
Hari ini Sinta mulai datang ke kampusnya dengan ditemani anak dari budhe nya. Dia bernama Zaza. Zaza sendiri kuliah di kampus yang sama dengan Sinta. Ini untuk pertama kalinya Sinta masuk di kampus barunya itu. Dirinya segera menghubungi dosen fakultas lalu ke dosen jurusan nya untuk mendata ulang namanya sudah tercantum dalam kemahasiswaan jurusan. Setelah memastikan kalau dirinya sudah dah menjadi mahasiswa jurusan di kampus itu, Sinta lebih tenang dalam mengikuti mata kuliah yang diambilnya dalam semester ini. Jadwal kuliah nya pun sudah Sinta dapatkan. Dirinya akan memulai mengikuti mata kuliah siang ini.
Siang hari tiba, mata kuliah yang dijadwalkan diikuti oleh Sinta akan dimulai. Sinta sudah masuk ke ruangan itu. Ruangan untuk mata kuliah yang akan diikuti nya. Di ruangan kelas itu sudah ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi duduk di kursi itu. Dosen mata kuliah itu pun belum tiba dan masuk di kelas. Namun ruangan itu belum juga penuh oleh beberapa mahasiswa yang mengikuti mata kuliah siang itu.
Tidak berapa lama ruangan sudah penuh dengan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah siang ini. Kursi- kursi sudah terisi oleh mahasiswa. Tidak satu pun diantara mereka, mahasiswa- mahasiswa yang duduk di ruangan itu di kenal oleh Sinta. Sinta masih seperti orang asing di tempat itu. Namun ini masih hari pertama Sinta mengikuti mata kuliah siang itu. Dia akan lebih cepat mengenal orang-orang di sana.
Hingga materi yang diberikan oleh dosen itu selesai, kini masuk ke materi tanya jawab. Ada beberapa mahasiswa yang bertanya tentang materi tadi. Di sana juga dijawab dengan cepat oleh dosen itu dengan mudah. Sinta sesaat terpesona dengan dosen muda yang memberikan mata kuliah siang ini. Penampilan nya seperti ayah tirinya. Karisma yang dimiliki oleh dosen muda itu sungguh luar biasa. Walaupun berbeda wajahnya dengan Mukid, namun dosen itu memiliki gaya, penampilan yang sama seperti ayah tirinya Sinta. Sinta menjadi diingatkan kembali dengan sosok Mukid yang sekarang ini telah menjadi ayah tirinya.
Sinta berusaha menepis semua nya, dirinya harus bangkit dan bisa melupakan Mukid, sosok yang sudah membuatnya kacau dan galau lantaran patah hati. Mukid, seorang pria dewasa yang telah merenggut mahkotanya. Bukan karena Mukid yang memulai dan meminta, namun lantaran Sinta lah yang memaksakan dirinya memberikan semua itu. Perasaan cinta yang sangat besar dan rasa keinginan untuk memiliki Mukid itulah, Sinta akhirnya memberikan kehormatan nya. Walaupun pada akhirnya dirinya sangat tidak menyangka jika Mukid adalah pria yang sama yang juga dicintai oleh mama nya. Namun, tekad Sinta telah bulat dirinya harus menjauh dari Mukid dan melupakan semuanya yang telah terjadi.
__ADS_1
" Hai kamu! Apakah kamu mahasiswa baru di kelas ini?" tanya dosen muda itu yang sebut saja Chandra. Spontan Sinta sangat terkejut dengan pertanyaan itu. Lantaran beberapa menit yang lalu dirinya melamun dan pikiran nya sedang tidak berada di tempat itu.
" Eh, benar pak!" sahut Sinta. Semua mahasiswa tertuju pada Sinta. Dosen muda itu tersenyum.
" Waktu masih ada seperempat jam lagi. Aku memberikan kamu kesempatan untuk maju ke depan untuk memperkenalkan diri kamu. Ini supaya mahasiswa di kelas ini bisa mengenal kamu. Dan kalau sudah mengenal kamu, kita akan menjadi sayang terhadap kamu." ucap dosen muda itu yang bernama pak Chandra itu.
Pak Chandra dan beberapa mahasiswa yang lain masih diam dan menunggu dengan pergerakan Sinta untuk memperkenalkan dirinya di depan.
" Ayolah, nona! Kamu saat ini sudah membuang- buang waktu beberapa menit. Kamu masih saja bengong di tempat kamu." kata pak Chandra pelan namun menusuk. Dengan terpaksa akhirnya Sinta maju ke depan ruangan itu. Sinta menatap ke arah mahasiswa- mahasiswa di ruangan itu yang semuanya pun menatap dirinya.
__ADS_1
" Selamat siang menjelang sore! Nama saya Sinta Nurcahya Ramadhan. Panggil saya Sinta. Saya pindahan dari salah satu Perguruan negeri di ibu kota. Terimakasih." kata Sinta singkat. Pak Chandra menjadi mengerucut bibirnya.
" Hanya itu saja? Ceritakan hobi dan juga sudah memiliki pacar atau belum." canda pak Chandra. Semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah siang itu spontan tertawa. Kini suara mahasiswa khusus nya para cowok- cowok mulai ikut bersuara menimpali. Ruangan itu seketika menjadi gaduh. Pak Chandra memberi aba- aba untuk diam. Sinta tentu saja menjadi berubah wajahnya lantaran menjadi bulan- bulanan di depan.
" Ya sudah, kamu boleh kembali ke tempat duduk kamu." kata pak Chandra dosen muda itu.
" Nah, itu perkenalan singkat dari Sinta. Kalau kalian ingin mengenal lebih lanjut bisa mendatangi orang yang bersangkutan." canda Pak Chandra kembali.
Waktu telah habis dan Pak Chandra meninggalkan ruangan itu. Mahasiswa semuanya bubar dari ruangan itu.
__ADS_1