MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
USAI KEGIATAN


__ADS_3

Sinta kini ikut bergabung dengan peserta pelatihan kader yang lainnya. Matanya mencari- cari di mana Ratna. Namun Sinta belum melihat Ratna ketika sesi renungan fajar itu berlangsung. Hingga menjelang sholat subuh berjamaah, Akhirnya Sinta bisa ketemu dengan Ratna di kamar mandi wanita. Betapa hebohnya Ratna ketika bisa ketemu dengan Sinta yang sejak dari sholat tahajjud dirinya tidak melihat Sinta.


" Eh, sebenarnya kamu ada di mana sih ketika sholat tahajjud berlangsung?" tanya Ratna setelah mereka mengambil air wudhu dan kini mereka mulai mengenakan mukena.


" Eh, jangan keras- keras! Aku ada di ruang perawatan dan tidur di sana." jawab Sinta. Ratna dengan cepat menarik hidung Sinta lantaran gemas.


" Kamu ini, bisa- bisa nya tidur di ruangan itu? Bagaimana kalau ada salah satu panitia mengetahui kamu tidur di sana dan bahkan kamu tidak menyukai kegiatan sholat tahajjud bersama." ucap Ratna.


" Sebenarnya aku sudah kepergok panitia." sahut Sinta.


" Apa? Lalu?" ucap Ratna sangat terkejut.


' Yah, tidak apa-apa memangnya kenapa?" sahut Sinta.


" Maksudnya, kamu kena hukuman tidak?" tanya Ratna. Sinta seketika menjadi tersenyum saat mengingat kejadian tadi saat melihat bang Radit tiba- tiba menjadi sangat gugup ketika mencoba mengerjai dirinya.


" Hai kamu kenapa malah senyum- senyum tidak jelas?" tanya Ratna kembali.


" Ada deh! Sudah nanti kita lanjutkan setelah sholat subuh." sahut Sinta.


Sinta dan Ratna mengikuti kegiatan sholat subuh berjamaah itu dengan khusuk dan khidmat. Tidak ada lagi canda yang ada mereka serius dalam berdoa dan menjalankan ibadah sholat tersebut. Walaupun manusia tidak ada sempurna dan selalu melakukan kesalahan dan dosa, namun ketika sadar dan menghadap Nya, penyesalan dan taubat selalu kita ucapkan dalam beristighfar banyak- banyak. Ini lebih baik daripada merasa sok suci lantaran sudah menjalankan ibadah. Namun ada hubungan sesama manusia dan memiliki manfaat yang banyak bagi sekitar nya juga perlu dikedepankan dan diutamakan.


@@@@@@@


Pagi menyambut hari dengan penuh semangat. Hari minggu ini adalah hari terakhir dimana kegiatan pelatihan kader itu berlangsung. Tinggal beberapa sesi acara kegiatan hari ini dan setelah lah acara penutup dan pengesahan anggota baru di organisasi kemahasiswaan tersebut.

__ADS_1


Kegiatan pagi ini adalah kerja bakti dan bersih- bersih di lingkungan sekitarnya. Semua peserta pelatihan kader maupun kepanitiaan turun ke lokasi. Semuanya ikut kerja bakti di pemukiman penduduk tersebut yang lokasi nya dekat dengan aula kegiatan pelatihan kader diadakan. Beberapa ada yang memegang sapu lidi, ada yang memegang cangkul, ada yang membuatkan minuman dan menyiapkan makanan, ada yang memotong tanaman dan merapikan nya supaya tidak terlalu tinggi, ada yang hanya duduk melamun dan bengong saja. Ratna mungkin salah satunya yang pura- pura sibuk padahal hanya duduk saja sambil ngerumpi bersama dengan Sinta. Pembicaraan bekisar cowok senior yang sudah menghukum Sinta. Ini menjadi topik hangat bagi Sinta dan Ratna. Apalagi Ratna rasanya ingin mendekatkan keduanya. Dengan begitu, Sinta tidak akan terlihat murung dan sedih lantaran patah hati.


" Lihat lah! Tampaknya Bang Radit salah satu idola cewek di organisasi mahasiswa di sini. Baik beberapa cewek senior di sini pun keliatan banget seperti mencoba mendekati Bang Radit. Wah tampaknya saingan kamu banyak juga Sinta." kata Ratna pelan.


" Aku tidak peduli! Aku sudah malas untuk berpacaran dan membuka lagi hatiku pada seorang pria. Om Mukid telah menorehkan luka yang menganga di sini. Di jantung aku! Bahkan luka itu masih basah dan selalu perih aku rasakan." kata Sinta.


