MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
JANGAN SAMPAI HAMIL


__ADS_3

Keduanya masuk ke dalam kamar yang lumayan luas dengan dominan warna pink yang menunjukkan kalau penghuni kamar itu adalah Seorang cewek.


Ratna mulai berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai. Sinta duduk di atas tempat tidur menunggu Ratna ikut duduk di dekat nya.


" Oke, kamu mau cerita apa dengan aku?" tanya Ratna. Sinta sesaat terdiam hingga beberapa lama.


" Aku terlambat datang bulan Ratna!" ucap Sinta. Ratna memukul kepala Sinta dengan bantal yang tadi dipeluk nya.


" Sinta, kamu ini mau bilang kalau kamu terlambat bulan saja bicara nya harus menunggu sampai dulu di rumahku. Sinta, bukankah di apotik menjual jamu untuk datang bulan. Nah, kamu sudah beli dan minum jamu itu belum? Begitu saja kok repot loh." omel Ratna. Sinta sesaat diam. Memang benar semua yang dikatakan oleh Ratna, ada yang minum jamu dari produk yang sudah dipromosikan di media untuk memperlancar haid juga. Namun itu bukan untuk yang positif hamil. Jamu itu untuk yang terlambat bulan lantaran siklusnya lambat mungkin lantaran kecapean, stress, atau masalah lainnya.


" Ratna, aku serius! Ini bikin aku stress dan kacau." kata Sinta kembali.


" Ya sudah, ayo kita berolahraga supaya kamu bisa datang bulan tepat waktu." saran Ratna. Dalam pikiran Ratna Sinta terlambat bulan bukan karena hamil namun karena sesuatu hal. Ratna menarik tangan Sinta lalu mengajaknya lompat- lompat di atas kasur. Kini Ratna mulai melompat- lompat di atas tempat tidur kamarnya dan diikuti oleh Sinta. Sinta pun melompat setinggi-tingginya bahkan karena kurang nyaman sampai turun dari tempat tidur itu. Sinta melompat tinggi sampai nafasnya kini menjadi tak beraturan. Ratna terkekeh melihat Sinta yang melompat penuh semangat sampai tinggi. Karena sudah sangat lelah dan kecapean, akhirnya Sinta naik kembali ke atas kasur dan menjatuhkan tubuh nya telentang di sana.


" Capek, Ratna!" keluh Sinta dengan nafas yang tidak beraturan dan dadanya terlihat naik turun.


" Aku juga ikutan capek, Sinta! Kurasa nanti malam kaki aku pasti pegal semuanya.


" Sinta, berteman dengan kamu aku menjadi sangat bodoh." ucap Ratna dengan cekikikan.


" Ratna!" kata Sinta. Dia ingin bercerita secara jelas dan gamblang. Namun Sinta masih bimbang. Apakah Ratna bisa menyelesaikan masalah yang saat ini dihadapinya atau malah membuat masalah nya semakin rumit. Akhirnya Sinta mengurungkan niatnya untuk curhat masalah pribadinya.


" Kamu tenang saja di dalam kamarku dulu yah, Sin. Aku akan membelikan minuman untuk terlambat datang bulan. Aku ke Apotek dulu. Oke? Demi sahabat aku yang panik lantaran terlambat bulan, aku rela jalan ke depan deh." kata Ratna. Sinta menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ratna merangkum kedua pipi Sinta berharap kalau Sinta tenang.

__ADS_1


Ratna melenggang ke luar kamar nya dan pergi mencari jamu yang dimaksudkan. Sinta menarik nafasnya dalam- dalam.


" Ratna belum paham dengan apa yang aku sampaikan. Ratna masih belum mengira kalau aku ini hamil. Yang aku maksud terlambat datang bulan itu positif hamil. Ratna, mungkin saja kamu polos dan juga sangat lugu. Atau mungkin Ratna tidak akan mengira jika aku pernah melakukan hubungan badan sebelum menikah. Sinta tidak akan menyangka jika aku berhubungan dengan pacarku sudah sangat jauh dan melewati batas." pikir Sinta.


" Apakah aku harus bercerita dengan Ratna, supaya beban ini berkurang. Siapa tahu, Ratna mengetahui solusi yang terbaik untuk diriku." gumam Sinta.


