
Aku mulai belajar dari hujan. Dia berkali-kali jatuh dan menjatuhkan air nya berkali - kali dengan ketentuan nya.
Aku mulai belajar dari lilin. Dia sanggup membakar dirinya untuk bisa menerangi sekitarnya.
Aku mulai belajar dari kamu. Ketika kamu sanggup menunggu ku sampai aku bisa menjemput di tempat mu.
Aku belajar dengan kesetiaan mu. Ketika kamu mampu menetapkan hatimu hanya dengan diriku. Padahal di sekitar mu ada yang lebih sempurna di banding aku.
Gelegar suara yang membangkitkan. Semangat bergelora karna dorongan. Langkah mulai tegas mengayun tujuan. Tidak ada yang dibanggakan jika tanpamu kurasa.
Jiwa kerdil bak debu beterbangan. Jika sudah mengingatkan Kebesaran Nya. Mulai meniti jalan - jalan yang berlubang.
Kamu adalah semangat ku.
__ADS_1
Dan akan terus menjadi tenagaku dalam mencapai tujuan hidup. Harapan - harapan nyata bersamamu akan terwujud bersamamu.
Walaupun masih dengan bayanganmu yang selalu bersatu dalam ragaku.
Walaupun masih dengan mimpi itu yang datang tersenyum padaku. Aku dan kamu harus menang melawan waktu.
Tapi sekarang kau pergi meninggalkan ku berjuang sendiri.
Apakah aku mampu berjalan dengan satu kaki?
Semua sudah berlalu.
Kau dengan tenang meninggalkan ku. Kini aku terpuruk sendiri. Dalam sepi tanpamu lagi.
__ADS_1
@@@@
Masih meratapi sedih, Mukid merenungi sendirian nya. Semangat nya sudah mulai bangkit, seiring waktu yang telah mengobati kesepian karena kehilangan.
Aku Mukid. Setelah kepergian Maimunah istriku aku sudah mulai bangkit dalam meratapi kesedihan ku karena kehilangan istri dan juga anakku. Aku seperti dipermainkan oleh takdir, ketika di saat aku sudah memantapkan hati hidup bersama dengan seorang wanita, yang aku halalkan dalam ikatan pernikahan. Dia meninggal dunia beserta bayinya di saat melahirkan anakku. Anak buah hati aku bersama istriku, Maimunah.
Dulu memang telah melakukan kesalahan ketika menjalin hubungan dengan Maimunah. Aku pernah mengkhianatimu Maimunah sebelum aku memutuskan untuk menikah dengan Maimunah dan meninggalkan wanita itu. Wanita itu yang tidak lain adalah putri kandung dari Maimunah. Aku tidak menyangka jika aku mengkhianati Maimunah dengan putrinya sendiri. Dan sampai ajal menjemput Maimunah, pengkhianatan aku dengan Sinta tidak pernah ku ungkapkan. Aku belum sempat meminta maaf dengan Maimunah atas pengkhianatan itu.
Namun setelah aku menikah dengan Maimunah, memang aku tetap menjaga kesetiaan aku. Aku tidak pernah mengkhianati Maimunah walaupun aku masih menyimpan rasa terhadap Sinta. Etika hatiku tidak mungkin melanggar normal. Seorang ayah tiri apakah harus mencintai anak tiri. Walaupun sebelum hubungan itu terjadi kami belum ada status ayah tiri dan anak tiri.
Ketika aku mengetahui kalau Sinta juga pernah hamil dengan diriku dan karena aku telah menikahi ibu kandung nya, Sinta bingung. Pada akhirnya Sinta menggugurkan kandungan itu. Betapa aku sedih dan sangat bersalah akan hal itu. Dosa Sinta juga menjadi dosa aku juga.
Sekarang ini Sinta telah menikah dengan Radit, laki-laki yang aku lihat sangat mencintai Sinta. Aku sangat lega ketika melihat Sinta mendapatkan suami yang sangat bertanggung jawab dan juga mencintai Sinta dengan tulus. Sinta sekarang telah hamil. Dan aku sangat bahagia melihat itu. Walaupun ketika aku melihat Sinta kemarin, aku seperti melihat wajah Maimunah. Saat ini doaku untuk Sinta supaya dia selalu bahagia bersama suaminya.
__ADS_1
Aku akan berusaha memupus rasa yang sudah pernah hinggap. Bersama Maimunah, aku telah menemukan apa arti kenyamanan.