MENCINTAI AYAH TIRIKU

MENCINTAI AYAH TIRIKU
DEJAVU


__ADS_3

Aku Sinta. Sekarang ini aku sudah mulai sibuk dengan kegiatan kuliah di kampus baruku di kota Malang. Semoga saja dengan kesibukan aku di kota ini aku bisa melupakan om Mukid secepatnya.


Sekarang ini aku sudah mulai dekat dengan seorang teman. Dia bernama Ratna. Ratna orangnya asyik banget. Selain baik, apa adanya, dia tidak banyak tingkah. Ratna seperti mahasiswa pada umumnya yang hanya mengenal kampus, rumah, bermain. Ratna belum terkontaminasi dengan kehidupan remaja modern yang selalu ke club kafe yang sarat dengan dunia hiburan. Akhirnya mengenal minuman keras, pacaran bebas bahkan pergaulan bebas, dan mulai menyentuh barang haram yaitu narkoba.


Ratna tidak mengenal itu. Dia masih gadis remaja yang hanya berkutat dengan bangku kuliah, shopping dan juga bermain dengan temannya.


Bersama dengan Ratna aku sudah mulai mengikuti kegiatan mahasiswa. Hari-hari mulai berwarna karena aku dan Ratna menikmati nya. Saat ini kami berdua masih belum memiliki pacar jadi aku dengan Ratna sering bermain, berjalan berdua.


Ratna dulu pernah bercerita jika sekali berpacaran namun pada akhirnya membuat dirinya patah hati dan kecewa. Pacarnya dulu mengkhianati dirinya, berselingkuh dengan sahabat nya sendiri. Bagi ku itu sangat menyakitkan. Ketika aku desak siap nama pacarnya dahulu, Ratna enggan untuk mengatakan nya. Dan siapa juga sahabat nya dulu yang telah merebut pacarnya. Aku berpikir Ratna menjalin hubungan dengan anak kampus satu fakultas, satu jurusan bahkan satu kelas dengan Ratna.


Benar saja, aku telah menemukan siapa mantan pacar Ratna dan juga siapa yang menjadi sahabat Ratna kala itu yang merebut pacar Ratna. Ternyata keduanya masih satu kelas di jurusan kami. Dia bernama Yuyun dan Dino. Mereka ini masih berpacaran. Keduanya masih sering sekali jalan bareng ketika datang dan pulang ke kampus. Tidak heran jika Ratna memilih menjauh dan tidak lagi. dekat- dekat dengan keduanya. Aku tidak bisa membayangkan perasaan Ratna ketika itu ketika mengetahui ternyata sahabat nya sendiri lah yang menjadi duri dalam daging. Dan mereka sudah tanpa sungkan lagi menunjukkan kedekatan dan kebersamaan di depan Ratna ketika di kampus apalagi saat di kelas.


Ratna memang sudah tidak menunjukkan kemarahan atau kecemburuan nya. Ratna seperti sudah cuek dengan hubungan mereka dan keromantisan yang ditunjukkan mereka di depan Ratna. Aku mengetahui semuanya itu lantaran Yuyun pernah mendekati aku dan bercerita sedikit dengan aku kalau dirinya dengan Ratna dulu adalah teman dekat. Lantaran Dino lebih menyukai dirinya lah akhirnya hubungan antara Ratna dan Yuyun renggang. Entah cerita mana yang benar diantara Yuyun dengan Ratna. Ratna menganggap antara Dino dengan Yuyun telah mengkhianati dirinya. Namun Yuyun bercerita kalau semua tidak seperti anggapan Ratna. Bahkan dia baru jadian ketika mengetahui kalau Dino telah memutuskan Ratna.


Dengan masalah itu akhirnya hubungan pertemanan diantara mereka rusak. Ratna, Yuyun dan juga Dino tidak pernah bertegur sapa ketika berjumpa bahkan saat di kelas mengikuti mata kuliah. Aku sebagai sahabat Ratna paham betul apa yang dirasakan oleh Ratna. Ratna putus dan tidak lama keduanya antara Dino dan Yuyun terang- terangan menunjukkan kalau mereka jadian. Ini benar-benar menyakitkan hati Ratna.


@@@@@@@@

__ADS_1


Pertamanya aku berangkat naik motor matic baruku pemberian nenek Wati aku seperti mengalami dejavu. Kejadian waktu aku jatuh dari motor matic ku ketika di Jakarta kini seperti terjadi kembali.