@@@@@@@


Senja sudah mulai mengintip. Sang mentari sudah mulai bersembunyi di balik awan. Sinta masih di dalam kamar Ratna mengerjakan tugas-tugas dari dosennya. Laptop itu akhirnya ditutup nya. Ratna yang baru keluar dari kamar mandinya terlihat lebih segar dari sebelumnya lantaran usai mandi. Kini Ratna mulai naik di atas kasurnya. Mendekati Sinta sahabat nya.


" Sudah selesai yah tugas dari pak Chandra?" tanya Ratna.


" Sudah! Aku pulang dulu yah." ucap Sinta.


" Bagaimana kalau kita makan mie ayam bakso dulu di dekat rumah ini. Kamu pasti akan suka. Ada ceker ayam nya juga loh." ajak Ratna. Sinta tersenyum membayangkan makanan itu di waktu sore ini. Seketika Sinta menjadi menelan air liurnya sendiri.


" Ayolah!" ajak Ratna lagi sambil menarik tangan Sinta.


" Pelan- pelan saja, Ratna." kata Sinta.


" Kamu pasti akan minta mie ayam ceker ayam nya terus jika main ke rumahku ini. Rasanya benar-benar bikin nagih." ucap Ratna.


" Benarkah? Kalau kamu bicara seperti ini, aku menjadi berpikir kalau penjual nya pasti laki-laki yang tampan dengan body yang bagus, kekar." tebak Sinta.

__ADS_1


" Eh, kok kamu bisa benar menebaknya sih? Hayo kamu pasti kamu keturunan dukun yah?" tuduh Ratna asal. Sinta seketika menarik hidung Ratna.


"Oh iya, Sinta! Jamu yang aku belikan untuk kamu jangan lupa diminum yah. Itu supaya kamu teratur datang bulannya dan ketika datang bulan tiba kamu tidak merasakan nyeri di perut kamu." kata Ratna.


" Iya, terimakasih Ratna. Kamu sahabat yang paling baik." sahut Sinta.


Sinta belum menjelaskan kepada Ratna kalau dirinya telah positif hamil. Saat ini Sinta masih mengurungkan niatnya untuk mencurahkan semua beban yang dialami nya.


" Mungkin saja benar. Aku akan mencoba meminum Jamu yang dibelikan oleh Ratna untuk aku. Siapa tahu aku akan datang bulan. Ini pun juga salah satu usaha untuk ku supaya tidak menjadi hamil." pikir Sinta.


Kedua gadis itu, berjalan ke warung mie ayam bakso dengan ceker nya. Dengan melenggang dan saling bergandengan tangan kedua sahabat itu menyebrang jalan dan masuk ke warung mie bakso yang sudah banyak pembelinya di sana.


" Benar kan, ternyata memang penjual nya cowok keren." sindir Sinta. Ratna terkekeh.


" Aku ini sedang mencari pacar, Sinta. Pak Chandra ternyata lagi mendekati bu Veronica. Mereka tampak nya sudah mulai berpacaran. Aku harus mencari pengganti pak Chandra." jelas Ratna. Sinta terkekeh mendengar nya.


" Walaupun seorang penjual mie ayam dan bakso?" sahut Sinta.


" Eh, jangan salah! Siapa tahu kelak memiliki banyak cabang warung bakso mie ayam. Bisnis kuliner ini pun juga sangat menjanjikan." bela Ratna.


" Oke, oke yang terpenting sayang dan bertanggung jawab dengan kamu." ucap Sinta.


"Benar Sinta! Dan yang terpenting dia laki-laki yang setia dan tidak berkhianat seperti pacar aku dulu." sahut Ratna.

__ADS_1


" Iya, tidak seperti kekasih aku juga, yang pada akhirnya menikah dengan wanita lain dan aku dicampakkan. Bahkan sampai saat ini, bertanya kabar tentang aku saja, tidak." batin Sinta.


Sinta dan Ratna sudah duduk menunggu pesanan mie ayam bakso dengan ceker nya datang. Keduanya masih mengobrol dan bercanda masalah apa saja yang tidak ada faedah nya.


__ADS_2