
Mukid menatap Maimunah heran dan tidak percaya, beberapa menu yang diinginkan oleh Maimunah tadi telah habis di maknanya. Menu seperti sate ayam, cap cay, ayam bakar madu, bihun goreng telah habis dieksekusi oleh Maimunah. Bahkan jus buah itupun telah kandas. Setelah seharian susah makan lantaran selalu merasakan mual dan pada akhirnya ketika dipaksakan makan muntah, kini Maimunah kembali rakusnya melahap habis makanan yang diinginkannya. Mukid heran namun juga senang lantaran Maimunah kini tidak lagi mual- mual dan muntah setelah diisi oleh makanan.
" Kenyang, mas!" ucap Maimunah sambil mengelus perutnya. Mukid tersenyum saja.
" Ada yang mau dibeli lagi gak sayang?" tanya Mukid menawarkan pada Maimunah supaya nanti ketika setiba nya mereka di rumah tidak lagi keluar rumah lagi untuk membeli sesuatu.
" Hem, kayaknya aku mau puding dengan beberapa rasa dan juga Parfait stroberi deh, mas." sahut Maimunah.
" Oke, kita cari makanan itu di toko kue. Biasanya ada Parfait juga." ajak Mukid. Maimunah tersenyum senang. Bayangan puding dengan beberapa rasa dan juga Parfait sudah menari- nari di pikiran nya. Keduanya kini meninggalkan restoran yang menyajikan berbagai jenis menu makanan dan minuman itu setelah Mukid membayar semua tagihan nya. Kini mereka telah masuk ke dalam mobil dan Mukid mulai menjalankan mobilnya menuju toko kue untuk mencari puding dan juga Parfait yang diinginkan Maimunah.
" Terimakasih yah, mas! Kamu telah memenuhi semua yang menjadi keinginan aku." ucap Maimunah.
" Tentu saja dan itu harus aku lakukan supaya kamu sehat dan juga anak kita yang masih di dalam perut kamu itu sehat dan berkembang. Setelah ini, tolong jaga kesehatan dan kamu tidak boleh capek yah sayang." ucap Mukid.
" Iya, mas! Oh iya mas setelah masuk bulan ke lima, boleh gak kalau aku ke Malang untuk mengunjungi anakku dan juga ibuku." kata Maimunah.
__ADS_1
" Kamu sekarang tidak boleh pergi- pergi sendiri, sayang. Apalagi kamu sedang mengandung anak kita. Kalau kamu ingin ke Malang tentu saja aku akan mengantarkan kamu dan mendampingi kamu." ucap Mukid.
" Benarkah? Jadi kamu mengijinkan aku pergi ke Malang?" tanya Maimunah memastikan.
" Iya, tapi dengan syarat harus bersama dengan aku." sahut Mukid.
" Terimakasih mas! Sebenarnya aku sudah sangat kangen dengan Sinta. Biasanya aku selalu berdua dengan Sinta. Namun sekarang, kita menjadi jauh lantaran Sinta kuliah di Malang dan tinggal bersama neneknya." kata Maimunah.
" Iya, nanti kita ke Malang sayang! Aku juga ingin jalan- jalan di kota kelahiran kamu itu." sahut Mukid.
" Oke, tapi nanti malam aku bisa menjenguk adik bayi yang ada di dalam perut kamu kan, sayang? Aku ingin mengajaknya bermain petak umpet." ucap Mukid dengan memainkan matanya. Maimunah sejenak berpikir apa maksud perkataan dari Mukid tersebut. Setelah Maimunah paham, seketika langsung mencubit lengan Mukid. Mukid terkekeh setelah nya.
@@@@@@@
Setibanya di rumah, Mukid benar-benar tidak melewatkan kesempatan itu. Mukid segera mengajak Maimunah masuk ke dalam kamarnya dan mengajaknya berolahraga malam. Maimunah tanpa penolakan menikmati pergumulan panjang itu. Kini Maimunah malah mendominasi permainan. Setelah rasa mual dan pusingnya tidak dirasakannya lagi, Maimunah bersemangat melakukan kegiatan intens itu. Apalagi Mukid sangat pandai membuat dirinya seperti cacing kepanasan.
