
Sinta segera menjalankan motor matic nya menuju kampus. Dia sebenarnya sudah tidak bersemangat untuk mengikuti mata kuliah hari itu. Sinta hanya ingin bertemu dengan Ratna dan ingin bercerita dengan Ratna mengenai permasalahan nya. Sinta sudah benar-benar tidak mampu menahan segala beban yang dia alami.
Setibanya di kampus itu, Sinta segera mencari keberadaan Ratna. Namun Ratna belum juga dilihat nya. Sampai jam kuliah tiba, akhirnya Sinta masuk ke dalam kelas. Mata Sinta kembali mencari keberadaan Ratna namun seperti nya Ratna belum tiba. Dosen mata kuliah jam itu pun belum tiba dan masuk ke ruangan itu.
Tiba-tiba Ratna muncul dari pintu ruangan itu. Sinta dengan cepat melambaikan tangannya ke arah Ratna seraya memanggilnya.
" Ratna! Duduk di sini!" teriak Sinta. Ratna yang mendengar seseorang memanggilnya segera menoleh lalu tersenyum ke arah Sinta. Ratna kini telah duduk di dekat Sinta.
" Tumben kamu datang terlambat." kata Sinta.
" Aku bangun kesiangan." jawabnya Ratna.
" Jadi, ketika aku tadi menghubungi kamu, kamu masih di atas kasur?" tuduh Sinta. Ratna menggaruk tengkuknya sendiri yang tidak gatal lantaran memang tidak panuan.
Ratna menatap sekilas ke arah Sinta.
__ADS_1
" Ada masalah apa, penting yah?" tanya Ratna.
" Penting banget, ini masalah hidup dan hati gue." jawab Sinta. Ratna mengerutkan dahinya mulai penasaran tentang masalah yang terjadi pada Sinta.
" Setelah mata kuliah ini, bagaimana kalau kita pulang ke rumah kamu saja yah." ucap Sinta.
" Loh, kenapa harus ke rumah aku? Kita masih ada mata kuliah lagi hari ini." protes Ratna.
" Aku sudah malas kuliah hari ini." kata Sinta.
@@@@@@@
Seusai kuliah hari itu, Sinta bersama dengan Ratna melajukan kendaraan nya ke rumah Ratna. Sinta mengikuti motor yang dikendarai oleh Ratna. Ini baru pertama kalinya Sinta ke rumah Ratna. Hingga beberapa lama kemudian, Ratna mulai menghentikan motor nya setelah masuk ke dalam gerbang rumah nya yang telah terbuka. Sinta mengikuti Ratna.
" Ayo, masuk!" ajak Ratna setelah kedua nya memarkirkan motor itu ke dalam garasi mobil rumah itu. Rumah Ratna juga tidak kalah besar dan mewah dibanding dengan rumah milik nenek Wati. Ratna mengajak Sinta naik tangga menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua.
__ADS_1
" Adem yah, rumah kamu." ucap Sinta. Ratna tersenyum mendengar nya.
" Rumah orang tua ku, Sinta! Aku masih numpang di sini." sahut Ratna kemudian.
" Heleh! Kamu siapanya mereka?" tanya Sinta.
" Anak nya." jawab Ratna singkat.
" Nah, itu dia! Apa yang mereka miliki nanti juga akan menjadi milik kamu juga." kata Ratna.
Keduanya masuk ke dalam kamar yang lumayan luas dengan dominan warna pink yang menunjukkan kalau penghuni kamar itu adalah Seorang cewek.
Ratna mulai berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai. Sinta duduk di atas tempat tidur menunggu Ratna ikut duduk di dekat nya.
" Oke, kamu mau cerita apa dengan aku?" tanya Ratna. Sinta sesaat terdiam hingga beberapa lama.
__ADS_1
" Aku terlambat datang bulan Ratna!" ucap Sinta.