MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
MAMA BAIK


__ADS_3

Maimunah Pov.


Aku Maimunah, saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan milik almarhum suamiku. Karena suamiku telah meninggal, perusahaan yang sudah dirintisnya sejak dahulu akhirnya diwariskan untuk ku. Akulah yang saat ini mengelola dan menjadi penanggung jawab kepemilikan perusahaan tersebut.


Aku memiliki seorang anak yang cantik dan kini telah menginjak usia remaja. Putriku bernama Sinta. Dan saat ini menurut ceritanya, dia sedang jatuh hati dengan seorang pria yang baru dikenalnya. Saat Sinta jatuh dari motor lantaran keserempet mobil, anakku itulah bertemu dengan seorang pria. Pria itulah yang telah membuat Sinta jatuh dari motor nya.


Laki-laki itu juga membantu Sinta saat jatuh dari motor nya. Motor matic Sinta pun diperbaiki oleh laki-laki itu. Sinta di antar kembali ke rumah setelah diobati luka- luka nya. Itu lah cerita dari Sinta saat peristiwa Sinta jatuh dari motor matic nya lantaran mobil pria itu yang telah menyerempet nya. Setelah berkenalan dengan laki-laki itu, Sinta dan laki-laki itu sering berkomunikasi lewat ponsel nya. Bahkan laki-laki itu sering mendatangi Sinta di kampus nya. Sinta menjadi semakin berharap dengan perhatian laki-laki itu. Sungguh, aku sebagai ibu sangat senang ketika Sinta sangat bahagia menemukan seorang laki-laki yang menjadi pujaan hatinya. Walaupun belum ada ungkapan cinta maupun perasaan dari laki-laki itu. Namun aku sudah senang ketika Sinta tersenyum bahagia ketika membahas dan menceritakan soal laki-laki yang telah membuat hatinya bergetar dan berdetak kencang.


Setelah kecelakaan dari motor nya itu, aku tidak memberikan ijin kepada Sinta untuk naik motor ke kampus. Aku rela untuk mengantarkan putri satu- satunya itu ke kampus. Namun laki-laki yang di sukai oleh anakku itu ternyata telah menjemput Sinta di kampus. Ini membuat aku sedikit tenang. Sinta sudah ada yang memperhatikan selain aku.

__ADS_1


Sinta adalah putri satu- satunya dari perkawinan aku dengan almarhum suami aku Wikana. Aku menikah dengan Wikana saat umur aku sembilan belas tahun. Sebenarnya pernikahan aku dengan Wikana lantaran aku hamil duluan dan akhirnya aku menikah di usia yang masih muda yaitu sembilan belas tahun.


Saat usia aku sembilan belas tahun itu, dimana aku baru merayakan kelulusan sekolah menengah atas, peristiwa yang tidak diinginkan itu terjadi. Aku bersama dengan kawan- kawan yang lain merayakan acara perpisahan dan pesta. Setelah acara pesta perpisahan itu usai, aku bersama dengan Wikana juga ingin merayakan keberhasilan kita lulus dari sekolah menengah atas. Wikana mengajak aku menghabiskan malam panjang bersama. Saat itu, Wikana mengajak aku di rumahnya, dimana rumahnya saat itu sedang sepi tidak ada kedua orang tuanya. Orang tuanya sedang dinas di luar kota, dan menyisakan Wikana beserta adiknya.


Aku dan Wikana menghabiskan hari itu dengan melihat film bersama di studio rumahnya. Sambil menikmati berbagai jenis snack atau jajanan yang telah disiapkan oleh Wikana. Minuman kemasan juga ada. Wikana membuat seolah kami sedang menikmati nonton bersama di studio film, namun ini studio di rumah sendiri.


Sampai larut malam kami memutar berbagai jenis film sampai akhirnya Wikana memutar film dengan adegan dia puluh satu ke atas. Aku dan Wikana terlihat khusuk melihat tayangan yang bikin detak jantung kami semakin tidak karuan. Wikana mulai terhanyut dalam adegan romantis itu. Akupun sama juga sudah terpengaruh oleh adegan itu. Sampai akhirnya, entah siapa yang memulai duluan. Aku dan Wikana akhirnya melakukan adegan seperti tontonan yang kami lihat.