Pagi itu aku berangkat ke kampus sangat pagi. Jalan masih sepi dan tidak padat seperti kota besar di Jakarta. Namun entah kenapa aku bisa jatuh dari motor matic aku. Apakah aku sebenarnya kurang mahir dalam mengendarai motor matic. Atau sebenarnya aku lebih pandai mengendarai mobil saja? Nyatanya saat aku mencoba ke belokan aku kurang keseimbangan dan jatuh dari motor ku. Saat itu tidak jauh dari aku terjatuh ada mobil juga hendak melintas di jalan yang sama. Aku jatuh bukan lantaran keserempet. Namun karena ada kerikil- kerikil di jalan itu jadi membuat keseimbangan aku kurang dari motor matic ku. Aku malu ketika itu sudah ada orang yang melihat aku saat kejadian itu. Namun ternyata ada orang baik yang membantu aku saat motor matic aku jatuh menimpa badanku. Memang aku tidak mengalami cedera yang parah. Namun ini cukup membuat aku malu. Kaki aku sedikit pincang karena keseleo. Nanti malam aku bisa memanggil mbok Darmi untuk memijat badanku kembali.


Di luar dugaan aku, seorang yang membantu mengangkat motor matic ku dan menepikan nya itu adalah dosen muda di jurusanku yaitu pak Chandra. Wah ini benar-benar sangat kebetulan sekali. Namun pak Chandra hanya membantu menuntun motor matic ku ke tapi saja. Sedangkan aku masih bisa berjalan sendiri ke tepi.


" Kamu tidak apa- apa kan Sinta?" tanya pak Chandra ternyata masih hafal namaku.


" Tidak apa- apa pak?" jawabku pagi itu.


" Kamu masih bisa naik motor kamu sendiri kan? Atau kamu mau bersama ku?" tawar pak Chandra.


" Di perkecil kan lalu kamu bisa mengantongi nya di saku atau masukan saja di tas kamu. Bagaimana?" candanya.


" Hem, tidak pak Chandra. Saya bisa menaikinya pelan- pelan." ucapku.


" Baiklah, hati hati! Kamu ada kuliah pagi ini kah? Atau mau ke pasar?" tanyanya nyleneh. Aku mengerutkan dahi ku.

__ADS_1


" Ke kampus pak! Ada mata kuliah metode penelitian oleh bu Veronica." kata ku menjelaskan.


" Oh baguslah! Hati-hati mengendarai motor matic nya. Jangan sampai jatuh lagi!" pesan pak Chandra.


" Baik pak, terimakasih banyak." sahutku.


" Oke, kalau begitu aku duluan yah!" kata pak Chandra lagi lalu berlalu meninggalkan aku. Pak Chandra masuk ke dalam. mobil nya dan menjalankan nya melewati aku dengan membunyikan klakson mobilnya.


Setelah kejadian itu aku semakin malu lantaran aku ketahuan kurang mahir dalam mengendarai motor matic ku sendiri.


Malamnya sebelum badanku merasa pegal-pegal semua aku minta nenek Wati untuk memanggil kembali mbok Darmi. Selama di pijat oleh mbok Darmi aku tidak merasakan pening atau mual. Namun tiba-tiba saja aku mengalami dua itu. Kepalaku pening dan perutku rasanya mual rasanya ingin muntah. Ketika sedang di pijat oleh mbok Darmi aku permisi sebentar untuk ke kamar mandi. Di sana aku memuntahkan semua makanan yang aku makan malam bersama nenek. Semua keluar yang telah aku makan. Makan malam dengan menu sayur Rawon dengan kecambahnya, sambal yang pedas, dan juga tempe, tahu dan telor asinnya. Makan malam tadi aku benar-benar serakah menghabiskan banyak porsi di piringku. Aku beberapa kali tambah. Nenek saja melihat aku menjadi heran ketika porsi makan ku jauh lebih banyak dari biasanya.


" Kenapa non Sinta?" tanya mbok Darmi setelah aku keluar dari kamar mandi dan masih memucat wajahku.


" Pusing kepalaku mbok dan perut rasanya mual." jawabku.


" Ya sudah, bagaimana kalau mbok kerokin saja yah non. Mana tahu non Sinta masuk angin." kata mbok Darmi.

__ADS_1


Aku kembali dipijat oleh mbok Darmi dan juga dikerokin oleh mbok Darmi. Sampai larut malam mbok Darmi memijat aku hingga aku sampai tertidur hingga pagi hari.


__ADS_2