian Tegar dengan pandangan mata kesal, karena Tegar meninggalkan nya begitu saja. Baru saja Soraya duduk di tepi tempat tidur, pintu kamarnya di ketuk dari luar, dengan malas Soraya berjalan kearah pintu.
"Aaaakh!!" Soraya terkejut dan mendorong apapun yang sekarang berdiri di depan pintu kamarnya, dan segera menutup pintu kamarnya rapat-rapat lagi.
"Mahluk apa itu?! tidak mungkin rumah ini berhantu!" pekik Soraya ketakutan lalu merapatkan punggungnya dengan tembok dan melihat tajam ke arah pintu yang sekarang sudah terkunci rapat lagi, Soraya melihat handle pintu kamarnya bergerak-gerak sepertinya ada yang berusaha masuk ke dalam kamarnya, Soraya berlari ke arah tempat tidurnya mengambil bantal guling yang ada di atas tempat tidur untuk memukul apapun yang muncul nanti di depan pintu kamarnya, Soraya lalu berlari kembali ke pintu, dan melihat handle pintunya sudah tidak bergerak lagi, Soraya memberanikan membuka pintu kamarnya dengan guling di tangannya, Soraya tak melihat apapun bayangan pun tidak ada, akhirnya setelah memastikan tidak ada apapun Soraya kembali mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.
__ADS_1
Soraya berjalan perlahan berjalan menuju tempat tidurnya lalu duduk di sana, tapi terkejut saat melihat ada dinding kaca di dalam kamarnya, dinding kaca itu memperlihatkan isi dari kamar yang ada di sebelah kamarnya, Soraya terkejut saat melihat seseorang dengan pakaian hitam dan wajah seram memandang ke arahnya melalui kaca tersebut.
"Aaaaakh!!" teriak Soraya seraya menutup wajahnya dengan bantal yang ada di dekatnya.