MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
DEMAM CINTA


__ADS_3

Katakan apa yang harus kau katakan! Jangan pendam segala ragu mu. Tetap berjalan ataukah terhenti.



Pelangi dengan warnanya. Awan putih yang menggumpal. Burung - burung terbang mencari mangsa. Pohon - pohon melambai menari - nari dengan tiupan angin Terang tertutup gelap awan hitam. Lukisan ini hanya pengantar untuk membawa segala keluh dan payah ketahanan rasa ini.


Andaikan tangan ini bisa meraih mu. Akan ku sentuh lembut rambut lurus nan kaku mu. Andaikan jari - jari ini bisa bermain-main di pusaran jiwamu. Akan ku gelitik rindu mu agar kau mampu mengungkapkan keinginan mu untuk selalu mendekap mu.

__ADS_1


Kamu kembali hadir dalam mimpi itu. Membuat gatal jantung ku yang tidak sanggup aku usap pelan. Kamu datang dengan rayuan menggelitik rasaku. Tertawa dalam degup jiwa yang meronta kencang. Bagaikan kuda yang terlepas dari tali kendalinya. Aku jadi bukan diri ku lagi. Aku jadi pribadi yang lain. Ketika aku tersadar, sudah jatuh dalam jurang kenistaan.


Gelora yang tidak berkesudahan. Tolong hangatkan keresahan ini dalam kecupan hangat rayuan mu yang menggugah sepi. Hantarkan selimut cinta agar kita bersembadi dalam raga rindu ini. Katakan apa yang ingin kau katakan. Dalam nafasmu pelan.


Air mengalir mengikuti arus. Jatuh ke jurang terjal gemericik suaranya nyaring terdengar. Tidurlah dan pejamkan matamu dalam keseharian mengais rejeki. Biarkan aku terjaga dalam menggenggam jiwamu. Agar hatimu tidak menjauh lari dari rasa rindu itu. Dan kembalilah bangun ketika aku mulai tertidur karena menjagamu. Selalu semangat melangkah kan kakimu dalam tujuan duniawi. Seraya hidup seribu tahun lagi.


Aku seperti tidak mempedulikan hidupku. Aku seperti Anai - Anai yang beterbangan menghabiskan waktu. Seolah dunia ku tiada berarti. Karena akan masih dalam pengabdian yang tidak berujung. Demi masa, demi semua dan Bersabarlah! Meraih hatiku karena rindu mu. Dan bersabarlah! Meraih tujuan mu dan tujuanku. Walaupun tidak ada titik temu. Tapi rasaku dan rasamu akan terukir dalam suatu historis yang akan di abadikan di layar lebar nanti. Percayalah itu!

__ADS_1


Di raihnya ponsel yang tidak jauh dari Radit. Senyum itu terukir dari sudut bibir Radit, ternyata ada pesan chat dari seorang wanita yang ia rindu malam ini. Radit mulai membalas pesan chat dari Sinta. Pesan itu tidak panjang dan tidak juga singkat. Namun itu akan mewakili kalau Radit baik- baik saja.


"📱📲 Lagi rindu kamu, Sinta." isi balasan Radit untuk Sinta.


"📱📲 Bagaimana dengan kamu seharian ini? Kamu tidak nakal kan? Kamu tidak bersedih kan tidak ketemu aku seharian ini?" tulis pesan chat Radit yang mulai ngaco.


Hingga beberapa lama, Radit menunggu balasan pesan chat itu, Sinta tidak juga belum membalasnya.

__ADS_1


" Mungkin bidadari aku sudah tertidur dan bermimpi indah." gumam Radit.


Radit kembali memejamkan matanya. Kepala nya masih sedikit berat dan badannya belum benar-benar pulih. Namun bayangan Sinta mampu menyembuhkan rasa letih nya sakit itu. Hingga Radit kembali tertidur pulas dalam kehangatan rindu pada sosok gadis itu.


__ADS_2