MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
MASIH SEDIH


__ADS_3

Masih di dalam toilet wanita.


" Om Mukid, aku sudah tidak apa- apa! Om keluarlah terlebih dahulu dan temui mama. Aku akan segera menyusul. Jangan sampai mama curiga. Kenapa kita berdua tidak juga kembali dari toilet." kata Sinta. Mukid segera merangkum kembali kedua pipi Sinta lalu mendekatkan bibirnya ke bibirnya. Dikecupnya dengan lembut.


" Besok hari senin ketika kamu kuliah kembali aku akan datang menjumpai kamu, Sinta." ucap Mukid sebelum keluar dari toilet wanita itu. Dengan cepat Mukid keluar dari sana dan bergegas menuju tempat duduk, dimana Maimunah masih duduk di saung rumah makan itu.


Sinta merapikan rambut dan juga make-up nya. Bibirnya terlihat merah dan bengkak. Di dalam toilet tadi dirinya dengan Mukid telah lama bercumbu. Sesaat Sinta melupakan keadaan hubungan yang rumit ini. Namun tekadnya sudah bulat. Setelah mama dan juga Mukid menikah nanti, dirinya akan pindah ke luar kota untuk kuliah di sana. Sinta akan menjauh dan tetap memilih merelakan kebahagiaan mama dan juga Mukid. Tidak mungkin dirinya bisa tega dengan mama nya, mengkhianati mama nya.


Sinta akan mengikhlaskan dan menjauhi Mukid demi kebahagiaan mama nya. Dirinya tidak ingin menjadi diri dalam daging untuk mama nya. Sinta harus memutuskan hubungan nya dengan om Mukid, walaupun sangat berat, namun tetap harus ia lakukan.

__ADS_1


Sinta kembali bergabung dengan mama serta calon ayah tirinya ke saung rumah makan itu.


" Lama sekali kamu ke toilet nya sayang?" tanya Maimunah. Sinta memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum.


" Ayo dimakan lagi Sinta!" suruh mama nya.


" Aku sudah kenyang ma!" ucap Sinta.


" Ayo Sinta! Calon ayah tiri mu ingin membuat kita bersenang- senang membelikan sesuatu." ajak Maimunah. Semua mulai bergegas meninggalkan tempat itu. Mukid mengeluarkan dompet nya dan memberikannya kepada Sinta untuk membayar makanan dan minuman yang telah mereka makan. Sinta segera berjalan menuju ke kasir untuk membayar semua tagihan nya. Sedangkan Maimunah dan Mukid sudah menunggu di parkiran di dalam. mobil.

__ADS_1


Maimunah mengecup pipi Mukid sebelum Putri nya datang. Mukid tersenyum dengan tindakan Maimunah.


" Terimakasih untuk makan malam nya yah, sayang!" kata Maimunah.


" Iya, lain kali kita akan mengajak putri kamu di kafe langganan kita itu. Sinta pasti menyukai makanan yang ada di sana." kata Mukid.


" Iya, kali ini Sinta tidak banyak makan. Apakah Sinta sedang menyembunyikan sesuatu dari kita? Atau sebenarnya dia tidak menyukai kamu untuk menikah dengan aku?" pikir Maimunah.


" Oh tidak Maimunah! Kamu terlalu berprasangka buruk. Putri kamu terlihat bahagia melihat hubungan kita yang romantis ini. Dia rela membiarkan kita berduaan tadi supaya kita bisa lebih nyaman dan leluasa bermanja-manja." sahut Mukid.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Sinta datang dan masuk ke mobil Mukid setelah Maimunah melambaikan tangannya kepada Sinta supaya masuk ke mobilnya Mukid. Maimunah dan Sinta tadi sengaja datang ke rumah makan dengan naik taksi supaya pulang nya bisa satu mobil bersama Mukid.


" Oke, sabuk pengaman jangan lupa dipasang yah!" ucap Mukid seraya mulai menghidupkan mesin mobilnya dan dengan pelan menjalankan nya meninggalkan rumah makan yang ada di sana.


__ADS_2