" Hem, pelan- pelan kamu akan lupa pada sosok Mukid mu itu, Sinta. Oh iya, apakah mereka sudah kembali ke Jakarta?" ucap Ratna.


" Pasti mereka sudah kembali ke Jakarta, senin om Mukid harus ngantor dan mama pun juga masih ke kantor sesekali mengurusi perusahaan papa." jelas Sinta.


" Jadi, setelah penutupan kegiatan pelatihan kader ini, kamu bisa pulang ke rumah dengan tenang, Sinta." sahut Ratna.


" Iya, aku mau istirahat dan bobok manis. Selama mengikuti kegiatan pelatihan kader ini aku kurang kenyang dalam tidur ku." kata Sinta.


" Lho, aku pikir Bang Radit masih satu kampus dengan kita namun beda fakultas dan jurusan." sahut Sinta.


" Tidak! Bang Radit ambil fakultas ushuluddin." terang Ratna. Sinta sesaat menatap ke arah Bang Radit yang berjarak agak jauh dari dirinya dengan Ratna. Bang Radit saat ini sedang dikerumuni oleh cewek-cewek cantik yang seolah-olah mencari perhatian darinya. Padahal Bang Radit saat ini sedang merapikan beberapa pohon- pohon hias yang ada dipinggir jalan itu.


" Dia terlihat sangat manis ketika tersenyum seperti itu." Ucap Sinta pelan. Namun di dengar dengan jelas oleh Ratna.


" Cie.. cie.. cie! Lo lagi merhatiin Bang Radit yah?" tuduh Ratna. Sinta melengos seketika.


" Gak penting banget merhatiin abang satu itu!" sahut Sinta sewot.


@@@@@@@

__ADS_1


Acara penutupan kegiatan pelatihan kader kini sudah berlangsung. Semuanya dengan penuh khidmat mengikuti jalannya acara-acara demi acara. Hingga tiba ke acara pelepasan dan juga berjabat tangan, antara peserta pelatihan kader dengan semua kepanitiaan. Mereka mengikutinya penuh keharuan.


Semuanya terlihat haru dan menangis ketika saling bersalaman. Namun tidak dengan Sinta dan Ratna. Bagi dia gadis itu mengikuti kegiatan pelatihan kader itu hanya mengisi waktu di weekend saja sekaligus ingin banyak berkenalan dengan beberapa mahasiswa diberbagai kalangan.


Tiba kedua nya bersalaman dengan Bang Radit, mereka menjadi salah tingkah. Apalagi Sinta. Detak jantung nya tiba-tiba berdebar dengan hebatnya. Sinta mati kutu jika sudah dekat dengan abang satu itu.


" Selamat yah, dek! Selamat bergabung di organisasi kemahasiswaan ini. Semoga setelah ini kamu menjadi kader yang aktif." ucap Bang Radit serius. Dia sebagai senior di Perkumpulan organisasi mahasiswa tersebut memang benar aktif. Tentu saja ini sangat berbeda dengan Sinta yang masih sekedarnya saja ikut kegiatan itu.


" Terimakasih banyak, bang!" sahut Sinta singkat lalu bergegas bergeser dan memberikan kesempatan yang lainnya untuk bersalaman dengan bang Radit.


" Tangannya bang Radit dingin banget." pikir Sinta.


Semua peserta pelatihan kader mulai meninggalkan lokasi kegiatan pelatihan kader tersebut setelah mengambil tas mereka yang ada di ruangan masing-masing.


" Kau sudah pesan taksi online belum, Ratna?" tanya Sinta yang sudah siap meninggalkan tempat itu.


" Sudah!" jawab Ratna singkat.


" Baiklah, aku ke rumah kamu ambil motor dulu yah." kata Sinta.


" Aku pikir kamu telah lupa dengan motor matic kamu itu." ucap Ratna. Sinta tersenyum saja seraya melihat sosok bang Radit yang kini kembali dikerumuni oleh gadis- gadis mahasiswa itu. Tampaknya mereka ingin meminta nomer WA dari bang Radit.


" Kamu tidak ingin gabung dengan mereka minta tanda tangan dan juga nomer WA nya bang Radit?" ucap Ratna yang memergoki Sinta yang menatap ke arah bang Radit yang saat ini seperti selebriti yang dikerumuni oleh banyak fans nya.


" Bukannya kita sudah masuk ke grup anggota organisasi mahasiswa ini? Aku akan mencari dan menyimpan nomer kontak abang itu di grup." sahut Sinta akhirnya. Ratna tersenyum mendengar ucapan dari Sinta.

__ADS_1


__ADS_2