Aku dan Wikana akhirnya menjadi suami istri di usia yang terbilang masih muda. Wikana tetap melanjutkan kuliah nya dan akupun juga. Orang tua Wikana masih bertanggung jawab atas kehidupan kami secara ekonomi. Sembari kuliah aku dan Wikana sama-sama belajar magang di perusahaan milik papa Wikana. Hal ini ditanggapi positif oleh papa mama Wikana. Kami masih mau belajar dalam memulai di dunia bisnis. Dan anakku, mama mertuaku mempersiapkan babysitter untuk mengurusnya. Aku yang masih kuliah dan sembari ikut terlibat di perusahaan milik keluarga Wikana, pasti sudah sangat kerepotan membagi waktu.

__ADS_1


Aku dan Wikana memang saling mencintai. Sehingga mama papa mertua ku sangat memaklumi dan memahami kami.Masa remaja yang suka mencoba itulah yang menyebabkan kecelakaan hamil diluar nikah itu terjadi. Namun akhirnya kami juga menikah dan menjadi suami istri yang saling mencintai.


Setelah Sinta duduk di bangku sekolah dasar. Wikana mulai divonis sakit jantung. Setelah itu, Wikana sering mengkonsumsi obat-obatan. Sedih melihat Wikana kondisi fisiknya melemah. Akhirnya komplikasi itu terjadi. Ginjal milik Wikana bermasalah. Dan mungkin saja takdir Wikana hidup bersama dengan aku hanyalah sebentar saja. Wikana tidak mampu lagi menopang tubuh nya untuk hidup lebih lama di dunia ini. Tidak ada penyesalan aku menikah di usia dini. Kalau tidak? Mungkin saja aku tidak akan pernah bersatu dan berjodoh dengan Wikana.


Sinta lah putri kami, aku dan Wikana. Kini Sinta sudah beranjak dewasa. Bahkan Sinta sudah mulai mengenal lawan jenis nya. Dia sudah bisa merasakan betapa indahnya jatuh cinta. Semoga saja laki-laki yang disukai oleh anakku itu bisa menyayangi Sinta sepenuhnya seperti aku dengan Wikana ketika itu.


@@@@@@@


Aku Maimunah, saat ini aku telah menjalin hubungan dengan seorang pria muda yang tampan dan gagah. Usianya lebih muda daripada aku. Dia bernama Mukid. Mukid sering mengajak aku untuk menikah. Namun aku masih belum siap untuk menikah. Semuanya lantaran aku masih memikirkan Sinta. Apakah Mukid sebagai ayah tiri Sinta akan menyayangi Sinta? Aku hanya ingin ketika Sinta telah menemukan seseorang yang mencintai nya dan apalagi mau mengajak Sinta menikah, aku baru ingin menikah dengan Mukid.

__ADS_1


Namun setelah kejadian malam itu, di saat itu mobil aku sedang mogok dan sedang diperbaiki oleh montir mobil. Aku diajak Mukid ke apartemen nya. Di sana lah aku dan Mukid terbawa suasana. Entah mengapa saat itu aku tidak menolak. Aku seperti kehausan dan ingin lebih dan lebih menikmati sentuhan dari Mukid. Akhirnya aku melakukan hal yang sebenarnya belum boleh kami lakukan itu bersama Mukid. Di atas peraduan kamarnya akhirnya aku melakukan nya berkali-kali bersama Mukid setelah kami melakukan nya di sofa ruangan tengah apartemen milik Mukid.


Setelah kejadian itu, aku memutuskan untuk menerima ajakan Mukid untuk segera menikah. Walaupun usianya lebih muda dari aku, Mukid sudah mapan dan sangat dewasa. Aku suka itu. Aku dengan usiaku empat puluh tahun akhirnya akan segera menikah dengan pria yang masih berumur dia puluh tujuh tahunan. Semoga Sinta mengerti dan memahami mama nya yang butuh teman dan pendamping dalam hidupku.


__ADS_2