__ADS_1
Maimunah kini membalikkan keadaan yang awalnya dirinya terkungkung oleh Mukid, giliran dirinya yang hendak menguasai Mukid. Maimunah mendorong dada Mukid ketika hendak bangun dan bangkit di atas peraduan itu. Maimunah mulai mempermainkan di bawah sana di antara dua paha milik Mukid dan sesuatu yang menjadi andalan dan kebanggaan dari Mukid. Dengan benda tumpul itulah yang menyebabkan Maimunah menjadi hamil. Terlihat Mukid tidak berkutik dan menikmati segala serangan-serangan yang dilancarkan oleh Maimunah terhadap nya. Maimunah mempermainkan batang yang cukup panjang dan keras miliknya. Mukid mende sah, bahkan suara erotis itu lolos di mulutnya. Maimunah tersenyum menggoda. Ibu hamil itu semakin liat di atas tubuh laki-laki kelar itu. Seketika laki-laki perkasa dan terlihat kuat itu tidak berdaya ketika dihadapkan dengan seorang wanita yang memainkan ritme nya maju mundur dengan pelan lalu menjadi cepat.
Mukid tidak bisa bertahan dan mengendalikan hasrat nya. Kini Mukid mulai mendominasi permainan. Maimunah kali ini sudah berada di bawah tubuh Mukid. Mukid kini mulai menyerbu dengan ciuman nya bertubi- tubi. Maimunah seperti dimanjakan dengan segalanya itu. Mukid mulai menciumi bagian-bagian milik Maimunah dari atas kepala sampai dibawah sana diantara kedua pangkal pahanya. Maimunah mulai meloloskan suara merdunya. Mukid semakin nakal. dan liar dengan aksi-aksi nya yang sudah sangat berpengalaman.
Mukid bukan laki-laki yang berpengalaman dalam melakukan hal itu dengan wanita. Mukid pernah melakukan nya hanya bersama Sinta dan Maimunah saja. Tidak ada yang lainnya. Mukid bukanlah seorang pria yang suka bergonta-ganti wanita dalam fantasi di atas ranjangnya. Walaupun Mukid memiliki segalanya, uang dan juga ketampanan nya serta wanita manapun tidak akan berani menolaknya. Bahkan wanita akan rela melakukanya tanpa bayaran dan yang lainya.
Maimunah mulai meringis menahan rasa nikmat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mukid mulai merenggangkan kedua paha Maimunah. Mukid tersenyum menyeringai.
" Lebih cepat lagi, mas!" bisik Maimunah. Mukid memenuhi permintaan Maimunah. Matanya mulai terpejam. Mukid benar-benar ingin mengajak Maimunah terbang ke awan.
" Baiklah! Kamu yang memintanya bukan? Aku akan melakukannya dengan cepat." bisik Mukid lalu mencium kening Maimunah dan Maimunah memejamkan matanya.
Mukid dan Maimunah sudah melakukannya. Mereka benar-benar sudah melakukan itu. Maimunah mungkin lebih berpengalaman daripada Mukid dalam urusan di atas ranjang itu. Namun sebenarnya dalam hal ini bukan masalah sudah berpengalaman atau belum. Namun seorang laki-laki dan wanita dewasa kalau sudah dihadapkan dengan kegiatan seperti itu, tanpa diajari siapa pun akan bisa melakukannya dengan penuh kemahiran.
Maimunah kini mulai menikmati permainan itu dengan laki-laki yang kini mulai liar bermain dan memainkan tubuhnya hingga berguncang sangat keras dan cepat.
__ADS_1
Hingga sampai beberapa saat lamanya, keduanya menuntaskan segala yang harus dilepaskannya. Senyum keduanya terukir setelah mereka sama- sama mencapai puncaknya.