MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
PEMULIHAN


__ADS_3

Masih di rumah Ratna, Sinta masih terbaring lemah di atas tempat tidur nya. Aborsi yang dilakukan oleh Sinta membuat nya sedikit kacau mental nya. Sinta selain sedang sakit fisiknya secara psikis nya juga saat ini sedang sakit. Ratna sebagai teman benar-benar menjaga rahasia besar itu. Saat ini Ratna sedang menyiapkan jamu ramuan yang didapatnya dari nenek dukun bayi tadi. Dengan penuh perhatian, Ratna memberikan segelas jamu ramuan itu kepada Sinta. Sinta membenarkan duduknya walaupun saat ini masih di atas tempat tidur kamar Ratna.


" Kamu minum jamu ramuan yang diberikan oleh nenek itu. Katanya jamu ini akan membuat kamu kembali pulih." kata Ratna sambil memberikan gelas yang berisi jamu ramuan dari sang dukun bayi tersebut. Sinta menerima gelas yang berisi jamu ramuan itu walaupun sebenarnya enggan untuk meminumnya. Rasa pahit dan rasanya tidak enak membuat Sinta sudah bergidik duluan melihat gelas yang berisi jamu berwarna kekuningan dan pekat itu.


" Pasti ini pahit dan gak enak banget yah, Rat?" ucap Sinta sambil menatap Ratna seolah-olah menolak untuk meminum jamu tersebut. Sungguh Sinta sudah mual duluan mencium aroma jamu yang berbahan tradisional itu.


" Sinta, sayang! Ayolah diminum jamu nya dulu. Kata nenek setelah kamu meminum jamu itu, kamu akan cepat pulih dan segera segar kembali. Ayolah Sinta, kamu jangan bandel dong!" kata Ratna berusaha mendesak Sinta untuk meminumnya.

__ADS_1


Sinta segera meminum jamu ramuan dari nenek dukun bayi itu dengan menutup hidungnya sendiri. Akhirnya dengan terpaksa Sinta menghabiskan jamu ramuan tersebut sampai tidak bersisa. Ratna tersenyum melihat itu semua. Sinta menyerahkan gelas kosong itu kepada Ratna.


" Enak yah rasa jamu yang diberikan oleh nenek dukun bayi tadi?" tanya Ratna penasaran juga dengan rasanya.


" Sebenarnya enak dan tidak pahit kok. Cuma baunya aku yang tidak suka." sahut Sinta.


" Ya sudah, yang penting kamu sudah meminumnya dan jamunya telah habis. Sekarang kamu istirahat lah dan jangan banyak berpikir yang tidak- tidak." ucap Ratna.

__ADS_1


" Sudahlah, soal dosa itu biar itu urusan malaikat yang mencatat nya. Kita akan tebus segala kesalahan kita ini dengan kebaikan yang lebih banyak lagi. Dan ingat jangan lagi diulangi lagi kesalahan ini." kata Ratna.


" Iya Ratna! Aku benar-benar kapok! Ratna, tolong jaga rahasia besar ini yah. Hanya kamu satu- satu nya yang tahu rahasia besar ini dan juga permasalahan aku dan keluargaku." ujar Sinta.


" Jangan khawatir, aku akan menjaga rahasia bahkan aib kamu ini." sahut Ratna. Mereka saling berpelukan di atas tempat tidur itu.


" Sudahlah, kamu bobok saja. Aku akan menemani kamu di sini." kata Ratna.

__ADS_1


@@@@@@@@


Sementara di tempat lain. Maimunah saat ini lagi merasakan mual- mual dan kepalanya terasa pusing. Mukid menjadi kebingungan dengan apa yang sedang dialami oleh istrinya tersebut. Setiap Maimunah makan dan perut nya terisi makanan, tidak berapa lama Maimunah merasakan mual lalu muntah mengeluarkan semua yang telah dimakannya. Mukid menjadi sangat kasihan dengan kondisi Maimunah yang memucat wajahnya dan lemas kondisi tubuh nya. Akhirnya Mukid mengajak Maimunah untuk memeriksa ke dokter keluarga. Tanpa banyak protes, Maimunah mengikuti ajakan Mukid untuk periksa ke dokter.


__ADS_2