MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
SENYUMAN MU SEMANGATKU


__ADS_3

Radit membuka layar ponselnya dan mencari nama Sinta. Dia ingin mengucapkan terimakasih untuk Sinta yang sudah menyempatkan waktu nya membuat nasi uduk untuk nya. Radit juga ingin meminta maaf lantaran dirinya tadi tidak bisa menemui Sinta dan masih tidur di kamar.


📱📲 " Terimakasih nasi uduk dan rombongan lauknya yah! Maaf, tadi aku masih bobok, jadi mama tidak membangunkan aku." pesan chat Radit.


Radit tersenyum sendiri setelah mengirimkan pesan chat itu pada Sinta. Namun sampai beberapa lama, Sinta belum juga membalasnya. Pesan chat dari Radit itu pun belum dibaca oleh Sinta.


" Mungkin saja, Sinta lagi ada jadwal kuliah siang ini.' gumam Radit sembari melempar ponselnya di atas tempat tidurnya.


Radit turun dari tempat tidur nya dan mulai merapikan rambutnya. Radit mulai berkaca di depan cermin sembari menyisir rambutnya yang lurus. Radit tersenyum sambil melihat pantulan wajahnya sendiri. Dirinya teringat bagaimana pertama kalinya mengenal sosok Sinta. Berawal karena Sinta yang mengikuti pelatihan kader itu dan Radit menghukum Sinta, hal itu membuat mereka berdua saling mengenal dan memperhatikan. Mungkin saja Sinta membenci Radit lantaran mendapatkan hukuman dari Radit. Dan hukuman itu seperti anak SD atau SMP yang disuruh berdiri sampai jam pelajaran selesai. Demikian juga halnya dengan Radit yang menyuruh Sinta berdiri di depan dan diperhatikan teman- teman yang mengikuti pelatih kader itu sampai materi yang dibawakan oleh Radit selesai. Setelah kejadian itu entah mengapa keduanya sering berjumpa walaupun tidak disengaja oleh mereka. Dan yang lebih membuat keduanya dekat adalah ternyata antara mama Radit dengan nenek Wati, neneknya Sinta sudah saling mengenal. Bahkan mereka sering memberikan makanan dan barter makanan.


Nenek Wati mulai mendekatkan keduanya antara Radit dengan Sinta dengan dalih menyuruhnya mengantarkan makanan ke rumah Radit. Sering nya bertemu menjadikan mereka semakin terbiasa bahkan Radit akhirnya sering bertandang ke rumah Sinta, menjemput Sinta dan mengantarkan nya ke kampus. Nenek Wati dan juga Mama nya Radit tentu sangat mengetahui mereka semakin dekat. Mama Radit yang bernama mama Delima juga merasa kalau Radit dan Sinta sudah mulai ada benih- benih rasa. Nenek Wati dan mama Delima menjadi ikut senang lantaran mereka lah yang sebagai mak comblang sudah berhasil membuat Radit dan Sinta saling jatuh cinta. Walaupun mereka belum terdengar jadian sebagai pasangan kekasih atau berpacaran.

__ADS_1


Radit turun dari anak tangga menuju lantai bawah. Ponselnya tidak lupa Radit bawa. Semenjak mengenal Sinta, Radit semakin sering membawa ponselnya kemana-mana. Ponsel semakin membuat jarak mereka semakin dekat.


📱📲 Suara bunyi musik di ponselnya Radit. Rupanya panggilan masuk dari seseorang. Radit mulai menggeser ikon warna hijau itu.


" Halo Sinta!" sapa Radit.


" Kamu lagi ngapain bang?" tanya seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah Sinta.


" Ini masih di kampus, mau pulang. Oh iya, aku sudah membaca pesan chat nya, makanya aku langsung menelepon kamu." kata Sinta.


" Maaf yah, aku belum bisa menjemput kamu di kampus." ucap Radit.

__ADS_1


" Tidak apa- apa! Aku bawa motor matic sendiri kok." kata Sinta.


" Kamu hati- hati naik motor nya. Jangan ngebut! Aku sangat tahu, kamu itu naik motor nya masih belum mahir." ucap Radit.


" Eh siapa bilang? Aku sudah lama kok bisa naik motor nya." protes Sinta dari seberang sana.


" Oke, oke! Yang penting jangan lupa kamu hati- hati di jalan dan jangan ngebut yah!" kata Radit.


" Siap bos! Sudah dulu yah bang! Aku masih ada kuliah lagi." ucap Sinta menyudahi panggilan keluar nya. Radit menarik nafasnya dalam- dalam dan kembali tersungging senyum di bibirnya.


" Seandainya saja aku sehat, aku akan mendatangi kamu di kampus. Rasanya kangen banget dia hari tidak ketemu kamu. Tadi pagi coba mama kasih tahu kalau kamu datang ke rumah ini. Pasti aku akan menjadi sehat dan nekat mengantarkan kamu ke kampus. Senyuman mu membuat aku bersemangat." gumam Radit.

__ADS_1


__ADS_2