MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
HANTU TAK PENTING


__ADS_3

Masih di lokasi kegiatan kemahasiswaan. Setelah semua jadwal pelatihan kader hari itu dilaksanakan, semua peserta beristirahat di tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Tempat beristirahat untuk pria dan wanita tentu saja terpisah. Dan ruang kepanitiaan pun dipisahkan dari peserta yang mengikuti pelatihan kader.


Malam sudah semakin larut ketika semua materi hari itu sudah selesai di sampaikan oleh pemateri. Ratna dan juga Sinta pun sudah masuk ke ruang istirahat wanita. Mereka merebahkan tubuh nya, melepaskan penat dan capek karena sudah hampir berjam- jam dari selepas magrib sampai malam acara pelatihan terus berlangsung.


" Ratna, ke toilet bentar yuk! Aku kebelet pipis sekalian mau gosok gigi dulu sebelum tidur." Sinta. Ratna terlihat sudah malas bangkit dari tempat nya merebahkan tubuh nya.


" Tiba-tiba malas gerak, Sin. Sudah mengantuk banget." ucap Ratna.


" Sebentar doang kok. Memangnya kamu tidak mau gosok gigi dulu sebelum bobok?" kata Sinta.


"Mataku sudah lengket ini. Nanti jam tiga kita akan dibangunkan kembali oleh panitia untuk acara sholat malam dan renungan bersama." ucap Ratna.


" Kamu sendiri saja yah, Sin! Aku mau bobok cepat. Bye!" ucap Ratna sambil menaikan selimut tipisnya untuk menutupi wajahnya. Akhirnya Sinta mau tidak mau ke toilet sendirian.


Letak toilet di luar ruangan itu. Beberapa kamar mandi dengan jumlah empat berjejer di luar ruangan. Situasi sudah sepi. Anak-anak peserta pelatihan dan juga beberapa panitia sudah masuk ke ruangan nya masing-masing. Tampaknya mereka sudah letih dan sudah mulai tidur. Sinta berjalan sendiri ke kamar mandi wanita tanpa rasa takut. Sinta segera ke kamar mandi untuk menggosok giginya dan juga melepaskan hajatnya.


Sinta memang sudah terbiasa jika sebelum tidur selalu menggosok giginya. Ditambah membersihkan wajahnya dari make-up tipis nya. Sinta keluar dari kamar mandi itu dan kembali ke ruangan peserta pelatihan. Namun mendadak Sinta dikagetkan dengan suara seorang pria dengan bertanya pada dirinya.

__ADS_1


" Hai sedang apa kamu?" tanya seorang laki-laki dengan suara bariton. Sinta sempat terperanjat lantaran terkejut. Sinta menarik nafasnya dalam- dalam mengatur irama jantung nya yang sempat dibuat kaget oleh pria itu. Pria itu tersenyum dan tidak ada rasa bersalah sedikitpun setelah membuat Sinta terkejut.


" Bukannya kamu sudah lihat, kalau aku keluar dari kamar mandi? Kalau di kamar mandi, itu ngapain?" sahut Sinta dengan sewotnya. Pria itu adalah bang Radit yang tadi ketika dia mengisi materi telah membuat Sinta berdiri di depan hampir satu jam an. Sinta masih dendam dan emosi jika mengingat akan hal itu. Bang Radit tersenyum tidak berdosa.


" Mana tahu kamu di dalam tidur atau makan. Kan mana aku tahu pasti. Kecuali aku ikut masuk bersama kamu dan melihat sendiri apa yang kamu lakukan di kamar mandi itu." ucap bang Radit tidak mau kalah. Sinta menjulurkan lidahnya.


" Orang aneh!" sahut Sinta lirih dan bergegas meninggalkan bang Radit yang masih berada di depan kamar mandi. Namun Bang Radit sempat mendengar Sinta menggerutu.


" Eh, apa kamu bilang? Aku orang aneh?" ucap Bang Radit dan dengan cepat menarik lengan Sinta hingga Sinta tertahan untuk berjalan.


" Iya orang aneh dan sok kegantengan." sahut Sinta sewot. Bang Radit membulat matanya menatap tajam ke bola mata Sinta.


Bang Radit yang melihat Sinta menjadi ciut dan takut akan sikapnya seketika tersenyum. Kini timbul dalam benak Bang Radit untuk mengerjai Sinta. Ketika Sinta membuka matanya, Bang Radit semakin mendekati wajah Sinta yang menegang dan tentu saja Sinta menahan nafasnya supaya nafas nya tidak beradu dengan nafas Bang Radit.


" Eh, em apa yang akan kamu lakukan?" ucap Sinta takut lantaran Bang Radit seperti hendak mencium Sinta. Karena Sinta sudah terlihat memucat Bang Radit tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah takut dari Sinta.


" Tidak lucu!" ucap Sinta dan dengan cepat berlari menuju ruangan peserta. Bang Radit menatap Sinta dengan senyuman yang mengembang.

__ADS_1


" Gadis yang menarik! Aku suka." gumam Bang Radit.


Setibanya di ruangan peserta wanita, Sinta mengatur detak jantung nya yang berdetak lebih kencang. Dirinya tidak menyangka jika telah dikerjai oleh seniornya.


" Kamu baru datang dari kamar mandi, Sinta?" tanya Ratna yang bikin Sinta kembali dibuat terkejut.


" Ya ampun, bikin aku kaget saja. Aku kira kamu sudah tidur." sahut Sinta.


" Tadi sudah tidur, tapi terbangun lagi. Aku melihat kamu kok belum ada di ruang ini. Kamu kok lama sekali ke toilet nya?" kata Ratna.


"Aku ketemu hantu, Ratna." jawab Sinta asal. Spontan Ratna membenarkan duduknya.


" Apa? Yang benar saja? Di kamar mandi wanita?" tanya Ratna.


" Bukan! Tapi di luar kamar mandi. Ini lebih menyeramkan dibanding hantu- hantu yang ada di Film-film." kata Sinta.


" Ayo, aku ingin tahu hantu yang sudah mengganggu kamu, Sin." ajak Ratna.

__ADS_1


" Sudahlah, aku ngantuk! Hantunya sudah pergi ke habitatnya. Benar-benar tidak penting." sahut Sinta. Ratna mengerutkan dahinya masih belum paham apa kata Sinta. Ratna kembali membaringkan tubuh nya mengikuti Sinta yang sudah mulai berangkat ke dunia mimpi di alam tidurnya.


__ADS_2